Gila! benar benar gila. Seambisi itukah dira untuk mendapatkan dan mempertahankan fino, sampai sampai dia tega menjelek jelekkan aku di depan pacarnya?.
Fino langsung menoleh ke arahku. "maaf untuk apa dew? kamu gak ada salah kok, yang salah disini dira dan .... aku" dia berkata seraya menunduk saat mengatakan dirinya yang salah. "Memangnya kamu salah apa fin?" aku bertanya karna bingung, memang dia salah apa?
"yaaa ... karna, karna .. ahh ya pokoknya aku udah salah sama kamu dew, kita jadi renggang karna aku jadian sama dira" hah?? alasan apa itu? kok aku makin bingung. "gak ada yang salah antara kamu dan dira fin, kalian pacaran kan juga bukan sebuah kejahatan. Aneh aneh aja kamu, terus minta maaf segala sama aku. Emang aku siapa ?? haa haa haa" aku menjawab seraya memberi candaan. "yaa tapi kamu sempat jaga jarak kan dengan aku dew? itu karena aku jadian sama dira kan??? atau memang .... kamu, cemburu???" dia langsung skak mat, aku tidak berkutik. Jadi aku yang salting sendiri ya Tuhan ... "haa haa haa haa ... bercanda kali dew!! serius amat haa haa" dia tertawa melihat aku yang kebingungan. 'Astaga fino .... tapi, memang iya aku cemburu fin' kataku dalam hati.
Kami pun saling melempar candaan sampai tidak terasa waktu menunjukkan hampir pukul 17.00 kalau saja maria tidak menegurku dari belakang. "ehem!! mau nginep sini dew?? atau mau camping sama pacarmu???" kami tersentak kaget, ahh maria .. aku jadi salting lagi. "ehh iyaa udah mau jam lima sore yaa mar, maaf maaf aku lupa waktu. Ayoo pulang, aku ganti baju dirumah saja. Nanggung" jawabku sambil melihat jam tangan yang aku pakai ditangan kirimu.
"fin, aku pulang dulu yaa .. kamu masih mau disini??" tanyaku. "aku juga pulang lah dew, masak iya aku camping di lapangan sini sendirian. Yang ada disamperin mbak kun dong nanti haa haa" candanya, aku hanya tersenyum menahan tawa. "atau kalian mau camping bareng disini?? gapapa seru tuh, gak ada yang ganggu kalian pacaran" goda maria.
"ehh apaan sih mar, enggak enggak. Fino ini teman sekelasku kok. Fin, ini maria anak akuntansi teman angkatan paskibraku" aku memperkenalkan mereka, maria pun langsung mengulurkan tangan dan disambut uluran tangan dari fino. "kamu nih mar, jangan ngomong macam macam ihh" aku memukul bahu maria karna takut fino nantinya salah faham menanggapi candaan maria. "teman tapi demm...emmmhh!! emmmhhh!!!!" aku langsung membekap mulut maria, astaga ini anak benar benar gak bisa ngerem kalau ngomong. "udah dulu yaa fin, aku pulang. Byee!!!" langsung aku tarik maria sambil berlari kecil, dan tak lupa aku lambaikan tangan pada fino. Dia hanya tersenyum mengangguk padaku, ahh senyum itu lagi.
Sesampainya dirumah ..
Dikamar aku segera menyelesaikan tugas rumah yang diberi tadi siang, karna aku ingin cepat cepat istirahat. Badan ini benar benar lelah seharian tadi. Namun tiba tiba ponsel ku bergetar, aku segera meraih dan membuka satu sms masuk.
[malam dew, sudah tidur?]
Astagaaa, FINO!! Jantungku tiba tiba berdegub kencang.
[ehh malam juga, belum fin. Baru selesai ngerjain pr. Ada apa fin?]
[ohh, rajinnya. Enggak gapapa .. yasudah cepat istirahat, kayaknya tadi capek banget kamu]
Hah??? seperhatian itu, tumben. Tiba tiba pipiku terasa panas. Sambil tersenyum aku segera membalas sms fino.
[iyaa fin .. kamu juga cepet istirahat. Ohh iyaa fin, makasih buat minumannya tadi. Maaf tadi gak sempat bilang makasih (emoticon senyum)] balasku basa basi.
[iyaa sama sama dew, yasudah istirahat dulu .. besok biar fit. Nite dew (emoticon senyum)]
[nite too fin ..]
