Usai meminta maaf, Lusi berlari ke markas yang biasa di tempati oleh kakaknya. Ia tidak bisa menerima ini! Berlutut di hadapan gadis yang sangat ia benci adalah penghinaan baginya.
"Kakak!" panggil Lusi membentak.
Fardo menoleh.
"Kak, Kila udah maksa aku buat berlutut di depan dia. Aku nggak suka, Kak. Aku dihina." Lusi memulai dramanya. Ia pura-pura menangis pilu. "Kila ngomong kasar banget ke aku. Dia ngata-ngatain aku yang enggak-enggak. Dia bilang kalau aku anak haram yang dibuang sama orang tua. Aku sakit hati Kak."
"s**l! Makin hari makin nyolot aja itu anak!"
"Dia udah kelewat batas Kak. Bukan nyolot lagi." Lusi kembali menangis. "Aku udah nasehatin dia berkali-kali, Kak. Tapi Kila gak peduli. Dia tetep menghina aku. Aku nggak tau harus apa lagi, Kak. Tolongin aku,"
"P