Sinar kuning ke emasan memancar
dari arah timur, menandakan begitu
cerahnya pagi ini, se cerah hati Risma
yang akan segera di pinang.
Pagi-pagi Zuli sudah datang ke rumah
Risma, mereka sedang asik berunding
untuk acara esok lusa. Dan sesuai
rencana mereka pagi ini akan pergi
belanja keperluan Risma. Setelah
menunggu sebentar,Risma pun sudah
siap dan mereka berdua melangkah
keluar.
"Pep...pep..."
Mereka berdua di kagetkan dengan
suara klacson mobil. Ya mobil Bagas
berhenti tepat di hadapan mereka,
mereka kaget karena Bagas datang
dengan tidak memberi kabar sebelumya.
Bagas memang sengaja tidak memberi
tau Risma terlebih dahulu,dia langsung
datang dan ingin mengajak Risma
belanja.
" Mas Bagas...bikin kaget aja"
Ucap Risma setelah Bagas membuka
pintu mobil dan keluar menghampiri
mereka berdua.
"Kalian sudah rapi , mau ke mana dek?"
Tanya Bagas sambil meraih tangan
Risma.
"Aku mau nemenin Risma belanja
keperluanya..tapi kalau mas Bagas nya
udah datang,ya udah kalian berdua aja
pergi belanjanya " jawab Zuli sambil
tersenyum.
" Kebetulan sekali,aku kesini pagi-pagi
gini juga karena mau ajak dek Risma
belanja... kalau begitu, ayok kita
berangkat"
"Udah kalian berdua aja,aku g mau
jadi nyamuk ah..." imbuh Zuli.
" Gak...kamu tetep ikut Zul...temenin
aku.."
" Iya Zul...kamu harus ikut,bantu
sahabatmu ini memilih apa yang
cocok dan pas buat dia...ya kan
sayang?" Ucap Bagas sambil
merangkul mesra kekasihnya,yang
membuat tersenyum..
" Dheeemmmm..." Zuli yang pura
pura batuk.
" Nunggu apa lagi...Zul ayok silahkan
masuk dan kamu tuan putriku
silahkan duduk di depan sayang.."
Sambil menggandeng tangan Risma
dan membukakan pintu mobil sebelah
kiri.
Ya pagi ini memang Bagas sengaja
bawa mobil, karena mereka mau belanja.
Mobil Bagas melaju meninggalkan
halama rumah Risma,yang sebelumnya
tadi mereka tak lupa berpamitan dengan
mama dan bapaknya Risma.
Obrolan dan candaan mewarnai perja-
lanan mereka,Zuli yang duduk di kursi
belakang ikut tersenyum melihat
kemesraan mereka berdua. Se olah
mereka hanya berdua dan tak
mengiharuakan Zuli. Tangan kiri Bagas
dengan lembut meraih jemari tangan
kanan Risma, jemari-jemari mereka
bersatu dan saling mengeratkan
genggaman,..
Yach layaknya dua insan yang sedang
di mabuk cinta, hati keduanya sedang
berbunga -bunga.
Sekitar satu jam perjalanan,akhirnya
mereka bertiga sampai di satu pusat
perbelanjaan terbesar di kotanya.
Bagas memarkirkan mobilnya,dan
mereka bertiga turun dan meninggalkan
tempat parkiran menuju Salah satu
pintu masuk.
"Kita ke atas aja dulu sayang.."
kata Bagas sambil menggandeng tangan
Risma dan melangkah menuju lift,yang
di samping Risma ada Zuli yang setia
menemani.
Pintu lift terbuka dan mereka mereka
masuk,Bagas menekan tombol angka
4. Yach di mall ini memang lantai
empat adalah tempat gallery- gallery
barang-barang mewah.
Mereka masuk ke salah satu gallery
yang cukup ramai,Dan mereka di sambut
ramah oleh pelayannya.
" Silahkan Mba...mas..."
Ucap Salah satu pelayan yang berdiri
di samping pintu.
" Heeemmmm...cantik cantik sekali
gaunya Ris...ayok kamu pilih yang
mana? "
" Yang mana Zul...aku bingung,semua
bagus-bagus,tapi lihat harganya sangat
mahal, ".. kataku sambil sedikit berbisik.
" Giman kalau yang ini Ris..?"
Zuli menunjuk ke satu gaun yang terlalu
mewah menurutku,warnanya merah
muda,dengan fayet -fayet.
" Ah jangan yang itu Zul...gimana kalau
yang ini aja.." sambil ku tunjukan
gaun warna moca, dengan hiasan
sedikit renda di bagian depan,memang
terlihat simple, tapi lebih elegan.
"Ris...tapi kan gak senada ntar sama
dekornya say...?"
" Ya udah kalau yang ini gimana...
ini warnanya sesuai kan?"
" Ya ini lebih bagus.."
"Sayang jangan cuma satu belinya,
sekalian tas sama sepatunya juga,
pilih yang kamu suka,dan ingat jangan
cuma satu,sekalian buat barang bawaan
besok. Pilih yang paling kamu suka"
Kata Bagas sambil mendekati mereka
berdua yang sedang sibuk memilih.
