Aku lihat, Yolan bersama keluarga nya tengah makan bersama-sama, dengan lauk ala kadarnya.
"Kita main yuk!" Ucapku.
"Ya, tunggu sebentar, aku makan dulu," Jawab Yolan. Aku pun langsung duduk manis, menunggu Yolan menyelesai kan makannya. Setelahnya kami pun pergi bermain ke daerah belakang rumah, di mana kami berdua bertemu Sella teman se permainan kami juga di sana, namun terkadang kita pisah, karena teman setia ku satu-satunya itu hanya lah Yolan.
"Sedang apa kau Sell?" Tanya kami berbarengan. Saat melihat Shella ada di sana. Dekat jalanan, seperti tengah menunggu seseorang.
"Aku lagi mau kencan guys," Jawabnya.
"Ohh. Kami pun hanya ber oh Ria lalu meneruskan kegiatan kami yang tengah duduk istirahat, setelah lelah memetik jambu untuk di pencok. Tak lama setelahnya, kami lihat ada 2 buah motor tiba yang menghampiri sella, yang bearti kekasihnya sudah tiba. Sementara teman kekasih sella saat melihat teman pria nya dan Sella sudah pergi, dia pun bermaksud untuk menghampiri kami, entah untuk sekedar ngobrol mau pun berkenalan mungkin.
"Eeehhh dia mau ke sini Yolan, kita kabur yuk!" Ucapku karena sudah ketakutan, melihat gelagat pria yang lebih tua beberapa tahun dari kami tersebut.
"Enggak kok Ndin, dia gak mau ke sini." Jawab Yolan. Sembari masih duduk santai di bangku, yang berada di bawah pepohonan rimbun tersebut.
"Nah kan bener!" Ucapku kembali. Saat melihat pria itu tinggal beberapa meter lagi sudah mendekati kami.
"Ayo Lari!" Ucap Yolan penuh antusias. Karena sadar, para pria itu memang mendatangi kami. Saat melihat kami yang sudah ke buru pergi, 2 pria itu pun langsung mengurungkan niatnya, dan entah apa lagi yang ia lakukan setelahnya kami sudah tak tahu menahu, dan tak lagi menoleh ke arah belakang, karena kami sudah beranjak pergi dari sana.
Aku dan Yolan adalah teman se frekuensi. Sebut saja lah, Alim, karena kami tak mau dekat-dekat dengan pria, mau pun berpacaran. Walau pun bisa di bilang, kalau badanku dulu cukup bagus, dan sudah ada beberapa pria yang menyata kan cintanya padaku, walau pun wajahku pas-pas an dan tak terurus. Bahkan walau pun baru duduk di bangku SMP, kami sering menjumpai teman sehari-hari kami, mau pun teman sekolah kami sudah berpacaran. Bahkan pernah suatu ketika aku dan Yolan ingin di tipu oleh teman kami dengan memaksa kami, meminum govit yang ada di tangannya. Kami yang curiga pun tidak mengiya kannya, yang ternyata minumannya sudah di beri obat-obatan kadaluarsa, agar kami mabuk. Karena teman-temanku itu sudah terbiasa melakukannya, dan ingin kami yang polos juga merasakannya, tapi alhamdulillah tuhan masih menjaga kami.