Seminggu penuh Bennet dan kelima sahabatnya menghabiskan waktu istirahat di kediaman orang tua Flint. Eliza, ibu Flint, memanjakan mereka dengan makanan lezat dan berbagai acara menyenangkan untuk mengisi waktu liburan. Rencana Bennet yang ingin mengajak temannya ke kastil miliknya di London harus ditunda karena pertimbangan keamanan saat ini.
Begitu kembali ke Les Chester, Wester segera meminta Bennet menemuinya di kantor.
Raut penuh tanya terukir di wajah remaja tersebut. Wester mengunci kantor dan menggumamkan mantra yang Bennet tahu sebagai mantra pelindung supaya orang tidak bisa menguping pembicaraan mereka.
“Begitu pentingkah pembahasan kita hari ini?” tanya Bennet pada kepala sekolah tersebut.
Wester menyelesaikan rangkaian mantranya dan akhirnya berbalik pada Bennet.
“Sangat penting dan tidak bisa kita biarkan orang lain mendengarnya.”
Bennet mulai mengubah posisi duduk lebih tegak dan serius.
“Aku mengadakan pertemuan rahasia tempo hari mengenai beberapa hal yang pasti sudah kau dengar dari Tom.”
Bennet membenarkan dan membiarkan Wester melanjutkan ucapannya hingga tuntas tanpa menyela sedikit pun.
“Tapi ada hal yang aku katakan pada mereka, hanya akan kubicarakan saja denganmu dan bukan yang lain.” Wester mencondongkan tubuh ke depan dan menatap bola mata Bennet yang berwarna biru.
“Aku ingin tahu, reaksi dari mereka malam itu. Jika terbukti ada penyusup di antara sekutu yang kupilih, maka selanjutnya adalah bencana, Bennet. Karena kita akan merencanakan hal yang tidak akan mereka ketahui sedikit pun.”
“Rencana apa, Wester? Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu. Mereka adalah sekutumu dan bukan orang lain. Semua yang kau pilih adalah manusia yang sudah kau kenal lebih dari dua dekade! Buat apa mencurigai mereka?”
“Inilah yang tidak kau mengerti! Mereka bisa saja teman, sahabat dan juga gurumu! Tapi, siapa yang dapat menjamin seseorang tetap setia padamu sementara ideologinya tidak lagi selaras dengan keinginan mereka?”
Bennet menelan cairan mulut dengan gelisah.
“Apakah ini dengan kata lain, mungkin saja salah satu guruku adalah pengkhianat?”
Wester tersenyum pahit dan membenarkan.
Bennet menarik napas dan merasakan dadanya mendadak sesak dan sulit bernapas.
Mustahil!
Mereka adalah pelindungnya yang setia selama empat belas tahun, bagaimana mungkin sanggup berkhianat?
“Dengar baik-baik, Bennet. Aku ingin kau meningkatkan penjagaanmu dan awasi semuanya termasuk Ruben sendiri. Tidak ada pengecualian!”
Bennet tidak menyukai ide tersebut dan membuang muka kesal.
“Rasanya tidak pantas mencurigai gerak gerik mereka.” Keluhan Bennet yang terdengar gugup, Wester pahami sepenuhnya.
Sangat tidak nyaman berada dalam posisinya saat ini. Bennet tidak memiliki dugaan apa pun pada kelima orang tersebut. Sayangnya, Wester memiliki pandangan yang berbeda.
Pengalamannya sebagai orang yang malang melintang dalam dunia penuh taktik dan penipuan, membuat Wester selalu melihat kemungkinan terkecil sekalipun.
“Aku tidak berjanji bisa mengawasi mereka terus menerus, Wester! Kau tahu jika mereka berada di luar jangkauanku terkadang!”
“Minta pada ketiga temanmu untuk turut membantu.” Wester memiliki ide yang bisa membuat Bennet bersemangat.
Tapi remaja itu menggelengkan kepala dengan cepat-cepat.
“Aku tidak mungkin mengungkapkan pada mereka tentang kecuriagaanku pada mereka! Apa penilaian Reese, Flint dan Ed tentang kesetiaan dan kepercayaan?”
Wester memijit keningnya dengan kesal.
Remaja jaman sekarang memang selalu peduli akan intregritas!
“Baiklah! Terserah bagaimana caramu, Bennet! Tapi aku butuh kau melakukan ini!”
Wester menelan obat yang ia ambil dari laci mejanya.