Setelah selesai dan mendapatkan gaun
yang pas,sekarang ku lanjut memilih
sepatu yang sesuai dengan warna gaun
serta pas dan nyaman di pakai, Zuli
yang terus setia membnatu memilihkan.
Tas warna senada dengan ukuran
kecil yang aku pilih,dan lagi-lagi mas
Bagas menghampiri dan langsung
meminta sama Mba pelayan untuk
mengambilkan satu lagi dengan warna
yang berbeda. Dan akhirnya kami selesai
dengan satu gallery ini.
Kami keluar setelah mas Bagas menye-
lesaikan pembayaran di kasir.
Kami keluar dengan menenteng barang
-barang yang kami beli.
Kami melangkah keluar dan mas Bagas
mengajak kami ke tempat make up.
" Kamu pilih yang kamu mau sayang..."
Ucap Bagas sambil membawa kami
masuk ke toko make up yang lengkap.
Dan setelah selesai dan mas Bagas
lagi- lagi yang menyerahkan kartu
debitnya ke kasir.
Dan kamipun keluar..
" Laper ah..yuk kita cari makanan dulu"
ajak Bagas.
"Kayaknya makanan di lantai tiga deh,
sekalian kita turun kalau dah gak ada
lagi yang mau di beli di sini"
Sahut Zuli..
" Oh ya...bentar hampir lupa,
kita beli cincin dulu ntar
baru kita isi perut kita,gimana??"
Tanya Bagas lagi...
" Bukannya mas udah kasih adek
cincin,kenapa musti beli lagi mas?"
" Yang kemarin itu cuma hadiah
kecil sebagai tanda CINTA mas ke
adek, kalau yang sekarang kita beli
yang capelan buat tanda ikatan sayang."
" Heeemmmm...terserah mas aja deh"
" Tapi mas maunya yang bukan terbuat
dari emas sayang...karena laki-laki kan
gak boleh pakai perhiasan yang terbuat
dari emas" imbuh mas Bagas
" Ok. adek ngikut aja..."
" Maaf mas coba yang ini.."
ucapku sambil menunjuk sepasang
cincin dengan hiasa permata satu
dengan model rata dan simpel.
Aku coba memakainya,dan ternyata
pas di jariku, begitu juga yang buat
mas Bagas juga pas di jarinya.
Aku memilih sesuai keinginan mas
Bagas yang bukan terbuat dari emas,
tapi aku pilih yang dari perak.
Sementara Zuli yang juga ikut memper-
hatikan dan melihat cincin itu spontan
berkata.."cantik banget cincinya,
sangat cocok buat kalian aku rasa."
" Ya udah mas...kami pilih yang ini."
Ucap mas Bagas sambil menyodorkan
cincin yang mereka pilih. Tanpa waktu
lama kamipun sudah mendapatkan
yang cincin yang kami cari. Dan kami
pun bergegas melangkah menuju lift,
untuk turun ke lantai tiga. Karena
rasanya cacing di dalam perut sudah
dari tadi minta makanan.
Kami keluar dari lift dan sudah di lantai
tiga,kami langsung menuju tempat
makan yang bertuliskan 'Burger King '
Ya kami mau makan yang gampang
dan cepet aja ,yang gak harus nunggu
lama, " sayang kamu mau burger apa?
ayam atau daging?"
" Aku burger ayam aja mas,di tambah
salad sayur.." jawabku.
" Kamu Zul mau apa?"
" Aku burger daging tambah salad sayur
juga dan minumnya pepsi " jawab Zuli.
Mas Bagas pun bergegas melangkah
memesan makanan,dan kami berdua
mencari meja kosong,yach kami
meja yang di sudut belakang.
Sejenak kami duduk,mas Bagas pun
datang dan duduk di kursi sebelahku.
Sambil kami menunggu pesanan,mas
Bagas terlihat menelpon seseorang,
yang terdengar samar seperti suara
Rudi kekasih Zuli.
" Gimana Bro..bisa datang sekarang
gak? kalau bisa cepet kami tunggu
di sini nih "
Ya aku segera meluncur tunggu dan
jagain pacar gue ya...awas sampai
di lirik orang.
"Hahahha..." tawa Bagas sambil
menutup ponselnya.
Tak lama kemudian pesanan kami
datang,dan kami segera menyantapnya.
" Kita tunggu Rudi dulu ya..."
ucap Bagas, Dan kami masih tetap
duduk meski makanan kami sudah
semuanya masuk ke perut.
Kurang lebih 15 menit setelah kami
menunggu...munculah Rudi . Dan kami
berempat bergegas meninggalkan
tempat kami makan.
" Gimana kabar sayang..." tanya Rudi
ke Zuli.
" Baik say..."
" Gimana kabar Ris?"
" Baik.." jawabku singkat.
"Ada film bagus bagus hari ini,
ntar jam tiga sore, gimana kita nonton
bareng?" ajak Rudi..
" Ok. Siapa takut Bro." jawab Bagas.
Bersambung...