Shaam termenung menatap jalanan yang dilalui oleh mobil yang ditumpanginya, ia sedang berada dalam perjalanan dari Valetta menuju Shembry. Menatap sebuah foto dan pandangannya tak berpaling dari foto itu. Ia kalut dalam pikirannya dan bingung atas segala hal. Mobil sedan hitam itu menyusuri jalan dan akhirnya tiba di desa Shembry. Setelah melaui enam jam perjalanan dari Valetta maka ia pun tiba di desa Shembry. Mobil itu berhenti disebuah rumah klasik Mediterania, ketika telah sampai Shaam pun menyimpan foto itu disebalik jas nya kemudian ia turun dari mobil ia masuk ke rumah itu. Saat masuk ke dalam rumah, Shaam langsung disambut oleh para pelayan dirumah itu. Pelayan dirumah itu telah menyajikan secangkir teh Narcissus Vintage, kemudian menyilakan Shaam untuk duduk di sebuah sofa. Shaam lalu berjalan menuju sofa itu kemudian duduk, ia meminum teh yang telah disediakan. Seorang pria kemudian datang menghampiri Shaam lalu mengeluarkan sebuah buku dan memberikannya pada Shaam. Pria itu adalah orang kepercayaan keluarga Shaam, ia bernama Argo. Argo telah bekerja selama 12 tahun untu keluarga Shaam. Kemudian Shaam berkata kepadanya, "Kembali lah ke Valetta, aku akan menghubungimu pada waktu yang tepat". Argo kemudian menjawabnya "Baik Tuan". Kemudian Argo meninggalkan tempat itu dan bergegas kembali ke Valetta.
Keesokan harinya Shaam pergi berjalan-jalan menyusuri desa, ia memperhatikan setiap bagian dari desa itu, baik dari model rumahnya, para penduduknya serta kebiasaan orang-orang didesa. Saat tengah memperhatikan sekeliling desa ia kemudian melihat sebuah rumah klasik bergaya prancis yang tampak sangat berbeda dari rumah penduduk lain di desa itu. Namun ia hanya lewat saja lalu kembali menuju rumahnya. Di esok hari kemudian Shaam pergi berolahraga dengan berlari mengelilingi desa. Ia mulai menyapa beberapa penduduk yang berpapasan dengannya. Selama 5 hari kemudian para penduduk desa sudah cukup kenal akan Shaam, karena ia telah mengelilingi hampir semua tempat di desa Shembry dan memperkenalkan dirinya pada penduduk desa kemudian ia berbincang-bincang dengan penduduk desa tersebut, yah dia memang cukup mudah dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Setelah seminggu berada di desa Shembry kemudian Shaam melewati rumah bergaya prancis itu lagi, saat itu ia berhenti lalu memandang rumah itu. Ia bertanya-tanya mengapa bahkan setelah seminggu ia masih belum bertemu siapapun yang keluar dari rumah itu. Saat sedang diam menatap rumah itu, salah seorang penduduk desa datang menghampirinya dan berkata "Rumah itu memang sangat tertutup dari siapapun seperti ada rahasia didalamnya, awalnya penduduk desa pun merasa penasaran akan rumah itu namun akhirnya orang-orang mulai mengabaikannya. Jadi, rasa penasaran yang tuan rasakan juga dirasakan oleh orang-orang tapi lebih baik tidak perlu dihiraukan dan biarkan saja tuan", Shaam "Oh, iya pak saya memang cukup penasaran sebelumnya. Tapi mungkin lebih baik saya tidak perlu penasaran akan itu dan mengabaikannya seperti orang-orang".