“Yang kedua, jangan lengah dan pusatkan perhatian pada keamanan Les Chester seutuhnya. Ada tujuh dewan yang sepakat denganku untuk menggeser Shield menjadi pemimpin Fratrem. Jika kau bisa mengepalai pagan ini untuk sementara waktu, maka akan lebih baik. Setelah Shield berhasil tersingkirkan, kau hanya mengontrol dan memastikan organisasi yang memiliki tujuan persemakmuran ini terus berjalan seperti dulu.”
“Kenapa bukan pamanku saja? Bukankah dia jauh lebih baik dariku?”
“Cedric tidak memiliki minat sedikit pun dan tidak akan ada yang mempercayai dirinya. Berbeda denganmu yang memang sudah tercetus menjadi penerus Fratrem seperti Rupert pernah sampaikan dulu.”
Ini sangat melelahkan dan tidak menyenangkan bagi Bennet.
Terlibat dalam politik dalam usia muda bukanlah impiannya.
Dirinya hanya ingin menikmati masa muda yang normal seperti teman lain.
“Ada lagi, Wester? Sebelum aku pingsan dan tidak sanggup menerima tugas lain lagi?”
Kalimat Bennet yang terdengar menyindir Wester tanggapi dengan senyum.
“Maaf, aku harus menempamu lebih tegas dan keras. Kau harus menjadi pria keturunan Bennet yang hebat! Cedric sudah mengecewakan dan aku tidak ingin membahasnya lagi!”
Wester mengakhiri pertemuan mereka dengan memeriksa sekali lagi setiap sudut sebelum mengurai mantra pelindung.
Dalam perjalanan menuju kamarnya, Bennet bisa merasakan seluruh indera tubuhnya bekerja dengan baik. Dengung percakapan yang ada di beberapa kamar yang ia lewati bisa terdengar dengan jelas.
Tidak menyangka jika kembali ke Les Chester membuat dirinya harus mengurai kecurigaan, dari jajaran orang yang mustahil ada dalam nalar dan benaknya menjadi pengkhianat.
Namun suka atau tidak, semua kekhawatiran Wester cukup beralasan dan tidak aneh. Bennet dengan terpaksa menyanggupi dan mengiyakan walau mengganjal di hati.
Jika semua orang di luar sana menganggap menjadi keturunan keluarga Bennet adalah suatu keuntungan, Kenyataannya tidak seperti itu.
Bertumpuk tanggung jawab mulai ia terima sedikit demi sedikit.
Dirinya beruntung karena Albert tidak pernah mengusik dengan laporan ini dan itu, semua Albert sampaikan pada Cedric dan juga tim akuntan mereka yang disahkan oleh Ruben.
Untuk sementara ini, Bennet cukup bisa bernapas lega. Akan tetapi, jika usianya sudah cukup, apakah dirinya bisa menghindari tanggung jawab ini?
“Wajahmu terlihat kusut. Kamu menyimpan sesuatu? Aku yakin, Wester tidak akan membiarkanmu keluar dari ruangan itu tanpa beban tanggung jawab berat!” Dugaan Flint sangat tepat, tapi Bennet tidak bisa berbagi pada mereka.
“Hanya penjelasan mengenai Shield dan posisiku. Kenyataannya, suatu saat nanti aku tidak bisa menghindar dari tanggung jawab menjadi pemimpin Fratrem.” Bennet memang tidak berbohong, namun yang ia ungkapkan bukan semua kekhawatiran dirinya saat ini.
“Menjadi target tumbal Osirus dan juga pemimpin Fratrem. Belum lagi menuntaskan tugas sebagai Pentagram tunggal! Apakah semua beban ini harus kupikul secara serentak? Aku hanya ingin menjadi remaja normal yang berjerawat dan memendam cinta pada gadis berbintik wajahnya,” ungkap Bennet dengan renungan mata ke luar jendela.
“Bennet, tarik napas dan belajar menghemat cemasmu! Semua akan baik-baik saja selama ada kami!” sambar Ed dengan cepat. Dia tidak menyukai sahabatnya berada dalam kondisi tertekan seperti sekarang.
“Waktunya bersenang-senang?” tawar Flint dengan semangat bangkit dan menarik laci bawah mejanya.
Reese yang sedari diam menghela napas dan mengambil giliran pertama meminta tuangan wine dari Flint.
“Aku butuh minum yang banyak! Bennet membuatku ingin mabuk dan melupakan tanggung jawab kita sementara waktu!” pinta Reese dengan cepat.
Ketiganya sepakat dan dengan celoteh sembarang serta gelak yang lepas, mereka menikmati momen itu.