“Hahh hahhh!”
Napasku terasa berat ketika aku harus menahan setengah mati perasaan lapar yang terus saja melanda tubuh dan jiwaku. Kedua bola mataku sibuk bergerak liar ke sana dan kemari untuk mencari sesuatu daging yang bisa kumakan. Mulutku tidak henti menelan salivaku sendiri yang rasanya tidak henti ingin menetes.
Aku merasa lapar, begitu lapar hingga membuatku hampir kehilangan akal. Langkah kakiku bergerak dengan cepat menelusuri jalanan malam hari ini hingga aku sampai pada tengah kota. Beberapa orang masih terlihat berjalan berlalu lalang di sana. Aku berhenti di pinggir jalan untuk memerhatikan area sekitar. Beberapa orang nampak memandangku dengan tatapan heran sekaligus aneh, namun aku tidak perduli.
“Hei nak, kau baik-baik saja?” tanya salah satu orang yang berjalan henda