Gladis berusaha keras membantu suaminya untuk berjalan menuju parkiran, tubuh Devan penuh dengan goresan luka dimana-mana, bahkan apartemen mereka hampir seluruhnay terlumuri cipratan darah. Gladis segera melajukan mobilnya, wajah Devan terlihat pucat kekurangan darah, matanya tak lagi kuat untuk terbuka, tangan kiri Gladis terus menepuk-nepuk pipi Devan agar terus tersadar, sedangkan tangan kanannya masih sibuk menyetir. Hari menjelang pagi, matahari telah memunculkan wajahnya, Gladis semakin menaikkan kecepatannya sebelum terjadi kemacetan di Jakarta. Hingga mereka tiba di depaan UGD Rumah Sakit dan Gladis berlari menuju perawat yang ada didalamnya meminta membawa Devan untuk diobati, Devan sudah tak lagi kuat menahan lukanya, kepalanya terasa berat dan pusing, dia terus berusaha untuk t