Mira kembali ke rumah sakit beberapa hari kemudian untuk menghadiri sesi umpan balik layanan yang terbuka bagi masyarakat. Ia datang sebagai peserta, bukan pasien, dan urusan perawatannya telah lama ditutup. Rio hadir sebagai direktur untuk membuka acara, lalu menyerahkan pembicaraan kepada tim yang mengelola sesi.
Setelah acara, Mira menghampiri Rio. Ia berterima kasih karena rumah sakit menanggapi masukan pengunjung. Rio mendengarkan dan mencatat beberapa hal yang bisa diteruskan kepada bagian terkait. Mereka tidak berbicara tentang masa lalu yang sensitif atau mengubah pertemuan menjadi hubungan pribadi.
"Saya tidak ingin merepotkan," ujar Mira.
"Memberi masukan bukan merepotkan. Tapi saya mungkin tidak dapat menangani langsung. Saya akan meneruskannya ke bagian yang tepat."
Mira menghargai jawaban itu. Ia menyebut beberapa hal sederhana yang membuat orang merasa lebih mudah mencari bantuan. Rio mencatat dan mengatakan ia akan memastikan ada tindak lanjut. Setelah itu mereka berpisah di lobi.
***
Rio membawa catatan tersebut ke rapat internal. Ia tidak menyebut nama Mira, hanya menyampaikan masukan sebagai bagian dari umpan balik. Tim menyepakati beberapa perubahan kecil pada papan informasi. Rio merasa pekerjaannya sebagai direktur dapat membantu orang tanpa harus kembali melakukan operasi.
Renaldy bertanya apakah ia mulai merasa berguna lagi. Rio menjawab kadang-kadang. Ia masih menghindari beberapa koridor, namun ia bisa membuat keputusan yang bermanfaat untuk rumah sakit.
"Lo enggak harus jadi orang yang sama seperti sebelum Kiran," kata Renaldy.
Rio membalas bahwa ia belum tahu ingin menjadi siapa. Renaldy berkata mereka bisa membiarkan jawaban itu belum ada.
***
Beberapa hari kemudian, Rio melihat Mira di kafe dekat rumah sakit, bukan di area pelayanan. Ia ragu menyapa karena tak ingin membuatnya merasa wajib berinteraksi. Mira yang lebih dulu mengangguk. Rio membalas dan bertanya apakah kursi di seberangnya kosong. Mira berkata ia sedang menunggu pesanan, tetapi ia boleh duduk.
Mereka berbicara singkat tentang acara dan pekerjaan umum. Mira tidak memuji Rio berlebihan. Ia bercerita bahwa ia menyukai musik instrumental dan sedang belajar memainkan beberapa lagu sederhana. Rio mendengarkan. Ia tidak menghubungkan kata "melody" atau musik dengan takdir; percakapan itu hanya percakapan biasa.
Ketika pesanan Mira datang, Rio berdiri dan pamit. Ia tidak meminta nomor atau membuat rencana lanjutan. Mira mengucapkan sampai jumpa, namun tidak ada janji.
Dalam perjalanan pulang, Rio merasa bersalah lagi. Ia berhenti sejenak, lalu mengingat bahwa ia tidak mengkhianati Kiran hanya karena berbicara dengan seseorang. Ia belum membangun hubungan baru. Ia sedang belajar bahwa dunia tetap berisi orang lain, dan ia boleh mengenal mereka dengan batas yang jujur.
Sesi umpan balik rumah sakit berlangsung di ruang pertemuan terbuka. Mira hadir sebagai anggota masyarakat yang memberi masukan, bukan pasien aktif. Rio membuka acara lalu menyerahkan pembicaraan kepada tim administrasi. Ia tidak duduk di samping Mira atau menunjukkan kedekatan khusus.
Mira menyampaikan bahwa pengunjung sering bingung mencari bagian yang tepat. Ia memberi contoh umum tanpa menyebut kisah dirinya. Tim mencatat masukan dan berjanji meninjau papan informasi.
