"Shinta! Angga!"
Suara bentakan menggelegar. Jelas, Mereka mengetahui siapa pemilik suara itu.
Angga terkesiap. Dia menjauhkan tubuhnya dari Shinta begitupun sebaliknya.
"Baru kemarin Icha meninggal, tapi kalian berani ngelakuin kayak gini. Kalian berdua sampah. Sama-sama busuknya."
Kila lantas melayangkan tamparan ke rahang tegas Angga. "Gue yakin, kalau Icha masih hidup dan liat kalian sedekat itu, dia bakal tampar lo."
"Kalian berdua enggak merasa berdosa apa? Penyebab utama dia bunuh diri itu kalian."
"Gue kecewa sama lo, Al. Iya, gue emang salah dan orang pertama yang bikin Icha depresi. Gue mau selesain masalah ini baik-baik. Sekarang gue nemuin Angga buat minta putus, tapi dia malah..." Shinta menjeda. Ia menggeleng pelan. "Please, Al. Bisa enggak, sih, lo hapus foto y