Keesokan minggu, Rio memimpin rapat direktur di rumah sakit. Sebuah agenda membahas jadwal operasi membuat jantungnya berdetak cepat. Ia tetap berada di ruang rapat, namun meminta Rama menjelaskan kebutuhan tenaga medis. Rio tidak mengambil bagian dalam keputusan klinis.
Setelah rapat, ia berjalan melewati koridor lama. Ia berhenti di dekat pintu ruang operasi, merasakan telapak tangannya berkeringat. Renaldy muncul dan bertanya apakah ia ingin kembali ke kantor atau keluar sebentar.
"Keluar sebentar," jawab Rio.
Mereka berdiri di taman kecil. Renaldy berkata Rio tidak perlu menguji dirinya dengan melewati koridor itu berulang kali. Rio menjawab ia harus bekerja di rumah sakit, tetapi ia tidak ingin menghindari semua ruang selamanya.
"Lo bisa memilih kapan dan dengan siapa," kata Renaldy.
***
Rio menjalankan beberapa tugas administrasi di ruang lain. Ia memimpin rapat singkat mengenai fasilitas dan menyerahkan urusan klinis kepada kepala unit. Ia kembali merasa berguna, meski tidak melakukan tindakan operasi.
Mira mengirim pesan menanyakan apakah pertemuan mereka masih nyaman baginya. Rio menjawab iya, tetapi hari itu ia sedang menghadapi sesuatu yang berat di rumah sakit. Mira bertanya apakah ia ingin bicara lewat telepon atau menunda. Rio memilih menunda dan berterima kasih karena diberi pilihan.
Sore hari ia menelepon Mira. Ia bercerita soal koridor operasi dan rasa takut yang muncul. Mira mendengarkan tanpa mendorongnya menghadapi hal itu lebih cepat. Rio mengatakan ia tidak mau hubungan apa pun menjadi alasan baginya untuk mengambil risiko terhadap pasien.
Mira menyetujui. "Keputusan kerja Anda harus dibuat dengan tim dan kondisi Anda sendiri. Saya tidak punya hak menentukan."
Rio merasa lega mendengar batas itu. Ia tidak memerlukan penyelamat atau orang yang menilai dirinya sebagai pria gagal. Ia membutuhkan kejujuran.
***
Malamnya, Antoni bertanya apakah Rio ingin mengambil cuti beberapa hari. Rio mempertimbangkan, lalu menjawab ia ingin mengurangi agenda yang tidak mendesak, tetapi tetap bekerja. Antoni menyetujui dan meminta sekretaris mengatur jadwal.
Rio juga bertanya tentang kemungkinan mengikuti evaluasi kesiapan kerja di masa depan. Antoni berkata hal itu bisa dilakukan ketika Rio siap, tanpa tanggal paksa.
Sebelum tidur, Rio menyadari hari itu berbeda dari dulu. Ia merasa takut dan memilih menjauh dari ruang operasi tanpa menyebut dirinya pengecut. Ia berbagi perasaan dengan Mira tanpa meminta ia menyelesaikannya. Ia tetap direktur dan membuat keputusan yang melindungi pasien maupun dirinya.
Kiran pernah berkata ia tidak hanya berguna jika bisa menyelamatkan semua orang. Rio belum sepenuhnya percaya, tetapi mulai mencoba hidup seolah kalimat itu mungkin benar.
Rio meminta Rama mengatur pembicaraan formal tentang tugasnya. Ia tidak ingin tim mengira ia akan segera kembali sebagai operator hanya karena telah melewati beberapa bulan. Mereka menyepakati bahwa Rio tetap direktur dan semua keputusan klinis berada pada dokter yang bertugas.
***
Setelah rapat, Rio melewati koridor operasi untuk mencapai ruang administrasi. Ia tidak masuk. Ia berhenti ketika tubuhnya menegang dan meminta seorang staf menunjukkan jalur lain. Ia tidak meminta staf merahasiakan kejadian itu.
