"Bima sebelum kau cari b******n-b******n itu ayo kakek antarkan mengunjungi makam bapak dan ibumu mereka pasti senang melihat kau mengunjungi mereka di alam mereka"ucap sang kakek.
"Iya kek, Bima juga ingin melihat makam bapak dan ibu"ucap pemuda itu.
***
Dihadapan dua buah makam yang saling bersebelahan bertuliskan nama Surya Atmaja dan Harnum Suciwati.
Kuburan yang bersih dan terawat dengan baik dan diatas pusara tertabur kembang-kembang yang beraneka warna, Bima berlutut dan memanjatkan doa untuk orang tuanya agar mereka tenang dialamnya.
"Ibu, bapak Bima datang mengunjungi kalian. Bima berjanji akan membalaskan kematian kalian dan b******n-b******n itu Bima pastikan akan mendapat hukuman yang setimpal karena apa yang mereka telah lakukan kepada kalian. Bima minta restu dari kalian untuk mampu membalaskan sakit hati kalian semua"ucap bima.
Sang kakek yang berdiri disebelah Bima menepuk pundak pemuda tersebut.
"Percayalah Bima mereka sudah senang saat dirimu anak mereka mengunjungi tempat peristirahatan mereka"ucap sang kakek.
"Kek apakah kakek pernah menyirap kabar dimana letak sarang b******n-b******n itu?"tanya Bima.
"Warok Ireng, Warok bajing, Warok Anom dan Warok sanca terakhir kali bermukim didalam hutan keramat hutan cadas demit tapi sampai saat ini tidak ada satupun yang dapat menemukan sarang mereka karena tempat mereka selalu berpindah dari hutan satu ke hutan yang lain" sahut sang kakek.
"Prajurit kadipaten sudah beberapa kali mencoba menggerebek sarang mereka tapi mereka selalu lolos seperti setan"ucap kakek kembali.
Tiba-tiba ada dua kelebatan bayangan dan berdiri didepan mereka.
"Ternyata disini kunyuknya kakang, setelah kunyuk ini mempermalukan kita dikedai tadi apakah bisa berharap bisa melarikan diri dari kami?"ucap salah seorang dari mereka. Mmmmh...Bima hanya tersenyum.
"Ternyata peringatanku tadi tidak kalian gubris dengan baik. Masih untung kalian tidak ku telanjangi tadi coba kalau kalian tadi kutelanjangi pasti orang-orang yang masuk ke kedai tadi mengira ada monyet hutan yang lepas dan sedang atraksi hahahaha....."ucap bima sambil menggaruk kepalanya.
Bima tertawa terbahak-bahak.
"Anjing buduk.....berani kau menghina kami apakah kau tidak pernah mendengar kelompok b******n dari timur!!!"ucapnya.
Tawa Bima tiba-tiba berhenti. "Lihat kakang baru mendengar namanya saja anjing ini sudah ketakutan apalagi kalau sudah ketemu dengan pemimpin kami bisa terkencing-kencing nanti"ucapnya.
"Apa hubungan kalian dengan kelompok tersebut?"ucap Bima dan dengan menahan amarah yang mau meledak Bima mendekati mereka.
"Saya tanya sekali lagi apa hubungan kalian dengan b*****t-b*****t itu?"ucap Bima dengan suara yang bergetar menahan amarah yang hampir tidak terbendung. "Jawabnya ada pada golok kami....."ucap mereka.
sreet.....sreeet golok keluar dari sarungnya.
Bima hanya berdiri tanpa melakukan apapun.
Salah seorang dari mereka mulai melakukan serangan yang pertama dengan golok melesat membabat ke arah leher bima tapi pemuda itu tetap tenang dia hanya menggeser salah satu kakinya ke arah belakang dengan menggeser kepalanya untuk menghindari serangan golok dengan gerakan yang sangat cepat dan tanpa terlihat oleh mata bima menangkap pergelangan tangan orang tersebut dan kaki yang bergeser ke belakang melaju melakukan tendangan ke arah perut.
Orang tersebut hanya mendelikkan matanya tidak menyangka akan mendapat serangan tersebut dalam satu gebrakan tanpa bisa menghindar sama sekali.
Terdengar suara tulang rusuk yang patah.
Bima saking geramnya menyalurkan tenaga dalam kearah kakinya sekalipun hanya sepuluh persen tapi hasilnya sungguh mencengangkan.
Orang tersebut langsung tersungkur terlipat dan nyawanya lepas saat itu juga. Temannya melihat hal itu langsung ketakutan setengah mati dan mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.
