Ratu Moana menerima Raja Canis Major di ruang pertemuan pribadi istana Monaghan dengan segala hormat yang pantas diberikan kepada seorang raja dari kerajaan sahabat — dan dengan pelukan lama yang tidak tertulis di buku protokol mana pun. Dua penguasa tua itu sudah saling mengenal selama lebih dari lima puluh tahun, sejak mereka masih menjadi putra dan putri muda di acara-acara resmi kerajaan yang membosankan, dan persahabatan setengah abad itu tidak memerlukan basa-basi resmi untuk menunjukkan dirinya.
“Kau terlihat lebih tua dari terakhir kali kita bertemu, Canis,” ucap Ratu Moana setelah melepaskan pelukannya, menatap wajah raja tua itu dengan tatapan seorang sahabat lama yang tidak perlu berbasa-basi.
“Dan kau terlihat lebih sehat dari yang diceritakan orang-orang di sekitarmu, Moana. Terlalu sehat, bahkan. Aku mendengar itu membuat banyak orang tidak bisa tidur nyenyak.” Raja Canis Major tersenyum kecil. “Termasuk orang-orang di kerajaanku sendiri.”
Meja besar di ruang pertemuan itu dipenuhi oleh bukti-bukti yang sudah tiba lebih dulu lewat jalur laut: dua buku besar gelap dari kapal Halvern, map berisi dokumen-dokumen asli dari ruang arsip rahasia, dan layar besar yang menampilkan foto-foto hasil pemindaian yang sudah disusun rapi oleh Josh sepanjang malam. Di sekeliling meja itu duduk lingkaran kecil orang-orang yang paling dipercaya di dua kerajaan: Ratu Moana, Raja Canis Major, Judas, Ara, Josh, dan dua penasihat tertua Ratu Moana yang sudah dia kenal lebih lama dari kebanyakan orang di istananya.
“Maka, inilah gambarnya secara lengkap,” ucap Judas, berdiri di sisi layar dengan penunjuk di tangannya, membuka pertemuan itu tanpa basa-basi. “Satu konspirasi dengan dua tangan. Baron di Monaghan, Lord Kanzel di Osmod, dan Grup Halvern sebagai mesin uangnya di tengah-tengah. Mereka menjalankan bisnis gelap di dua perairan selama lebih dari enam belas tahun, saling menutupi dari dua sisi laut, dengan pembayaran rutin dari Halvern kepada kode penerima B. yang sekarang sudah kami buktikan merujuk kepada Baron melalui catatan perintah operasi dari arsip rahasia Yang Mulia.”
Layar itu berganti, menampilkan tanda tangan penuh Lord Kanzel di izin resmi Halvern.
“Dan di Osmod, Lord Kanzel sudah merebut istana melalui kudeta malam ketika kami melarikan diri. Yang Mulia Raja Canis Major adalah saksi hidupnya, bersama dengan tanda tangan penuh Kanzel di dokumen-dokumen ini, kesaksian nahkoda kapal Halvern, dan kesaksian seorang nelayan di Osmod tentang dua mobil hitam yang menguntit mobil keluarga Tarrigan di malam kematian mereka.”
Ratu Moana mendengarkan semuanya dengan wajah yang tidak menunjukkan apa-apa, dengan jari-jarinya yang bertaut di atas meja, dengan matanya yang tidak berhenti bergerak mengikuti setiap bukti di layar. Dan ketika Judas selesai, wanita tua itu diam untuk waktu yang lama sebelum berbicara.
“Baron,” ucapnya akhirnya, dan nama itu keluar seperti nama penyakit yang sudah lama dia kenal. “Adik suamiku sendiri. Aku sudah mencurigainya selama bertahun-tahun, tapi mencurigai dan membuktikan adalah dua hal yang berbeda, dan dia selalu cukup pintar untuk tidak pernah meninggalkan bukti di tangannya sendiri.” Dia menatap Judas. “Tapi sekarang kau membawa bukti dari kerajaan lain yang menghubungkannya langsung ke mesin uang konspirasi ini. Dan itu, untuk pertama kalinya, cukup untuk bergerak.”
