Well, Kalila tidak pernah menyangka kalau Matteo akan semarah ini padanya. Dia mengira kalau Matteo hanya marah biasa saja padanya. Tapi ternyata, sikapnya kemarin-kemarin sungguh keterlaluan pada Matteo hingga pria itu bahkan tidak ingin berjalan bersama dia. Untungnya, usaha Kalila yang tidak seberapa untuk mengejar Matteo bisa membuat Matteo luluh juga. Sekarang, tangan Matteo dengan erat menarik pinggangnya dan membuat tubuhnya jadi lebih dekat dengan pria itu. Mungkin Matteo sadar kalau sekarang, sebelah lengan kanannya basah karena tidak kebagian payung dan kini Kalila sedikit kedinginan.
“Setidaknya, jika kamu ingin membantu aku, pastikan kalau payung kamu ini cukup besar untuk kita berdua,” ujar Matteo sambil berdecak malas.
Kalila mengulum senyumnya. Gemas sendiri melihat tingk