Keesokannya Shaam berlari untuk berolahraga, namun hari itu ia pergi lebih awal dari biasanya. Ia berlari lalu kemudian melalui rumah misterius itu lagi namun ia memilih untuk mengabaikannya saja. Akan tetapi tanpa sengaja Shaam melihat seseorang keluar dari rumah itu, seketika rasa penasarannya muncul kembali kemudian ia mengikuti orang tersebut secara diam-diam. Orang itu berlari menuju suatu padang dan Shaam pun berhati-hati mengikutinya dari kejauhan. Akhirnya Shaam pun bersembunyi dan melihat orang tersebut, dia melihat seorang wanita dengan paras yang sangat cantik sedang menari-nari di padang itu. Awalnya ia tertawa dan berpikir untuk apa seorang wanita keluar pagi-pagi begini hanya untuk menari-nari dipadang, sungguh aneh. Namun wanita itu seakaan sungguh candu baginya. Ia tak dapat memalingkan pandangannya dari wanita itu dan terus menatapnya. Setelah hari itu, pada setiap pagi hari-hari berikutnya Shaam selalu datang ke padang itu dan bersembunyi untuk dapat melihat wanita itu diam-diam. Ia sangat ingin menyapa gadis cantik itu akan tetapi ia masih tidak memiliki alasan yang cukup untuk dapat menemui gadis itu, ia takut bahwa bisa saja gadis itu tidak dapat menerimanya dan bahkan tidak akan datang lagi ke padang itu.
Setelah hari-hari berlalu akhirnya datanglah kesempatan bagi Shaam untuk muncul dihadapan gadis itu. Ia melihat gadis itu tergelincir dan hampir terjatuh. Maka dengan sigap Shaam segera menghampiri gadis itu dan menopangnya. Wanita itu bahkan tampak sangat cantik saat dilihat dari dekat. Jantung Shaam berdegup sangat kencang namun ia mencoba untuk tetap tenang jangan sampai gadis itu mendengar detak jantungnya. Dengan kejadian itulah akhirnya Shaam dapat berkenalan dengan gadis itu, Arunika.
Sejak hari itu Shaam dan Arunika menjadi semakin dekat, setiap pagi Shaam datang ke padang dan menunggu Arunika datang. Mereka akan bertemu secara diam-diam, kemudian berbincang-bincang membicarakan kehidupan satu sama lain mengenai hobi, hal-hal kesukaan dan kebiasaan mereka sehari-hari. Mereka mulai mengenal satu sama lain, saling memahami dan mengetahui perbedaan serta persamaan antara mereka berdua. Seperti Shaam yang selalu berinteraksi dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sedangkan Arunika yang tak pernah berinteraksi dengan siapa pun. Shaam yang memiliki pengalaman dan wawasan yang luas dan telah pergi ke banyak tempat sedangkan Arunika yang hanya terkurung didalam rumahnya dan hanya dapat berdiam dalam kamar. Arunika yang sangat menyukai pagi sedangkan Shaam yang mencintai senja begitulah perbedaan mereka sedangakan persamaannya adalah mereka berdua menyukai hangatnya cahaya mentari, mungkin waktu dan suasananya berbeda namun hangatnya akan tetap sama. Dengan kebiasaan mereka bertemu dan saling mengenal maka secara perlahan ada perasaan yang muncul diantara Arunika dan Shaam.
Setiap hari Arunika dan Shaam bertemu dipadang lalu setelah berbincang maka Arunika akan kembali kerumahnya. Perasaan yang muncul tanpa mereka sadari dan tidak mengetahui bagaimana cara untuk mengungkapkannya satu sama lain. Sebagai seorang wanita Arunika berpikir bahwa ia hanya dapat menunggu pernyataan dari Shaam. Namun Shaam juga bingung untuk mengungkapkan perasaannya, apakah baik-baik saja bagi dia untuk menjalin hubungan dengan Arunika? Apakah akan ada masa dimana mereka tak perlu lagi bertemu secara diam-diam? terlalu banyak kebingungan dalam hati Shaam. Seolah tidak ada jawaban untuk setiap pertanyaan yang ada dalam hatinya. Setiap hal terlalu rumit dan kelit, sehingga Shaam memutuskan untuk menunggu sampai ia menemukan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada Arunika.
Shaam ingin menjadi seseorang yang memberikan kebahagiaan bagi Arunika, menunjukkan padanya bagaimana sebenarnya dunia diluar rumah, bagaimana saat berinteraksi dengan orang lain, bagaimana berkeliling dan pergi ke berbagai tempat. Membawa Arunika keluar dari kurungan rumahnya, namun ia tak yakin apakah mungkin ia dapat melakukan hal tersebut untuk Arunika. Namun ia tetap berharap untuk dapat mewujudkan semuanya itu bersama Arunika