“Mama…” panggil Katrina.
“Iya, sayang?” Jovanka menatap putrinya sambil tersenyum.
“Apakah Mama masih ingin hidup bersama om Abizar?” tanya Katrina tiba-tiba. Matanya yang bening menatap dalam wajah ibunya yang cantik.
“Kenapa kau bertanya seperti itu, sayang?” tanya Jovanka.
“Gak kok Ma, mau tanya saja. Mama pulang cepat, kan?” ucap Katrina.
“Iya, sayang. Mama pasti akan pulang cepat. Kamu jangan lupa belajar, ya? Mama sayang padamu,” ucap Jovanka sambil meranjak dan menganvbul tasnya lalu melangkah keluar kamar. Katrina mengikuti ibunya. Cindy yang sedang duduk sambil menonton televisi menatap Jovanka sambil meneggelng.
“Kau mau ke mana lagi, sih. Lihatlah putrimu mengikutimu,” tegur Cindy.
Jovanka hanya mengerling ke arah Cindy sebentar lalu menatap anaknya.
“Sayang, mama pergi