“Apa yang sedang kakak lakukan di sini?” tanya Sela yang tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Wanita itu tak menyangka saja bisa bertemu dengan lelaki itu. Padahal tak ada satu pun orang yang tahu keberadaannya. Dan kini, tiba-tiba berada dalam jangkauan pandangannya. “Kenapa Kakak bisa ada di sini?”
Tanyanya sekali lagi dengan suara bergetar. Antara takut, rindu dan entah apapun itu. Gisela tak tahu harus berbuat apa. Lelaki itu hadir lagi dalam kehidupannya. Sudah dengan susah payah dirinya melupakan. Kini, semua pupus sudah.
Kerinduan yang selama ini ia pendam mulai memberontak. Menjadikan tetesan air mata keluar dari bola mata. Terasa sesak dan menyakitkan. Namun, bagaimana pun perasaan ini tetap sama. Ia masih mencintai lelaki itu. Meskipun ini semua hanya bertepuk sebelah tangan