Pintu mobil mewah itu perlahan mulai terbuka… dan di hadapannya berdiri wanita yang pernah menusuk jantungnya lebih dalam daripada siapapun.
He Ruyin.
Calm. Anggun. Dingin.
Seperti salju yang tak pernah mencair di puncak gunung.
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah tunangan yang tampak sempurna lelus dari keluarga elite, berpendidikan top, dan selalu tampil anggun di depan umum.Namun di balik topeng dingin itu… dialah orang yang menjadi awal kejatuhan Qin Raven.
Dan sekarang, dia muncul lebih cepat dari yang seharusnya.Raven berdiri perlahan sambil mengusap kepala Yuwei, memastikan gadis kecil itu tetap berada di belakang tubuhnya.
He Ruyin menatap Raven dari ujung rambut hingga ujung sepatu, seolah mencari bukti bahwa ia baru mengalami perkelahian.
“Raven, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?”
Nada suaranya datar, tapi matanya memantulkan rasa waspada.
“Berjalan-jalan,” jawab Raven singkat.
“Berjalan-jalan?”
Tatapan Ruyin turun ke tiga pria pingsan tak jauh dari sana.
“Dengan… dekorasi seperti itu?”
Raven tidak menanggapi. Ia malah menepuk bahu Yuwei yang masih memeluknya.
“Yuwei, berdiri di belakangku. Jangan menatap mereka.”
He Ruyin akhirnya menatap bocah itu.
Alisnya terangkat sedikit.
“Siapa dia?”
“Adikku,” jawab Raven tanpa ragu.
Ruyin memicingkan mata.
“Tapi… kau tidak punya adik.”
“Kau tidak pernah tahu seluruh kehidupanku.”
Raven menoleh sekilas kepadanya, sorot matanya begitu dingin hingga membuat Ruyin membatu.
Ada sesuatu yang berubah pada pria itu.
Bukan sekadar dingin.Tapi seperti seseorang yang telah melihat neraka, lalu kembali membawa apinya.
“Raven,” ucap Ruyin lebih lembut, “kau terlihat berbeda.”
“Begitu?”
Raven menatapnya lagi, kali ini tanpa senyum, tanpa kedip.
“Ya.” Ia melangkah mendekat.
“Aku belum pernah melihatmu menatapku seperti itu.”
“Begitu.”
Hanya satu kata lagi.Ruyin menggigit bibirnya, frustrasi.
“Raven, aku tunanganmu. Setidaknya jelaskan—”
“Kita akan membahas pertunangan itu nanti,” potong Raven datar.
“Aku sedang sibuk menjaga keselamatan seseorang yang jauh lebih penting.”
Tatapan itu menusuk He Ruyin seperti pedang.
Raven sebenarnya ingin menyembur: “Kau pikir aku lupa bagaimana kau mengkhianatiku? Kau pikir aku akan kembali percaya padamu seperti i***t?”
Tapi tidak.Ia sudah bukan pria lembut yang bereaksi dengan emosi.Ia hanya perlu mengulur waktu untuk mengetahui:
Apa alasan He Ruyin berada di sini secepat ini?
Apakah dia sudah mencium perubahan jalannya timeline?Atau… apakah seseorang dari masa depan juga kembali?
Pikiran itu membuat Raven mengencangkan rahangnya.Jika ada Regressor selain aku… maka permainan berubah.
Tiba-tiba Ruyin meraih pergelangan tangan Raven.Genggamannya dingin, namun kuat.
“Raven, aku kesini… karena ada seseorang yang menghubungiku tadi pagi.”
Napasnya sedikit bergetar.
“Siapa?”
Ruyin menatap langsung ke matanya.
“Seseorang yang mengatakan bahwa hidupmu dalam bahaya… dan aku harus datang ke tempat ini untuk menyelamatkanmu.”
Raven membeku.
Bahaya?
Tadi?
Dia?
Tidak.
Tidak mungkin.
Siapa yang memberi informasi itu?
Dan kenapa diarahkan ke Ruyin?
Dalam hidup sebelumnya, tidak ada hal seperti ini.Raven menekan rasa curiga itu dalam-dalam.
“Siapa nama orang itu?” tanyanya tanpa nada.
“Aku… tidak tahu.”
Ruyin menggigit bibirnya.
“Dia menelpon dengan suara terdistorsi. Tapi dia bilang… ‘Lindungi Qin Raven. Dia akan mati sebelum matahari terbenam jika kau terlambat lima menit.’”
Raven menatapnya lama.
“Dan kau percaya begitu saja?”
Ruyin menurunkan pandangannya.
“Aku… hanya merasa harus datang.”
Apa ini bagian dari skema? Atau benar-benar ada pihak lain yang bergerak?
System berbunyi tiba-tiba.
[System] Analisis: 70% kemungkinan penelepon adalah pihak ketiga yang mengetahui Timeline.
30% kemungkinan: rekayasa untuk menjerat Anda.
Status: Belum dapat dipastikan.
Raven menghela napas.
“Ruyin,” katanya pelan namun tegas, “mulai sekarang… jangan ikut campur dalam urusanku.”
Wajah Ruyin mengeras.
“Raven. Kita tunangan!”
“Untuk sementara.”
Tatapan Raven sedingin es.
“Sampai aku memutuskan sesuatu yang lebih permanen.”
Ruyin terdiam.Wajahnya memucat sedikit shock, terluka, marah, semuanya bercampur.
Namun sebelum ia sempat membalas, System kembali berbunyi:
[Peringatan Darurat!
Seseorang sedang mengarahkan senjata ke arah Anda.
Jarak: 54 meter.
Sudut: 30° kanan belakang.]
Raven berbalik spontan.Di atas gedung sekolah, seseorang berdiri dengan sniper laras panjang bidikannya tepat ke kepala Raven.
Dan pelatuknya sudah ditarik.
DOR.