Author pov
Hampir saja pria itu menjatuhkan sampai menggelindingkan kedua bola matanya, begitu menemukan Shinta, yang benar-benar sangat tak di duga akan sampai seperti itu keadaannya.
“Shinta ka-kamu....”
Tak tahu Galih harus berkata apa kepada Shinta. Walau tak ada yang darah yang mengucur, namun ia benar-benar bisa merasakan betapa hancur dan terlukanya Shinta karena perbuatan suaminya itu.
Bahkan pakaiannya kini sudah berceceran, tak berbentuk, seperti baru saja di koyak binatang buas, yang membuat tubuh atasnya kini sampai tak berbusana, polos, tengah tertekuk, dalam peluk bungkuk, oleh tangan kurusnya.
Tak hanya diam saja, Galih cepat-cepat segera mendekat dan langsung melepas jas putihnya untuk membungkus tubuh yang sedang setengah bertelanjang itu.
“Shinta... Shintaa... li