Bella bersandar dengan sebuan bantal, memandang jendela di bangsal rawat yang kini berkabut karena hujan deras. Pagi baru saja menyapa. Tapi suara guntur dan petir sudah membuat kehebohan di mana-mana. Udara dingin merembes dan masuk melalui celah-celah jendela, membuat Bella sedikit tak nyaman.
Bella menatap potret Cindy dan Cinthya di layar ponsel, tatapannya sangat rumit. Potret ini adalah potret yang ia ambil satu setengah tahun lalu saat mereka berlibur di Hawaii. Cinthya menatap layar dengan senyum lebar, sebuah topi lebar dengan pita panjang bertengger di kepalanya. Ekspresi wanita itu lepas dan bebas, jauh dari beban dan tekanan. Sementara Cindy tampak elegan dan anggun, bahkan saat ia hanya mengenakan gaun sederhana bertali dengan selendang berwarna pelangi.
Ujung jari Bella mengusap foto tersebut dengan gerakan lembut. Sulit dipercaya jika mereka kini telah meninggal. Jatuh dalam pembunuhan Si L.
Kemarahan dan kemurkaan menggelegak di hati Bella. Bella selalu hidup dengan baik dan tidak pernah dengan sengaja menciptakan masalah untuk orang lain. Toleransinya tinggi dan penghargaanya pada orang di sekitar cukup kuat. Bagaimana bisa ada seseorang yang sedemikian rupa membencinya hingga menargetkan kedua orang terdekatnya?
Mulai sekarang, tak ada lagi orang yang akan memintanya untuk memperhatikan asupan kalori dan kadar gula seperti Cindy. Mulai sekarang, tak akan ada lagi orang yang akan merecokinya dengan gosip-gosip hangat seperti Cinthya.
Mata Bella terpejam rapat, dua tetes air mata jatuh membasahi wajahnya yang pucat pasi. Pada akhirnya, seseorang akan kalah oleh kematian. Eksistensi pudar dan hilang dari dunia. Meninggalkan orang terdekat dengan kenangan-kenangan indah yang berubah menjadi menyakitkan seiring berlalunya waktu.
Semalam, Steve telah memperingatkan Bella agar tidak sering menghubunginya dan menghubungi orang-orang terdekat Bella. Ada kecurigaan si L mampu menemukan keberadaan Cinthya dan Cindy melalui percakapan chat yang kemungkinan besar diretas olehnya. Hanya ada dua kemungkinan. Pelaku itu memiliki keahlian meretas, atau memiliki orang di sisinya dengan keahlian peretasan. Apa pun itu, itu mengindikasikan semuanya tidak terlalu baik.
Sejak Bella datang ke tempat ini, dia telah mengganti ponselnya dan hati-hati dalam mengoperasikan akun-akun pribadinya, termasuk media sosial. Steve telah mengatakan semua aktifitas itu mampu membuatnya terlacak, jadi Bella mendengarkannya dengan baik.
Kekhawatiran Steve terbukti benar. Orang itu mampu melacak dan meretas. Sekarang telah terjadi hal-hal buruk pada Cinthya dan Cindy. Mengingat dua orang itu pernah menghubungi Bella ke kontak barunya dengan kontak pribadi mereka, Steve telah meminta Bella untuk membuang ponsel dan memakai yang baru lagi demi keamanan.
Untuk lebih amannya lagi, Steve mengingatkan Bella agar tak terlalu sering berkomunikasi. Siapa yang bisa menjamin aktifitas digital orang-orang terdekat Bella akan selalu aman dari peretasan? Semuanya perlu kehati-hatian ekstra.
"Bella, apakah ada sesuatu yang menggaggumu?" Anne yang baru saja terbangun dari tidurnya karena suara petir yang menggelegar, menatap Bella dengan linglung saat mendapati dia menangis diam-diam tanpa suara. Ada apa dengan wanita itu? Mungkinkah ada yang tidak beres dengan tubuhnya dan muncul rasa sakit baru? Tapi seharusnya baik-baik saja. Dokter berkata Bella hanya perlu masa pemulihan.
Bella menyingkirkan ponsel di tangannya, menatap Anne yang linglung, kemudian menyeka air mata di wajahnya dengan gerakan serampangan.
"Tidak apa-apa. Tampaknya suasana hatiku tidak terlalu baik. Anne, bisakah aku meminta tolong untuk membuang ponsel ini?" Bella mengambil kartu memory kecil dari bagian belakang ponsel, membiarkan simcard tetap di dalam ponsel, dan menyerahkannya pada Anne.
"Buang? Apakah ada masalah dengan ponsel ini?"
"Hancurkan saja dan buang. Itu tidak aman lagi untukkku!"
