Naufal menjauhkan tubuhnya dari Lusi. Ia sungguh tidak percaya apa yang ia lakukan tadi. Tapi demi Kila, ia rela melakukan apapun agar Gadisnya mendapat pendonor.
"A--aku mau pulang." Lusi berjalan melewati Naufal, namun lengannya dipegang.
"Aku mohon, jadi pendonor darah buat Kila."
Permintaan Naufal membuat Lusi bimbang. Dia yang menyuruh kakaknya untuk menusuk Kila, masa iya dia menjadi pendonor darah untuk Gadis itu?
"A--aku punya penyakit, Fal. Aku nggak bisa." bohong Lusi.
"Kamu bohong, Lus. Untuk kedua kalinya kamu bohong ke aku. Apa kamu gak cinta sama aku?"
Naufal hari ini berbeda di mata Lusi. Cowok itu memakai sebutan aku-kamu, Naufal juga menciumnya dan juga tatapannya meneduhkan, berbeda seperti biasanya. "Kalau aku nggak cinta kamu, aku bakal gak mau pacaran sama