POV ELEN
"Ga bisa Rai, kamu ga boleh kasi tau Tata soal ini!"
"Tapi ini penting Len! Kenyataannya seperti itu!"
"Tata masih perlu waktu buat hatinya pulih Rai.. apa kamu ga kasian liat Tata kaya gitu! Baru liat orangnya aja udah nangis, apalagi sampai tau gosip itu"
"Iya aku tau itu Len, tapi menurutku justru dia harus tau. Biar Tata ga terkurung dalam perasaan cinta butanya itu, biar dia tuh lupa sama kenangan-kenangan bohong itu Len"
"Kesel banget rasanya aku Rai, kenapa sih tega banget Jimmy kaya gitu. By the way berita itu udah yakin bener Rai?"
"Aku juga dikasih tau sama temen-temen kost Jimmy"
"Padahal Jimmy kelihatan baik, santun, suka nolong temen. Aku ga habis pikir, masa bener sih, dia sengaja ngelakuin itu ke Agatha?"
Aku masih ga yakin dengan rumor yang dikatakan oleh Raiya. Bukan aku ga percaya sama Raiya. Tapi Tata pernah cerita kalo dia udah kasih tau rahasianya ke Jimmy dan Jimmy tulus menerima Tata. Hmmmm pasti ada yang salah
"Rai, apa sebaiknya kita cari tau dulu kebenarannya, sebelum kasih tau ke Tata soal ini"
"Oke , besok aku tanya Richard "
Richard adalah salah satu teman dekat Jimmy., dan teman baik kami juga. Kami pikir Richard bisa bantu cari informasi tentang kebenaran gosip ini.
"Kalo Richard ga kasih tau gimana? Bisa saja Richard bersekongkol dengan Jimmy"
""Ga usah khawatir Len. Richard kan ga satu kost sama Jimmy in the Genk. Richard juga teman baik Tata, pasti dia mau bantu cari tau rumor ini"
"Telpon sekarang aja Rai, sapa tau dia masih ada di area kampus "
"Oh iya bener juga ya. Lebih cepat lebih baik"
Kami berdua tersenyum simpul.
Tut.,Tut.,Tut... Nada panggilan ke Richard
"Berdering Len. Tapi ga dijawab-jawab"
"Akh, giliran kita butuh dia ga nongol" aku ikut kesal mendengar Raiya menelpon tapi ga di jawab-jawab sama Richard.
"Jadi gimana Rai, kalau besok Tata nanya? "
"Emh kita alihkan pembicaraan. Jangan sampai singgung soal itu, oke !"
"Akh syiap" sahutku sambil melenggang.
Aku dan Raiya melangkahkan kaki menuju kantin. Tiba-tiba kuhentikan langkahku, bola mataku berhenti pada pemandangan yang ada diseberang lorong jalan menuju kantin. Sedang Raiya terus berjalan sambil memainkan smartphone nya, Raiya tidak menyadari kalau aku tertinggal dibelakangnya.
"Rai.. Rai.. Raiya!!." ku paanggil Raiya dengan gaya berbisik. "Huh dasar nih anak, main hp aja!!"
"Dasar tambun!" Umpatku lagi. Ku tarik tali tas ransel yang ada disamping pinggangku. Ku hentakkan kaki dengan dahi tertarik menyatu, dan ku kejar Raiya dengan langkah seribu.
Kuraih tangan kanan Raiya "Rai!"
Tarikan tanganku sontak membuat Raiya kaget dan membuat ponselnya hampir saja jatuh. Untungnya dengan sigap Raiya meraih ponsel pintarnya itu. 'duh kalau sampai jatuh aku pula yang disuruh ganti. Mana ada uangku!!" batinku sambil mengelus d**a.
"Huhfff"
"ih kenapa sih Len, hampir aja jatuh, pelan-pelan napa!!"
Raiya sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Abisnya kamu tuh dipanggil dari tadi ga denger! Asyik sama smartphone aja!!"
Kujawab dengan wajah cemberut.
"Sini, ada yang mau aku kasi lihat ke kamu!"
Aku kembali menarik tangan Raiya, dan kami berjalan mundur kebelakang beberapa langkah.
"Sttttt... Coba kamu lihat kesana" aku bicara dengan pelan sambil menunjuk ke arah taman.
Terlihat di sana ada Jimmy sedang berbicara dengan seseorang, perempuan! Entah siapa aku dan Raiya saling menatap dan menggelengkan kepala.
"Kamu tau siapa itu Rai?"
"Itu Jimmy kan!"
"Kalau Jimmy aku juga tau kali Rai! Maksudku cewe itu!"
Perempuan lawan bicara Jimmy hanya terlihat dari samping, jadi kami kurang jelas persis siapa dia.