“Dengan satu masalah besar, Yang Mulia,” ucap Josh hati-hati. “Bukti kita kuat untuk Kanzel di Osmod, karena kita punya tanda tangannya di dokumen resmi. Tapi untuk Baron, semua bukti kita bersifat tidak langsung. Kode B. Catatan perintah operasi. Kesaksian orang-orang yang bisa dipatahkan oleh pengacaranya. Baron bukan orang sembarangan. Dia kerabat langsung keluarga kerajaan, dan menangkap kerabat langsung dengan bukti tidak langsung akan membelah istana menjadi dua. Sebagian pejabat tua masih berdiri di belakangnya karena takut, dan sebagian lagi karena dibayar.”
“Dan ada satu masalah yang lebih besar lagi,” tambah Judas, dan suaranya berubah menjadi lebih dingin. “Baron punya telinga di dalam istana ini. Orang yang melaporkan setiap pergerakan Nenek kepadanya, setiap jam, setiap hari. Selama orang itu masih berdiri di dalam tembok istana ini, setiap langkah yang kita rencanakan melawan Baron akan sampai ke telinganya sebelum langkah itu sempat kita jalankan.”
Ruangan itu hening sejenak. Ratu Moana menutup matanya sejenak, dan ketika dia membukanya kembali, sesuatu yang sangat tua dan sangat lelah lewat di wajahnya — kesedihan orang yang sudah tahu bahwa pengkhianatan selalu datang dari arah yang paling dekat.
“Aku sudah mencurigai adanya telinga itu sejak lama,” ucapnya pelan. “Terlalu banyak hal yang seharusnya rahasia sampai ke tempat-tempat yang salah. Tapi aku tidak pernah tahu siapa. Ada ratusan orang di istana ini, dan aku sudah terlalu tua untuk mencurigai setiap wajah yang menyapaku setiap pagi.”
“Kalau begitu kita tidak akan mencarinya satu per satu, Nek.” Judas menyeringai, dan seringai itu adalah seringai yang sudah dikenal oleh semua orang di ruangan itu. “Kita akan membuatnya menunjukkan dirinya sendiri. Kita akan menyiapkan sebuah informasi yang begitu menarik sehingga orang itu tidak akan tahan untuk tidak menyampaikannya kepada Baron. Dan kita akan menunggu di ujung jalur informasi itu dengan kamera dan saksi-saksi.”
“Perangkap,” ucap Ratu Moana.
“Perangkap untuk tikus yang sudah terlalu lama merasa aman di dalam temboknya sendiri.” Judas menatap ke sekeliling meja itu. “Dan untuk perangkap ini, kita membutuhkan informasi palsu yang sempurna. Sesuatu yang terdengar sangat rahasia, sangat berbahaya bagi Baron, dan sangat mendesak untuk disampaikan secepat mungkin. Aku sudah punya idenya.”
Raja Canis Major, yang sejak tadi mendengarkan dalam keheningan, berbicara untuk pertama kalinya. “Dan selagi kalian membersihkan rumah kalian di Monaghan, aku harus memikirkan rumahku sendiri. Kanzel menguasai istana dan pasukan Osmod. Aku tidak bisa merebutnya kembali dengan surat dan pidato.”
“Yang Mulia tidak perlu merebutnya sendirian,” jawab Ratu Moana, menatap sahabat lamanya itu. “Monaghan akan berdiri di belakang Osmod yang sah. Tapi tidak dengan pasukan, Canis — pasukan Monaghan di tanah Osmod akan memicu perang dua kerajaan, dan itu justru yang diinginkan oleh orang-orang seperti Kanzel dan Baron. Kita akan menggunakan cara yang lebih tua dan lebih kuat dari pasukan: bukti yang tidak bisa dibantah, disampaikan ke setiap kerajaan sahabat dan setiap lembaga internasional yang mengawasi perairan kita. Kudeta yang didukung bukti hanya akan bertahan selama bukti itu tidak keluar ke cahaya. Dan kita punya cahaya yang sangat terang di meja ini.”
“Kita punya lebih dari cahaya, Nek.” Judas menatap neneknya dengan tatapan yang sudah dia susun jauh-jauh hari. “Kita punya Baron yang masih merasa aman. Dan orang yang merasa aman selalu melakukan kesalahan yang sama: mereka berhenti menghitung orang-orang yang sudah mereka remehkan.”