Sela tersenyum hangat melihat Gala yang sudah duduk manis di meja makan. Lelaki itu terlihat santai dengan celana olahraga dan kaos warna hitam. Terlihat sekali kalau selepas berolahraga. Buktinya saja baju yang dipakai sudah basah dengan keringat. Manggala pasti belum membersihka diri dan ganti baju.
Namun, entah mengapa melihatnya seperti ini sungguh sangat memukau. Pemandangan pagi yang dulu pernah ia bayangkan. Sekarang terpampang jelas di hadapan. Kalau seperti ini, dirinya pasti dengan mudah akan luluh. Namun, ia tak bisa mengikuti perasaannya. Bila pikiran masih terbelenggu akan luka yang dulu belum disembuhkan.
Ingin sekali memeluk lelaki itu. Akan tetapi dirinya masih takut. Ia tak ingin terluka kembali. Menjaga jarak adalah jalan yang terbaik untuk dilakukannya. Dengan begitu