"Alesha, Kamu di mana, Nak?" Glen mengelilingi setiap sudut rumah. Ia mencari-cari orang yang barusan dia sebut namanya.
Hasil tetap nihil. Putrinya tidak kelihatan sama sekali.
Glen baru ingat. Kamar Arkan belum dia cek. Siapa tahu, Alesha ada di sana.
"Al--" ucapan Glen terhenti tepat saat mendapati Arkan sedang menangis seraya memeluk bingkai foto. Glen sudah mengetahui kalau foto itu adalah foto Sheina dan Arkan ketika masih kecil. Ia mengenalinya lewat warna bingkai tersebut.
Glen memegang pundak Arkan membuat si empunya menengok.
Arkan buru-buru mengusap air mata yang membasahi sebagian wajahnya. Ah, memalukan sekali. Tidak tahu semenjak kapan Glen ada di sini. Dia kemudian meletakkan foto tersebut di sampingnya.
"Om butuh sesuatu?"
"Saya tahu kamu merindukan Sheina.