Sela tak menyangka saja dirinya akan kembali melangkahkan kaki ke rumah ini lagi. Setelah perdebatan sangat panjang antara hati dan pikirannya. Pada akhirnya ia memilih memasuki hunian yang sudah lama ditinggalkan.
Sebelum masuk, wanita itu berhenti sejenak. Mengamati taman yang penuh dengan aneka bunga kesukaannya. Ia tak tahu sejak kapan ada taman tersebut. Terlihat sangat indah dan juga menyejukkan. Pasti menyenangkan bila sore hari minum teh hangat di sana sembari di temani aneka makanan ringan. Apalagi sembari mengobrol bersama. Akan sangat indah bila menghabiskan waktu di sana sembari menunggu malam tiba. Terlebih lagi bersama dengan Manggala dan anak mereka. pasti hidupnya sangat sempurna sudah.
“Kenapa?” tanya Aya yang mengikuti arah pandang sang kawan. Tersenyum senang semba