Venya sudah ada di jalan menujunkosannya. Dia sempat menyapa p satpam di depan kosannha kemudian berlanjut ke arah kamarnya. Dia bahkan tidak ingat jika ia masih memiliki permasalahan dengan Gemma ketika ads di luar kamarnya. Namun, sayangnya, ketika ia memasuki kamarnyabingatannya jelas menunjukkan bahwa dia memiliki masalah yang cukup serius dengan Gemma.
'Lo udah pulang?'
Dia baru saja duduk di ranjangnya dan membaca pesan itu sambil tersenyum miris. Gemma yang mengirimkannya. Kemana saja dia selama ini? Bahkan ketika Venya menyatakan bahwa ia ingin mengakhiei hubungan ini, Gemma berubah menjadi sosok yang super perhatian layaknya seorang pacar yang biasanya terjadi di antara dua insan yang sedang memadu cintanya.
Bahkan Venya merasa bahwa dirinya tidak harus membalas pesan itu karena Gemma pasti sudah mengetahui bahwa Venya sudah pulang. Gemma ada di sebelah kamarnya. Kemungkinan besarnya, Gemma mendengar suara pintu yang terbuka oleh Venya dan menutup saat Venya sudah ada di dalam kamarnya dan menutup pintunya.
'Udah makan?'
Lagi. Venya ingin tertawa.
Bukankah selama ini Venya hanya menjadi sosok pacar yang baik bagi Gemma? Kenapa baru kali ini pertanyaan seperti ini di ajukan oleh seseorang bernama Gemma. Padahal, sewaktu pacaran banyak cara dan banyak waktu untuk bertanya demikian. Banyak juga waktu mereka berduaan. Kenapa saat berpacaran Gemma tidak pernah sama sekali bertanya yang seperti itu? Dimana Gemma tidak pernah menanyakan kabarnya, apalagi menanyakan sudah makan atau belum. Jauh sekali dari pertanyaan itu.
Venya dan Gemma juga jarang sekali bertukar pesan. Untuk itu, Venya sedikit merasa aneh ketika Gemma yang sekarang adalah Gemma yang berbeda. Gemma seminggu ke belakang ini adalah sosok Gemma yang super perhatian. Gemma yang menanyakan dimana Venya berada. Gemma yang bertanya sudah makan atau belum. Atau bahkan Gemma yang mengantarkan makanan kesukaan Venya yang sering kali Venya pesan saat makan bersama Gemma.
Itu saja masih untung.
Untung karena Gemma mengingatnya. Coba kalau tidak, Venya mungkin akan menjadi lebih down. Dimana selama hampir setahun bahkan Gemma tidak tahu apa yang Venya sukai? Bukankah itu keterlaluan?
Helaan nafas berat Venya kini cukup membuatnya semakin menanggung beban cukup beratbjuga di pundaknya. Selanjutnya, Venya membalas pesan singkat dari Gemma yang terus online jika di lihat oleh Venya di ponselnya.
"Udah tadi." Balas Venya.
Setidaknya, Venya ingin menjaga jarak terlebih dahulu dari Gemma. Selanjutnya, Venyabingin melepapskan Gemma. Dia juga tidak ingin bergantung kepada Gemma lagi. Dia bisa beli sendiri, setidaknya, makan sendiri juga bisa.
'Mau makan malam bareng ga? Ada tempat baru yang katanya enak.'
Venya yang tadinya berniat untuk menjauhi Gemma dan ingin memendam dulu lerasaannya sendiri kini menjadi dilema. Gemma seperti terus menerus mendekati Venya dimana Venya yang ingin menjauhi Gemma. Lalu, Venya juga setidaknya ingin berteman baik dengan Gemma. Tapi, tidak boleh seperti itu juga caranya. Venya mungkin nanti akan menjauhi Gemma secara bertahap.
Jika urusannya dengan makan, mungkin Venya akan luluh. Dia suka sekali makan. Bahkan Venya mungkin akan luluh hanya dengan makan bakso.
*** *** ***
Jadi, malam itu Venya ikut bersama Gemma makan malam. Kata Gemma ada restoran baru yang wajib di coba.