Bima yang melihat hal tersebut langsung melemparkan golok ditangannya kearah kaki orang itu.
Golok menembus paha orang tersebut dan langsung tersungkur.
Saat dia melihat bima mendekatinya sambil menahan sakit yang tiada tara dan ketakutan yang sangat dia berkata, "ampuni saya pendekar saya tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi"ucapnya dengan penuh ketakutan.
Bima tersenyum dan tangannya bergerak menampar orang tersebut seperti petir menghantamnya dan pandangannya langsung berkunang-kunang.
"Saya tanya untuk yang terakhir kali apa hubungan kalian dengan b*****t itu?"ucap bima.
Sambil mohon-mohon ampun dan mengangkat kedua tangannya ke atas seperti orang menyembah orang itu berkata, "ampuni selembar nyawa yang tidak berguna ini pendekar kalau saya buka mulut, saya pasti akan dibunuh oleh mereka dengan sangat kejam dan tanpa ampun"ucapnya.
"Sekarang kau boleh memilih mau membuka mulutmu atau kubiarkan engkau mati secara perlahan dan burung-burung memakan dagingmu dalam keadaan hidup sampai engkau mati"ucap bima mengancamnya.
Orang tersebut meratap dengan sangat dan minta-minta ampun.
"Dengarkan saya kisanak saya akan bertindak dengan tegas kalau engkau tidak memberikan keterangan yang aku butuhkan. Aku akan membeset tubuhmu dengan golok ini sampai engkau berdarah-darah dan kugantung kaki keatas diatas pohon yang tinggi sampai burung-burung pemakan daging datang dan memakan dagingmu hidup-hidup"ancam bima dengan membolang-balingkan golok tersebut didepan hidungnya.
Saat bima akan melakukan aksinya orang tersebut berteriak.
"Jangan pendekar.... saya akan bicara saya masih mau hidup pendekar tapi pendekar harus berjanji akan membiarkan saya hidup dan pergi dari tempat ini hidup-hidup"pintanya.
"Saya berjanji..." kata Bima, "setelah kau memberikan keterangan yang kubutuhkan pergilah sejauh-jauhnya dan tinggalkan hidup sesat jadilah orang yang berguna. Lekas bicaralah...."bentak bima.
"Saya adalah salah satu anak buah dari Warok Anom. Kami berdua diminta datang kedesa ini untuk mencari seorang perawan untuk dijadikan pemuas nafsu dari pemimpin kami"ucapnya.
"Dimana dia sekarang?"tanya Bima.
"Warok Anom dan tiga pemimpin lainnya sekarang berada di hutan bagaspati dan markasnya berada ditengah hutan hanya kami yang dapat mengetahui letak posisinya"ucapnya.
"Berapa banyak anak buah keempat b*****t itu?"tanya Bima dengan perasaan geram.
"Setiap hari ketua kami selalu merekrut orang baru untuk dijadikan perampok kira-kira berjumlah 60 orang"ucapnya.
"Bagaimana saya bisa kesana?"tanya bima.
"Pendekar ikut saja jalan utama hutan bagaspati saat ketemu pertigaan pendekar ambil arah kiri nanti pendekar akan ketemu pohon beringin yang sangat besar lihat tanda silang pada batang pohon setelah pendekar menekannya akan terbuka pintu rahasia yang akan mengantarkan tuan pendekar ketempat markas kami"ucapnya.
"Terima kasih atas keteranganmu. Aku akan bantu obati kakimu yang terluka"ucap bima lalu menotok disekitar luka lalu mencabut golok tersebut sehingga tidak ada darah yang mengalir lagi lalu Bima mengambil sehelai kain lalu membalut luka tersebut. "Terima kasih atas pertolonganmu pendekar saya sudah lama ingin lepas dari komplotan tersebut tapi saya tidak berdaya"ucap orang itu.
"Kau pergilah ke arah Utara sejauh-jauhnya biar saya yang akan memberantas komplotan tersebut"ucap bima.
Setelah orang tersebut pergi dengan keadaan terpincang berkatalah Bima kepada kakeknya.
"Kek sekarang Bima sudah tahu dimana letak markas komplotan biadab tersebut doakan Bima kek agar berhasil memberantas komplotan tersebut dan berjalan dalam kebenaran"ucap bima.
"Kakek akan selalu mendoakan mu semoga namamu akan semakin harum dan menjadi pendekar yang berjalan dalam kebenaran dan memberantas segala kebatilan....
Bersambung...