Pada tanggal 15 setiap bulannya Bibi Maira dan Paman Louis akan pergi keluar rumah di saat subuh pukul 4 pagi dan akan kembali ke rumah dimalam hari pukul 10 malam. Hari itu adalah tanggal 14 di bulan Mei, waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi. Arunika menyelinap keluar rumah dan pergi ke padang untuk menemui Shaam, setibanya disana ia bertemu dengan Shaam lalu menceritakan bahwa Bibi dan Pamannya akan pergi besok hari. Sebelumnya mereka berjanji bahwa jika ada kesempatan maka Shaam ingin mengajak Arunika untuk pergi keluar dan berjalan-jalan. Maka pagi itu mereka memutuskan bahwa besoklah hari yang tepat bagi mereka berdua untuk pergi keluar. Arunika dan Shaam akan bertemu besok di jam seperti biasanya di tempat itu.
Keesokan harinya, seperti yang diduga bahwa Bibi dan Pamannya pergi di pukul 4 pagi, Arunika mengintip dari jendela kemudian setelah memastikan Paman dan Bibinya benar-benar telah pergi maka Arunika pun segera bersiap-siap. Ia memilih pakaian yang terbaik untuk digunakan olehnya, gaun merah muda. Arunika menyisir rambutnya dan mengikat setengah rambutnya dengan sebuah pita, kemudian mengenakan sepatu berwarna coklat muda. Tepat pukul 5.30 Arunika pergi dan berjalan menuju padang, disana Shaam telah menunggunya dengan membawakan seikat bunga. Mungkin hari itu bisa dianggap sebagai kencan, kencan pertama bagi Arunika. Shaam melihat Arunika yang berjalan mendekat dan terpukau akan kecantikannya "Aru, sejak awal melihatmu aku terpukau akan kecantikanmu, tapi saat ini kamu sangat cantik dan luar biasa seakan aku tak percaya bahwa ternyata dirimu memang nyata". Arunika pun tersenyum, kemudian menerima bunga yang diberikan oleh Shaam. Bunga itu adalah mawar merah tanpa duri, tampak sangat indah namun bunga itu tidak merekah dengan sempurna.
Kemudian mereka pun pergi ke desa, Shaam yang bahkan masih pendatang di desa itu mengetahui sangat banyak hal tentang desa itu, berbeda halnya dengan Arunika ia tidak mengetahui apapun. Shaam mengajak Arunika berkeliling desa "Aru, itu adalah rumah pak Ranga yang memiliki peternakan sapi dan menghasilkan s**u murni terbaik di desa ini, sedangkan rumah berwarna hijau yang yang disana adalah rumah Bu Marna seorang pembuat roti dan roti buatannya benar-benar sangat lezat. Toko aksesoris yang ada di persimpangan itu menjual banyak pernak-pernik yang sangat menarik, serta yang paling penting adalah retoran yang ada di ujung jalan itu kau harus kesana dan merasakan kelezatan pada setiap masakannya. Hari ini aku akan mengajakmu mengunjungi semua tempat yang sangat menyenangkan di desa ini". Arunika sangat senang dan menjawab "Ayo, kita kunjungi semua tempat itu".
