Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Bhre Anggrayni
Maira Solossa, 34 tahun, pilot perintis maskapai kecil yang menerbangkan Pilatus PC-6 Porter dari kota kecil di kaki pegunungan menuju puluhan airstrip pedalaman—landasan tanah dan rumput sepanjang 400 meter yang miring di lereng gunung, hanya bisa didarati satu arah dan lepas landas satu arah, tanpa opsi memutar. Penerbangan perintis adalah satu-satunya tali pusar desa-desa itu ke dunia luar: beras, vaksin, guru, pasien yang sekarat, jenazah yang pulang. Tidak ada menara kontrol, tidak ada radar; yang ada hanya radio HF berdesir, laporan cuaca dari guru SD lewat telepon satelit, dan insting membaca awan yang tumbuh menutup lembah dalam hitungan menit. Maira pindah ke pedalaman bukan untuk pahlawan—ia lari dari sebuah investigasi kecelakaan di Jawa tiga tahun lalu, ketika pesawat yang ia ko-pilot-i menabrak bukit dalam kabut dan sembilan orang tewas, termasuk kapten yang ia bela mati-matian di sidang. Verdict resmi menyalahkan cuaca; hati Maira menyalahkan dirinya yang diam ketika seharusnya menyuruh putar balik. Di pedalaman, ia menemukan penebusan yang salah jenis: ia menjadi pilot paling berani sekaligus paling nekat di basis, mengambil penerbangan yang ditolak orang lain karena di tiap kursi kosong ia melihat nyawa yang dulu tak ia selamatkan. Ketika sebuah longsor mengubur sebagian desa di hulu dan jalur darat putus selama berbulan-bulan, Porter tua Maira menjadi satu-satunya jembatan udara—dan ia dipaksa memilih, berulang kali, siapa yang terbang lebih dulu dan siapa yang menunggu giliran yang mungkin tak pernah datang. Membumi pada fisika terbang gunung, ekonomi avtur yang ditakar liter demi liter, politik bantuan, dan beban moral seorang manusia biasa yang kebetulan memegang kemudi satu-satunya sayap di lembah itu.
Karena kamu suka Aviation · Adventure, mungkin kamu suka ini juga:
Rangga Saputra
Adventure · Misteri & Thriller