Mobil melaju perlahan di tengah ramainya jalan raya kota. Abizar dengan fokus menyetir sementara Jelita duduk sambil memangku bayinya di samping Abizar. Pria itu sesekali melirik ke arah istrinya tapi yang dilirik hanya sibuk memandangi bayinya.
Tidak ada yang berani memulai pembicaraan, Jelita hanya terdiam sedangkan Abizar merasa ragu untuk memulai kata. Sampai di menit 30 perjalanan, tidak ada satu kata pun terlontar dari mulut mereka. Mobil terus melaju pelan, Abizar benar-benar hanya ingin menikmati kota dengan berkeliling tanpa arah tujuan.
“Jelita….” Akhirnya Abizar membuka suara.
Jelita menoleh ke arahnya, menatapnya sebentar lalu kembali memandang ke arah jendela.
“Apa kau merasa bosan?” tanya Abizar, pertanyaan macam apa itu? kau ini benar-benar payah Abizar?! gerutu hatinya