Renaldy kemudian menemuinya di taman. Rio berkata ia kecewa karena langkah kecil itu terasa seperti kemunduran. Renaldy menjawab menghindari koridor hari itu tidak menentukan masa depan. Rio bisa mengevaluasi lagi saat siap.
***
Mira mengirim pesan menanyakan apakah Rio ingin berbincang. Rio menjawab ia baru mengalami hari sulit dan belum siap bertemu. Mira menawarkan telepon singkat atau memberi ruang. Rio memilih telepon.
Ia menceritakan kejadian koridor. Mira bertanya apa yang ia butuhkan. Rio berkata ia hanya ingin seseorang mendengar tanpa mengatakan ia harus berani. Mira mendengarkan dan tidak memberi saran kecuali ia diminta.
Setelah beberapa menit, Rio berkata ia harus beristirahat. Mira mengakhiri panggilan tanpa meminta ia tetap bicara.
***
Keesokan harinya Rio membicarakan kemungkinan dukungan profesional dengan Antoni. Antoni menyarankan ia mencari orang yang memahami pengalaman kerja medis dan trauma, tetapi keputusan tetap pada Rio. Rio berkata ia akan mencari informasi.
Mira tidak mengambil peran tersebut. Ia juga tidak menghubungi rumah sakit atau mengatur jadwal. Rio mengurus proses itu sendiri.
***
Mereka bertemu di akhir pekan dan membicarakan hal ringan. Rio berkata ia belum tahu apakah akan kembali operasi. Mira menjawab ia tidak menunggu jawaban tertentu. Hubungan mereka tidak perlu ditentukan oleh status profesinya.
Rio merasa bisa berkata "aku belum tahu" tanpa takut kehilangan perhatian. Ia menikmati percakapan itu, lalu pulang dan mengistirahatkan diri. Ia tetap berduka, tetapi tidak lagi mencoba membuktikan bahwa dirinya kuat dengan menghindari bantuan.
Rio meminta sekretaris mengatur agenda tanpa melewati koridor operasi. Ia menjelaskan bahwa ini untuk sementara dan tidak ingin menjadi berita internal. Sekretaris menyanggupi.
***
Dalam rapat direktur, Rio berhasil menyelesaikan pembahasan anggaran. Saat mendengar pengumuman dari ruang operasi, ia menegang. Ia meminta jeda dan keluar ke taman. Ia tidak menyalahkan dirinya karena harus mengambil jeda.
Rama menemuinya dan bertanya apakah ia ingin rapat dilanjutkan nanti. Rio menjawab iya. Mereka kembali setelah beberapa menit.
***
Mira bertanya bagaimana harinya. Rio berkata ia menghadapi satu pemicu dan memilih keluar sebentar. Mira bertanya apakah ia ingin membicarakan atau mengalihkan topik. Rio memilih mengalihkan topik.
Mira bercerita tentang lagu yang ia pelajari. Rio mendengarkan rekamannya dan memberi komentar sederhana. Ia tidak mencoba mengaitkan musik itu dengan kehilangan.
***
Mereka sepakat berkomunikasi lagi akhir pekan. Rio merasa lebih tenang karena ia boleh mengatakan tidak ingin membahas sesuatu. Mira juga dapat mengubah topik. Hubungan mereka tidak harus menjadi sesi pemulihan.
Rama mengirim catatan rapat bahwa Rio telah menyelesaikan tugas direktur tanpa mengambil alih penanganan klinis. Rio membaca dan meminta satu kalimat diubah agar tidak terdengar seolah ia sedang diuji.
***
Ia tidak ingin kesiapan kerja menjadi kompetisi atau pengumuman. Tim menyepakati evaluasi dilakukan sesuai kebutuhan, dengan privasi Rio tetap dijaga.
***
Rio merasa lebih tenang setelah perubahan itu. Ia dapat bekerja tanpa setiap keputusan dipandang sebagai tanda ia sudah pulih atau belum.
=