Mereka pergi memerah s**u sapi kemudian melihat proses pengolahannya dan meminum s**u sapi murni yang sangat segar, kemudian pergi ke toko roti dan memakan roti-roti yang masih hangat dan sangat lembut di lidah. Kemudian pergi ke toko aksesoris, dan ada banyak pernak-pernik indah sesuai dengan yang dikatakan Shaam, Arunika pun terhenti saat melihat sebuah kalung berwarna perak dengan liontin matahari. Shaam berkata "Kamu mau yang itu?" Arunika menjawab "Oh, tidak Shaam. Ayo kita lihat-lihat lagi yang lain". Setelah keluar dari toko aksesoris kemudian berkeliing lagi, melihat lahan perkebunan, berjalan dipinggir danau, serta memetik bunga dipadang. Setelah malam hari, tepat pukul 8 malam Shaam dan Arunika pergi ke restoran yang berada di ujung jalan untuk makan malam disana. Mereka memesan steak, pasta, beaf dan waffles sebagai hidangan penutup. Arunika menyantap makanan dengan sangat lahap "Wah, makanannya sangat lezat.Ini makanan yang terenak yangn pernah ku makan", Shaam menjawab "Makan lah yang banyak Aru, aku senang jika kamu suka dengan makanannya". "Bahkan suasana disini sangat menyenangkan, berbeda dengan makanan dirumah semuanya sepi, meskipun semua makanan disajikan tapi aku hanya makan sendirian" kata Arunika, Shaam berkata "Lain kali kita pasti akan makan bersama lagi disini, dan aku akan menemanimu makan agar kamu tidak kesepian", Arunika mengangguk dan berkata "Terimakasih Shaam". Shaam menjawab "Jangan berterimakasih dulu, aku masih ada kejutan untukmu", Arunika bingung dan berkata "Kejutan apa Shaam? Semua ini sudah lebih dari cukup. Shaam tersenyum kemudian berjalan dan berdiri dibelakang Arunika, ia mengeluarkan kalung liontin matahari dan memasangkannya di leher Arunika "Kalung ini sangat indah untukmu" kata Shaam, Arunika kemudian menjawabnya "Aku sangat menyukai kalung ini, tapi kau tak perlu membelikannya untukku, semua yang kau lakukan hari ini sudah sangat berharga untukku", Shaam berkata "Kalau begitu, maka kamu bisa membayarnya", "Hah? membayar? berapa harus ku bayar semua ini? aku tak punya uang sama sekali Shaam" jawab Arunika dengan spontan, Shaam tertawa " Hahaha, aku tak memintamu membayarnya dengan uang. Kamu hanya perlu membayarnya dengan tetap datang untuk bertemu denganku dipadang serta saat Paman dan Bibimu sedang pergi maka berjanjilah kamu akan pergi keluar denganku lagi". Arunika tersenyum "Baiklah, aku berjanji untuk itu".
Setelah selesai makan malam Shaam dan Arunika kembali ke rumah, Shaam mengantarnya dekat pintu belakang. Sebelum masuk Arunika berkata "Shaam. ini sudah malam dan dingin. Tunggu sebentar aku akan mengambilkan jaket untukmu". Arunika pun masuk dan pergi ke kamarnya untuk mencari jaket, kemudian seorang pelayan masuk dan mengetuk pintunya. "Nona, saya ingin menyampaikan bahwa Paman dan Bibi Nona tidak pulang malam ini. Berkemungkinan akan pergi cukup lama dan tidak tau kapan akan kembali". Arunika menjawab, "Benarkah? Ya sudah, terimakasih telah memberitahuku", pelayan tersebut kemudian menjawab "Iya nona, kalau begitu saya pamit pergi dulu nona", "Iya" jawab Arunika. Pelayan tersebut pun pergi meninggalkan ruangan. Kemudian setelah pelayan itu pergi maka Arunika bergegas mengambil jaket dan pergi ke belakang rumahnya.
Setelah Arunika tiba belakang rumahnya, ia memberikan jaket itu kepada Shaam. "Terimakasih" ucap Shaam, "Iya sama-sama" jawab Arunika. Arunika berkata "Oh, ya, tadi pelayanku bilang kalau Bibi dan Pamanku masih belum pulang, berkemungkinan tidak kembali dalam waktu dekat". "Lalu?" ucap Shaam, Arunika menjawab "Hmm, gapapa cuma ngasih tau aja". "Hahaha, aku hanya bercanda kok, kalau begitu kamu mau kan besok pergi lagi denganku?", "Iya, aku mau" ucap Arunika. Shaam berkata, "Kalau begitu, sampai bertemu besok pagi Aru, aku pulang dulu yah", "Iya Shaam, Sampai jumpa besok, jaga dirimu yah".
Kemudian Arunika kembali ke rumah dan Shaam pulang kerumahnya, baik Arunika maupun Shaam sangat senang karena mereka bisa bertemu lagi besok. Selama perjalanan pulang Shaam memikirkan apa saja yang akan dilakukannya besok bersama Arunika, Arunika yang sedang dikamarnya pun tampak sangat bahagia sembari memandang bunga yang tadi diberikan oleh Shaam, sama seperti hatinya bunga itu merekah sepenuhnya. Kemudian ia sangat bahagia memikirkan akan bertemu dengan Shaam besok, lalu Arunika memutuskan untuk memilih pakaian yang akan dikenakannya besok. Ia telah menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan Shaam besok. Lalu ia pergi ke tempat tidurnya untuk kemudian tertidur karena hari yang indah akan datang besok.