Manggala menghela napas dalam. Menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memutarnya pelan. Lelaki itu benar-benar merasa dilemma dan bingung harus berbuat. Ia takut bila Sela akan meninggalkannya bersama sang buah hati. Namun, dirinya pun tak dapat menghentikan keinginan wanita itu. Karena bukan haknya untuk memaksakan kehendak.
Seharusnya ia sadar sejak awal. Ketika Sela memilih pergi. Itu artinya ia tak akan bisa mendapatkan wanita itu kembali. bagaimana pun, keputusan yang diambil Gisela karena dirinya juga. Andai saja ia tak berlaku egois. Mungkin, wanita itu sekarang masih di sisinya.
Gala membuang napas dalam. Entah mengapa terasa sangat menyakitkan. Ia sama sekali tak bisa berkosentrasi penuh. Banyak pikiran yang membuatnya merasa menjadi seorang pecundang. Sedari tadi ia membiarkan