Segera aku letakkan ponsel dan merebahkan tubuh, jadi senyum senyum sendiri aku. Rasanya lelah dan kantuk ku hilang seketika, apa mungkin ..
Ahh tidak tidak, aku tidak boleh terlalu pede. Mungkin saja fino hanya kesepian jadi basa basi mengirim sms padaku, lagi pula aku tidak mau kecewa lagi. Bisa saja nanti dia balikan lagi dengan dira atau bahkan memperoleh pengganti dira yang lebih baik.
Segera aku tepis bayang bayang fino di pelupuk mataku. Aku berusaha memejamkan mataku, namun ahh berat sekali. Kantukku benar benar sudah hilang secara tiba tiba setelah mendapat sms dari fino tadi.
Pagi ini entah kenapa aku seperti menemukan semangat baru untuk pergi ke sekolah, bukan berarti kemarin kemarin aku tidak bersemangat. Hanya saja kali ini berbeda..
"ehh mar, mareta!! aku mau cerita nihh .. tapi janji jangan ketawa atau godain aku yaa!" cerocosku sambil menunjukkan jari kelingkingku. "dew dew, kamu ini belum juga cerita. Gimana mau ketawa atau godain kamu! emang cerita apa sihh ?? bikin penasaran aja kamu nih”.
"iyaa .. tapi janji dulu dong!" paksaku. "okee okee, aku janji gak bakal ketawa atau godain kamu!" mareta menjawab seraya menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingkingku. "gini .. kemarin waktu aku selesai latihan paskibra, kamu tau siapa yang menemui aku dilapangan???" tanyaku. "emang siapa dew??? jangan teka teki dong ahh, bikin aku gak sabaran dehh" jawabnya kesal.
"fiiinnnoooo... dan dia juga bawain aku minuman lohh" jawabku lirih sambil tersenyum lebar. "hah????!!! sumpah dew???? wahhh terus terus gimana ?? dia ngapain ?? nembak kamu ?? aduhhh selamat yaa deww!!" mareta menyalami aku seakan aku habis menang satu lomba.
"ihhh bukan mar .. jadi gini..." aku menceritakan semua yang aku lalui kemarin sore dilapangan sampai saat fino mengirimkan sms padaku tadi malam dengan antusias. Begitupun mareta, dia memperhatikan ceritaku dengan antusias pula. "ciiieeeee .. yang mulai buka hati lagi nihhh. Ini mah ceritanya C L B K, alias cinta lama belum kelar! haa haa.." goda mareta. "ihh apaan sihh mar, enggaklah .. kan aku udah bilang, perasaanku udah aku kubur dalam dalam. Dan aku gak mau buka harapan lagi, aku ... aku takut kecewa lgi mar.." jawabku lirih seray menunduk lesu.
"dew ... jangan gitu dong, siapa tau kali ini fino benar benar punya kamu. Optimis dong! itung itung buat semangatmu saat mau ujian dew...." bujuknya. Aku hanya membuang nafas sambil mengangkat bahu.
"deww, gimana ?? udah seger badannya?" aku kaget bukan main, tiba tiba fino muncul bertanya padaku seraya memberikan senyum termanis untuk pagi ini. "ehhh, emmm, i-iyaa fin udah kok.." aku menjawab sambil melihat kearahnya, sesaat senyum itu benar benar membuatku blank. "ohh yasudah, semangat belajarnya" dia tersenyum lagi sambil berbalik ke arah tempat duduknya. Aku menyandarkan diri sambil mengatur nafas, dadaku benar benar sesak dan jantungku deg deg an sekali. "eciiieee diperhatiin tuh. Hmmmm bener kan, kayaknya fino emang ada hati dehh buat kamu dew" senggol mareta. "iisshhh !!" aku hanya melengos sambil pura pura membolak balikkan buku materiku. Mareta terkekeh melihat tingkahku yang mendadak seperti orang yang kebingungan.
Tidak sengaja aku menoleh ke arah pintu kelas, dan mataku tiba tiba tertuju pada fino. Astaga!! aku benar benar kaget, dia memandangku tanpa senyum. Namun benar benar mematikan dan membuat aku salah tingkah. Pipiku langsung terasa panas, pastinya sekarang pipiku terlihat merah merona seperti kepiting rebus. Namun ada satu rasa bahagia, sepertinya hatiku berbunga bunga.
Apakah benar aku mulai membuka hati kembali ???