Informasi palsu itu disebarkan tiga hari kemudian, melalui sebuah jalur yang dirancang dengan sangat hati-hati oleh Judas dan Josh.
Isinya sederhana dan mematikan: bahwa Raja Canis Major, yang sedang dalam perlindungan kerajaan Monaghan, telah merekam kesaksian lengkapnya tentang kudeta Kanzel dan konspirasi dua kerajaan, dan bahwa rekaman itu — beserta dokumen-dokumen asli dari ruang arsip — akan diserahkan kepada sidang gabungan kerajaan-kerajaan sahabat di kota pelabuhan Vestra, empat hari kemudian, dibawa oleh delegasi kecil yang dipimpin langsung oleh Ratu Moana dengan pengawalan minimum agar tidak menarik perhatian.
Informasi itu tidak diberitahukan kepada siapa pun secara resmi. Informasi itu hanya “bocor” melalui satu percakapan tertutup antara Ratu Moana dan dua penasihat tertuanya di ruang kerjanya — percakapan yang bisa didengar, dengan perangkat yang sudah dipasang Josh berminggu-minggu sebelumnya, oleh siapa pun yang memiliki akses ke jalur komunikasi internal istana.
Lalu mereka menunggu dan mengawasi.
Menunggu adalah bagian yang paling dibenci Judas dari semua pekerjaan yang pernah dia lakukan. Menembak, bernegosiasi, mengintimidasi, semua itu bisa dia lakukan dengan mata tertutup. Tapi menunggu seekor tikus keluar dari lubangnya membutuhkan jenis kesabaran yang berbeda, dan Judas menghabiskan tiga hari itu dengan berjalan mondar-mandir di kantornya seperti singa di dalam kandang. Dua kali mereka hampir salah membaca situasi: pertama ketika seorang kepala pelayan meninggalkan istana larut malam untuk menjenguk ibunya yang sakit — alarm palsu yang menghabiskan empat jam pengawasan. Kedua, ketika seorang pejabat muda tertangkap mengirimkan pesan tersembunyi kepada kekasih gelapnya — skandal kecil yang sama sekali tidak berhubungan dengan Baron.
Setiap jalur komunikasi keluar dari istana dipantau. Setiap pergerakan pejabat tinggi dicatat. Setiap kendaraan yang meninggalkan area istana setelah jam kerja diikuti oleh orang-orang Josh yang sudah ditempatkan sejak dua hari sebelumnya. Tiga hari penuh mereka menunggu dengan kesabaran para pemburu yang sudah tahu bahwa mangsanya pasti akan keluar, dan pada malam ketiga, tikus itu akhirnya bergerak.
Bukan melalui telepon. Terlalu pintar untuk itu. Tikus itu bergerak secara fisik, dengan sebuah mobil dinas kecil yang meninggalkan istana lewat gerbang samping tepat setelah tengah malam, meluncur ke arah distrik gudang di utara Nemville — distrik yang sama yang sudah mereka kenal dari penyelidikan Karisma Offshore — dan berhenti di depan sebuah kantor kecil tanpa nama yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas.
Josh dan dua serdadunya sudah menunggu di sana sejak enam jam sebelumnya, di dalam kantor yang sudah mereka kuasai diam-diam sejak sore.
Dan ketika tikus itu masuk ke dalam ruangan dan menyalakan lampu meja untuk menulis pesannya — pesan tangan, karena orang-orang tua yang berpengalaman tidak pernah mempercayai alat elektronik untuk hal-hal yang paling berbahaya — cahaya ruangan menyala serentak, dan Josh berdiri di depannya dengan kamera yang masih merekam dan dua serdadu di dua sisi pintu.
“Selamat malam, Yang Terhormat Perdana Menteri,” ucap Josh dengan sopan santun yang sudah menjadi ciri khasnya. “Ratu Moana mengirimkan salamnya, dan sebuah pertanyaan kecil: sudah berapa lama Anda menulis laporan-laporan seperti ini untuk Tuan Baron?”
Perdana Menteri kerajaan Monaghan — pria yang sudah dua belas tahun menjadi tangan kanan Ratu Moana, yang namanya dijaga bersih dari semua penyelidikan selama ini, yang bahkan diizinkan menghadiri pertemuan-pertemuan paling rahasia — berdiri kaku di depan meja itu dengan pena masih di tangannya dan wajah yang sudah kehilangan seluruh warnanya dalam waktu kurang dari satu detik.
“Aku ... ini bukan seperti yang kau kira, Josh. Aku bisa menjelaskan—”
“Anda bisa menjelaskannya kepada Ratu Moana langsung,” jawab Josh, mengambil kertas yang baru separuh ditulis itu dari atas meja dan membacanya sekilas sebelum memasukkannya ke dalam map bukti. “Tapi saya rasa penjelasan apa pun akan sulit untuk bersaing dengan tiga tahun catatan komunikasi Anda dengan kantor kecil ini, yang sudah kami kumpulkan jauh sebelum malam ini. Anda tahu, Yang Terhormat, kami tidak pernah menuduh tanpa bukti di rumah ini. Kami hanya menunggu sampai Anda cukup nyaman untuk menandatangani bukti terakhirnya dengan tangan Anda sendiri.”