"Bukan restoran ya, tapi malah lebih ke tempat makan aja." Kata Gemma di balik stir nya. Selanjutnya, Gemma membelokkan stirnya ke kiri dan berhenti.
"Gue tau." Kata Venya, "lo ga mungkin ngajak guenke restoran karena gue ga terlalu suka tempat kayak gitu." Ucap Venya.
Gemma tersenyum kecil kemudian mengangguk, "gue ga tau lo bakal percaya atau engga." Kata Gemma, "gue sering merhatiin lo, dan gue selalu mengingat apa yang lo suka dan lo ga suka." Kata Gemma lagi, "di balik sikap gue yang cuek." Lanjutnya.
Venya menwrik nafasnya. Ternyata, selama ini pikiiirannya salah. Gemma lebih peduli kepadanya. Venya sendiri yang salah. Dia tidak begitu perduli pada Gemma. Dia hanya oerduli pada dirinya sendiri. Selain itu, hika Gemma mengetahui apa yang disukai oleh Venya dan tidak di sukai oleh Venya, Venya di buat insecure.
Karena dirinya tidakn pernah tahu semua hal tentang Gemma selain buruknya seorang Gemma kepadanya. Tentang Gemma yang sering meninggalkannya dan tentang Gemma yang hanya perduli apda dirinya sendiri dsn cuek terhadap Venya.
Venya rasanya malu sekali jika ditanya nanti oleh Gemma apa yang disukai dan tidak di sukai olehnya dan Venya tidak bisa menjawabnya karena dia benar - benar tidak mau tahu dan tidak tahu.
Jika Venya menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang membuatnya tidak tah apa - apa tentang Gemma dengan alasan dia tidak ingin mencampuri urusan keluarga dan apa yang menjadj privasi untuk Gemma, apakah itu hal bagus untum memberikan Gemma alasan?
"Lo ngehindarin gue, Ven?" Tanya Gemma setelah keduanya cukup lama diam.
Venya menoleh ke arah Gemma yang sedang menfokuskan dirinya pada jalanan di depannya. Dia tidaj memperhatikan ekspresi yang dikeluarkan oleh Venya.
Venya menatap Gemma dengan tatapan yang sulit di baca namun di dalam hati Venya, Gemma hampir mengetahui semuanya yang ada di dalam hati Venya.
"Gue cuman menjaga jarak." Kata Venya.
"Kenapa?" Tanya Gemma cepat.
Venya menelan ludahnya susah payah, "gue membatasi diri gue agar tidak teelalu bergantung samaa lo. Sekarmag hubungan kita udah berubah. Yang tadinya pacaran, kita hanya teman sekarang. Atau lebih formalnya adalah antara oenulis dan juga manager. Tidak ada hubungan spesial lagi." Kata Venya, "gue juga ga mau terus - terusan berakhir begini."
Gemma menatap Venya. Mobilnya yang sudah berhenti dengan sempurna kini membuat Gemma bebas menatap Venya, "kenapa?" Tanyanya, "kenapa harus sekarang?" Kata Gemma.
Venya tersenyum kecil namun terkesan sangat sakit di dalam senyumannya, "gue juga baru tahu lo selingkuhin gue bahkan sampai tahap yang menurut gue ga bisa dimaafkan." Kata Venya, "kalo gue tahu lo selingkuh dsei kapan taun, mungkin gue udah mutusin buat jaga jarak sama lo biar lo ga tanggunh selingkuhnya." Kata Venya menambahkan kalimat sebelumnya.
Setidaknya, kalimat Venya itu terdengar baisa saja di telinganya. Namin, berbeda dengan apa yang di dengar oleh Gemma. Rasanya menyakitkan untuk Gemma. Bahkan telinganya sakit ketika mendengar dan kalimat itu masuk ke telinganya dan langsung turun ke dalam hati lalu memerasnya sangat keras di sana.
"Gue coba buat berubah, Ven." Kaya Gemma, "gue juga udah mutusin gue sama selingkuhan gue, Selly. Gue bahkan mau beeubah buat lo." Kata Gemma kemudian dia menelan ludahnya, "apa ada kesemlpatan buat gue yang ingin hubungannkita lanjut seperri biasa?"