Aku tidak pernah menyangka akan berada dalam titik ini. Titik di mana aku mulai mempertanyakan jati diriku sendiri hanya karena ucapan dari seekor monster yang entah bagaimana bisa berbicara layaknya seorang manusia pada umumnya. Monster yang pertama kalinya kutemui dan memiliki kemampuan lebih dibanding monster lainnya tersebut menganggapku sama seperti mereka hanya karena aku memiliki kemampuan lebih hebat dibanding manusia pada umumnya.
Ini terdengar tidak masuk akal bagiku yang sejak awal sudah mengerti lebih dalam akan kondisi tubuhku sendiri, namun tetap saja, fakta bahwa monster itu memberikan informasi lebih mengenai asal usul mereka walau hanya seujung kuku itu, berhasil membuatku tidak henti berpikir. Aku mulai semakin tertarik akan keberadaan monster itu dan aku ingin mencari