Sang Perdana Menteri jatuh ke kursinya seperti orang yang kakinya sudah tidak sanggup lagi menahan tubuhnya, dan tidak mengucapkan satu kata pun lagi ketika dua serdadu itu membawanya keluar.
Di dalam mobil yang membawanya kembali ke istana, pria yang sudah dua belas tahun menjadi orang nomor dua di kerajaan itu akhirnya berbicara, hanya satu kalimat, kepada Josh yang duduk di seberangnya, dengan suara yang sudah tidak lagi mengandung apa pun selain kelelahan yang paling dalam.
“Kalian tidak akan pernah mengerti, Josh. Aku melakukannya bukan karena uang. Baron mengetahui sesuatu tentang keluargaku, sesuatu dari masa lalu yang bisa menghancurkan mereka semua. Dan dia menahannya di atas kepalaku seperti pedang yang tidak pernah turun, selama dua belas tahun.”
Josh menatapnya tanpa menjawab, karena dia sudah belajar bahwa hampir semua pengkhianat di dunia ini punya kalimat pembenarannya masing-masing, dan tidak ada satu pun dari kalimat-kalimat itu yang bisa mengembalikan kepercayaan yang sudah mereka jual. Tapi dia mencatatnya, seperti dia selalu mencatat segalanya, karena suatu hari nanti kalimat itu mungkin akan berguna di ruangan yang tepat.
Di ruang kerjanya, dua jam kemudian, Ratu Moana membaca laporan Josh dalam keheningan yang panjang. Dua belas tahun. Orang itu sudah dua belas tahun duduk di sisinya, menyusun dokumen-dokumen kerajaan, mendengarkan rahasia-rahasia negara, menerima kepercayaan yang hanya diberikan kepada segelintir orang — dan selama itu pula, setiap potongan kepercayaan itu disalurkannya kepada Baron.
“Aku membesarkannya dari seorang pegawai kecil,” ucap Ratu Moana pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada Judas yang berdiri di sisinya. “Dua belas tahun, Jud. Dia bahkan menemaniku di pemakaman suamiku.”
“Pengkhianatan tidak pernah mengenal lamanya pengabdian, Nek. Hanya mengenal besarnya tawaran di meja sebelah.” Judas menatap laporan itu dengan mata yang dingin. “Yang penting sekarang bukan berapa lama dia mengkhianatimu. Yang penting adalah bahwa Baron baru saja kehilangan matanya di dalam istana ini. Dan orang yang kehilangan matanya akan bergerak lebih buta dari biasanya — dan lebih berbahaya.”
“Kau benar.” Ratu Moana mengangkat wajahnya, dan kelelahan di wajahnya sudah digantikan oleh sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih keras. “Kalau Baron sudah buta, maka sekarang adalah waktu untuk bergerak. Tangkap dia, Jud. Malam ini juga, sebelum dia menyadari bahwa telinganya sudah dipotong. Dengan bukti-bukti dari Osmod, kesaksian Raja Canis Major, dan pengakuan Perdana Menteri yang sudah mulai bernyanyi sejak satu jam yang lalu, aku akhirnya punya semua yang kubutuhkan untuk menurunkannya tanpa membelah istana.”
Judas menyeringai. Seringai pemburu yang sudah lama tidak dipakainya.
“Perintahkan saja, Nek. Dan aku akan membawanya ke hadapanmu sebelum matahari terbit.”
Ratu Moana menatap cucunya lama, dan untuk sesaat, di mata wanita tua itu, Judas melihat sesuatu yang jarang dia tunjukkan kepada siapa pun: keraguan yang jujur.
“Baron adalah adik suamiku, Jud. Adik satu-satunya yang tersisa dari keluarga suamiku. Kalau kau menangkapnya malam ini, aku akan menjadi ratu yang menyeret kerabat darahnya sendiri ke pengadilan, dan itu akan mengubah banyak hal di istana ini untuk waktu yang sangat lama.”
“Aku tahu, Nek.” Judas menjawab dengan suara yang lebih lembut dari biasanya. “Tapi dia berhenti menjadi kerabatmu pada hari dia memutuskan untuk menjadi musuhmu. Dan aku akan memastikan dia sampai ke pengadilanmu dengan hidup dan dengan semua buktinya, supaya yang menghukumnya nanti adalah hukum, bukan kita. Itu satu-satunya cara yang benar untuk menyelesaikannya.”
Ratu Moana mengangguk pelan, dan tangannya menandatangani surat perintah penangkapan itu dengan goresan yang tegas.