Mendengar ini, Anne menghela napas panjang. Seseorang selalu memiliki rahasia. Termasuk Bella. Alasannya datang ke kota ini pasti terkait dengan hal-hal yang lebih rumit. Mungkin ada bahaya yang mengancam Bella di balik ini semua.
"Baiklah. Aku akan membuangnya!" Anne mengangguk penuh pengertian, tidak lagi banyak bertanya. Ada beberapa hal yang memang lebih baik tidak ditanyakan. Setiap orang memiliki privasinya masing-masing.
Setelah membawa ponsel Bella dan keluar untuk membuangnya, Anne kembali lagi ke bangsal, menarik tirai transparan dari jendela, membiarkan pemandangan pagi yang mendung terpapar.
"Hujannya cukup lebat!" Anne berkata tak berdaya. Hujan seperti ini, disertai angin dan deru petir, sering kali merusak ladang-ladang. Kasihan para penduduk yang hanya mengandalkan hasil ladang untuk bertahan hidup.
"Anne, kudengar kau adalah dokter hewan." Bella mengamati wanita mungil itu dengan seksama. Pembawaan Anne sangat natural dan mudah didekati. Dia memancarkan aura menyenangkan yang membuat orang betah berada di sisinya berlama-lama. Sepasang mata hitamnya penuh energi dan vitalitas.
"Ya. Aku penyuka binatang, jadi aku mendedikasikan diriku ke bidang ini. Terkadang saat kita melakukan sesuatu yang kita sukai, kita akan jauh lebih nyaman dan menganggap pekerjaan kita sebagai suatu kesenangan belaka. Tak ada beban di dalamnya!" senyum Anne tampak menawan dan ceria.
Bella mengangguk penuh pemahaman. Dia memahami dengan baik maksud Anne. Ini seperti ia dan dunia model yang ia cintai. Dari dulu, nilai akademik Bella tidak terlalu baik, sehingga ia selalu mengalihkan hobinya pada hal-hal lain sebagai penyeimbang. Modelling adalah sebuah hobi yang ia cintai dan tetap ingin ia pertahankan selama yang ia mampu.
"Aku sebenarnya juga suka hewan, terutama anjing dan kucing." Bella ingat di usianya yang ke tujuh tahun, dia merengek pada Mom untuk seekor anjing berjenis cihuahua untuk dipelihara.
"Aku memiliki beberapa koleksi anjing di pondok belakang rumahku. Jika kau mau, kau bisa berkunjung dan melihat-lihat. Aku tak keberatan kau mengadopsi salah satu anjing milikku! Ada beberapa jenis anjing yang aku rawat!"
"Tidak tidak!" Bella langsung menolak. "Aku hanya suka melihat dan menggoda, tetapi tidak terlalu cocok memelihara. Aku pernah memelihara beberapa kali tapi aku selalu buruk dalam perawatan. Pada akhirnya, anjing itu hanya terabaikan dan itu hanya akan menjadi ebih buruk!"
Bella penyuka hewan berbulu, tetapi tidak memiliki ketelatenan untuk melakukan perawatan. Lebih baik ia tidak memelihara sama sekali daripada membuat anjing-anjing itu menderita karena terabaikan.
"Yah, sebenarnya, jika kau mau tahu, Mic adalah perawat anjing yang handal. Banyak anjing yang suka padanya." Senyum Anne terkembang sempurna, binar matanya menjadi lebih bersinar saat ia menyebut-nyebut nama Mic.
Bella melirik pada wanita mungil itu, dalam hati bertanya-tanya tampaknya Anne masih memiliki beberapa hal yang tak biasa terhadap Mic.
"Oh ya? Kupikir dia orang yang kejam dan tak berperasaan." Bella tersenyum sinis. Mic merawat anjing? Di lebih percaya orang itu menyiksanya alih-alih menjaganya dengan baik.
"Jangan lihat seseorang dari penampilannya sekilas! Mic adalah orang yang rumit, tetapi ia memiliki kasih sayang tinggi pada binatang. Saat kami masih remaja, kami memiliki kedekatan karena kami sama-sama pecinta binatang!"
Bibir Bella berkedut karena terkejut. Jadi Mic sungguh tertarik pada binatang? Ini sesuatu yang sulit diterima nalar.
"Tampaknya kau memiliki hubungan yang tak biasa dengan Mic!" Bella mengomentari.
"Itu di masa lalu. Kami sekarang hanya sebagai teman." Meski Anne berkata begitu, binar di matanya mengkhianatinya. Jelas dia masih menyimpam hal-hal istimewa untuk Mic.
"Anne, kau adalah orang yang baik. Jangan sia-siakan perhatianmu pada lelaki buruk seperti Mic!" Bella menggeleng tak berdaya.
"Kau tak tahu, Bella. Mic bukan lelaki sembarangan. Dia memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan yang yang tidak dimiliki lelaki mana pun!"
…