Devan menatap Gladis yang tertidur disampingnya, mengelus pipi Gladis dengan lembut dan membuat Gladis terbangun menatap suaminya, tubuh Devan masih lemas. Seluruh tubuhnya hampir penuh jahitan pada d**a, punggung serta lengannya. Seluruhnya sebanyak 25 jahitan tubuhnya kini tak bisa ia gerakkan masih terasa nyeri pada beberapa bagian kulitnya, menggerakkan lengannya pun ia tak sanggup, dia masih ingat betul p*********n delapan orang itu, beruntung Allah masih memberinya hidup untuk bisa menatap istri tercintanya.
“Mas? Sudah sadar?” Gladis bangkit, kini dia duduk dipinggir kasur samping Devan tangan kirinya menggenggam erat tangan Devan yang ia tempelkan pada pipinya, sedang tangan kanannya mengelus pipi Devan.
“Iya, sakit semua rasanya.” Devan berusaha bangkit duduk, namun dicegah oleh