***
Setelah sesi, Rio bertanya apakah Mira bersedia menjelaskan satu hal lebih lanjut. Ia meminta izin untuk mencatat. Mira menjelaskan bahwa tanda arah yang terlalu banyak dapat membingungkan. Rio mendengarkan dan berkata ia akan meneruskannya kepada staf terkait.
Mira bertanya apakah Rio selalu bekerja terlalu lama. Ia menjawab dulu begitu, sekarang sedang membatasi jam kerja. Ia belum kembali mengoperasi, tetapi tetap menjalankan fungsi direktur.
Mira tidak memuji atau mengasihani. Ia hanya berkata perubahan itu terdengar berat. Rio menjawab memang berat.
***
Mereka minum teh di kafe setelah urusan acara selesai. Rio memastikan Mira tidak keberatan duduk bersama. Ia juga menyebut dirinya kini tidak terlibat dalam perawatan Mira dan hubungan pelayanan sudah selesai. Mira berkata ia tahu, dan ingin pertemuan tetap santai.
Mereka membicarakan musik dan buku. Mira belajar memainkan lagu sederhana, Rio menyukai musik tetapi jarang memainkannya. Ia tidak membuat perbandingan dengan Kiran. Ia bertanya bagaimana Mira memilih lagu.
Mira berkata ia sering mengulang sampai merasa nyaman. Rio menanggapi bahwa ia juga dulu mengulang prosedur sebelum operasi, tetapi kini ia belum siap kembali ke situ. Mira bertanya apakah ia ingin bicara tentang Kiran. Rio menjawab tidak hari itu. Mira mengalihkan topik.
***
Ketika mereka berpisah, Rio berterima kasih atas percakapan tersebut. Mira menjawab ia juga senang. Tidak ada pertukaran nomor pribadi malam itu; mereka sudah bertemu dalam konteks kegiatan rumah sakit dan memilih membiarkannya berakhir di sana.
Rio pulang dengan perasaan ringan. Ia tidak merasa harus melakukan tindak lanjut. Ia mulai memahami batas profesional bukan hanya larangan, melainkan cara memastikan keduanya bebas memilih tanpa rasa berutang.
Ia tidak siap menjalin hubungan, tetapi ia tidak lagi takut berbicara dengan orang baru. Ia dapat berhenti pada satu teh dan satu percakapan.
Rio menyampaikan masukan Mira dalam rapat tanpa menyebut namanya atau riwayat perawatannya. Ia membahas papan informasi, posisi petugas, dan cara menjelaskan alur kepada pengunjung.
***
Seorang staf bertanya apakah perubahan itu berasal dari keluhan pasien tertentu. Rio menjawab masukan berasal dari sesi terbuka dan tidak akan membagikan identitas pemberi masukan. Staf itu memahami.
Mereka menetapkan tindak lanjut dan tanggal evaluasi. Rio memastikan masukan tidak hilang setelah rapat. Ia merasa pekerjaannya dapat menghasilkan perubahan kecil yang nyata.
***
Di kafe, Mira bertanya apakah masukan yang ia berikan akan dipakai. Rio menjawab tim sedang menguji beberapa hal dan akan mengumpulkan masukan lanjutan. Ia tidak menjanjikan semua saran diterapkan.
Mira berkata ia mengerti. Ia tidak mengharapkan layanan khusus karena pernah dibantu Rio. Mereka membahas musik setelah itu. Rio merasa percakapan mereka semakin setara karena tidak dibangun di atas janji atau rasa terima kasih.
Setelah minum teh, Mira bertanya apakah Rio ingin membicarakan Kiran. Rio menjawab belum. Mira mengalihkan topik tanpa membuatnya merasa bersalah.
***
Mereka membicarakan buku yang sedang dibaca Mira. Rio bertanya judulnya dan menyimpan nama itu untuk dicari sendiri, bukan untuk membuat Mira merasa ia harus mengajarinya.
=