Langit masih gelap ketika Marshal keluar dari pintu yang tersembunyi di antara dua batang pohon bambu tersebut, wajar jika Marshal beranggapan bahwa malam itu adalah malam yang sama ketika ia memutuskan untuk masuk ke dalam pintu itu.
Namun ia sedikit merasa heran karena dalam semalam, semua hiruk pikuk itu sirna tak berbekas. Bahkan satu sampah pun tidak terlihat di halaman Rumah Rongrawe.
Padahal ingatan tentang gempita malam acara Mangkurawe masih melekat dengan kuat di dalam memorinya, ia juga belum menyaksikan ludruk beserta atraksi para sinden. Namun, acaranya sudah berakhir.
Marshal merasa tubuhnya sangat lelah, ingin segera beristirahat tidur bersama temannya yang lain. Masih banyak tugas yang harus ia kerjakan. Ia masih harus bertemu dengan Pak Kades untuk mencari tahu sikap