“Jika kamu bisa membuat aku melupakan masa lalu aku dengan Atlas, aku akan mengizinkan kamu … untuk memiliki aku seutuhnya.” Matteo masih berada di atas tubuh Kalila dan menahan tubuhnya dengan kedua sikunya, agar tidak jatuh dan membebani Kalila dengan berat tubuhnya. Matteo menatap wanita itu dengan tatapan tajamnya, yang dibalas tatapan sayu oleh Kalila.
Matteo sempat lupa bahwa wanita ini memiliki trauma dengan masa lalunya. Terakhir mereka hampir melakukannya, Kalila mendorong Matteo menjauh karena dia takut. Tapi sekarang, dia ingin membuktikan—seperti apa yang dikatakan oleh ibunya padanya—kalau masa lalu dia, tidak akan membuat kebahagiannya terenggut.
“Matt?” panggil Kalila sambil berbisik. Matteo hanya diam saja. Menatapnya dengan intens. “Kenapa … berhenti?” Jujur saja, Matteo