"Apa itu pacar baru Jimmy?"
"Akh masa iya, baru putus udah jadian lagi? Ngarang akh kamu. Kan Tata cerita kalau alasan putusnya karena Jimmy mau fokus kuliah"
"Bisa jadi itu cuman alasan bohong! Sesuai kan sama rumor taruhan. Nah sekarang dia mau cari mangsa baru."
"ih mangsa baru! Emang harimau kelaparan?"
Aku dan Raiya terkekeh sambil bersenggolan bahu.
"Sini aku fotoin" Raiya mengarahkan ponsel nya untuk mengambil gambar mereka.
"Awas lho Rai nanti ketahuan"
"Mereka lagi asyik ngobrol, mana mungkin lihat kita. Lagian , kita kan berdiri dibalik pilar. Tenang ga bakal ketahuan! kalo udah asyik berduaan mah seakan dunia milik berdua"
Raiya meyakinkan ku kalau posisi kami berdiri tidak akan terlihat dari arah taman.
"Udah akh, jangan su'udzon, dosa tau"
"Alah Len, kaya tau dosa aja! Kan kamu yang lihat duluan"
Aku terkekeh sendiri "iya ya.."
"Yuk akh ke kantin, udah laper nih Rai" wajahku memelas.
Aku menggandeng Raiya seperti besti usia kanak-kanak.
Kami memang baru berteman selama enam semester, pertama kali aku berkenalan dengan Raiya saat diparkiran. Ketika aku berkaca diparkiran tepat dimobilnya Raiya, Raiya membuka jendalnya dan aku malu sekali waktu itu. Tapi dia bukan menjatuhkan mental ku justru menyalamiku "Raiya". Helena" balasku sambil menjabat tangannya.
Itu adalah awal kami berkenalan dan ternyata satu jurusan bahkan tinggal di asrama yang sama, tetangga kamar pula! Lengkap sudah latar yang membuat kami makin dekat.
****
Kantin
Setibanya di kantin, kami melihat Richard sedang makan.
"Eh dari tadi ditelpon ga dijawab. Chat ga dibalas" aku menepuk punggung Richard dari belakang.
"Sorry sorry guys hp gue ketinggalan di kost" Richard menjawab sambil mengunyah makanannya.
Aku dan Raiya duduk menghadap kearah Richard. Kemudian Raiya mengeluarkan smartphone dari sakunya. Dan menunjukkan foto dari galeri smartphone nya.
"Lo tau ga cewe di foto ini?"
"Mana coba di zoom"
Richard menatap layar sambil memiringkan kepalanya. Mengerutkan dahinya dan...
"Oh gue tau nih. Kayanya ini Salsa, pegawai counter sebelah koperasi"
"Ko Lo kenal tapi kita ga kenal?"
"Iya Lo nya aja yang kuper (kurang pergaulan)" ledek Richard sambil terkekeh kecil
"Jimmy sering beli pulsa dan kuota disana makanya kenal"
"Oh" sahut kami berdua, mengangguk terheran.
"Katanya nih ya, yang gue denger dia mau masuk kuliah angkatan tahun ini nanti"
"Mereka pacaran?" tanyaku penasaran.
"Belum"
"Hah! Belum? Maksudnya?" Aku kaget dengan pernyataan Richard
"Ini nh yang mesti dilurusin Cad, Lo harus bantu kita berdua!"
Aku memanggil bibi yang berdagang "Bu, nasi goreng ya, jangan pedes"
"Aku juga deh" kata Elen
"Sama es teh dua"
" Maksud kalian apa sih, ko gue jadi bingung "
Raiya merunduk diatas meja sambil mendekatkan wajahnya pada Richard yangada didepan meja. Mengisyaratkan pada Richard untuk ikut mendekat. Raiya berbicara sambil berbisik mengenai rencana kami untuk mengungkap motif Jimmy pacaran dengan Agatha dan putus sepihak begitu saja. Richard mendengar dengan seksama sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Aku pun ikut merunduk dan mendengarkan mereka.
"Oke gue usahain nyari tau ya, tapi gue ga janji"
"Nah, soal itu cewe, Lo tau dari mana? kalo dia lagi deketin Jimmy?" Tanyaku penasaran.
"Salsa yang cerita waktu gue beli kuota, dia bilang kalau dia suka sama Jimmy. Trus nanya ke gue, apa Jimmy sudah punya pacar apa belum?"
"Trus Lo jawab apa?" Tanya ku penasaran
" Ya gue jawab barusan putus!"
"Huh dasar centil, kegatelan!" Sahutku nyinyir.
"Tapi Lo jangan kasih tau ke Tata ya Cad !" Tambah Raiya sambil mengunyah nasi goreng yang masih panas.
Bersambung...