Sayup sayup lantunan adzan subuh Kembali berkumandang. Di pagi hari yang masih diselimuti oleh gelap ini, umat muslim diharuskan untuk bangkit dan bersegera melaksanakan perintahnya.
Saat udara sejuk pagi hari mulai mengelus ngelus tubuh seakan memberi pertanda untuk segera bergegas bangun dari alam mimpi, menuju kehidupan yang mata.
Demikian sesosok insan yang mulai membuka matanya seakan menengok kearah jarum jam yang sudah menunjukan waktunya sholat subuh. Fahri mulai mengerjapkan matanya seraya merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Tak lupa lantunan doa dan syukur dipanjatkan atas kenikmatan masih diberikan kesempatan untuk membuka mata dipagi hari ini.
“Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da maa amatana wa ilaihi nusyur” begitulah bunyi doa yang dilantunkan oleh sang ayah tunggal tersebut. Segera ia bergegas untuk membersihkan diri lalu melangkahkan kakinya menuju ke masjid.
Seperti biasa, pelaksanaan sholat berjamaah subuh dimasjid tersebut berlangsung dengan khidmat dan khusyu. Setelah selesai, ia bergegas pulang menuju ke rumahnya karena hari ini fahri harus Kembali berangkat ke kampus untuk mengikuti kuliah di hari keduanya.
Yah, fahri memang mengambil kuliah kelas karyawan karena di hari lain dia juga harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang guru.
Sama halnya dengan Rizal dan Nayla yang mengambil kuliah kelas karyawan karena Nayla juga adalah seorang guru di SD sedangkan Rizal, orangtuanya memiliki usaha Fotocopy dan Toko alat alat tulis yang mana mengharuskan Rizal mau tidak mau harus menjalankan usaha kedua orangtuanya tersebut.
“Assalamu’alaikum” ucap fahri yang seperti biasa selalu mengucapkan salam Ketika hendak masuk ke dalam rumah. Dan tentu saja salam tersebut mendapatkan jawaban dari sang mamah yang seperti biasa sedang berkutat dengan peralatan masaknya untuk menyiapkan sarapan putra dan kedua cucunya tersebut.
“hmmm, harum banget baunya mah. Lagi masak apa nih ?” tanya Fahri seraya menghampiri sang mamah di dapur
“biasa, nasi goreng special pake telor sama sosis” jawab sang mamah sambil terus mengaduk nasi goreng yang ada di wajan
“Kamu hari ini kuliah lagi nak ?” tanya sang mamah
“Iya mah, jadwal kuliahnya sabtu minggu” jawab fahri sambil duduk di kursi meja makan
“kamu jadi gak punya waktu buat istirahat ya nak. Senin sampai jum’at harus ke sekolah, sabtu minggu kuliah. Malem harus ngisi acara pengajian pengajian” tutur sang mamah yang khawatir dengan keadaan sang anak yang sangat sibuk
“yam au gimana lagi mah, jalani sama nikmati saja. Toh ini semua adalah Amanah dari Allah yang harus dijalankan” jawab fahri
“kamu jaga Kesehatan yah, kalau siang jangan lupa makan. Sesibuk sibuknya kamu, jangan sampai lupa makan siang” nasehat sang mamah
“iya mah pasti dong, fahri juga jaga Kesehatan. Soalnya kalau sakit repot mah, bisa bisa kewajiban kewajiban yang harus fahri jalanin nanti jadi mogok gara gara badan sakit” ucap Fahri yang tidak ingin mamahnya merasa khawatir
Kegiatan sarapan pun berlangsung dan seperti biasa fahri tak lupa menyuapi kedua jagoannya itu.
“Abi hari ini mau berangkat lagi yah ?” kata azkia sang anak perempuan
“Iya sayang, abi harus berangkat lagi” jawab sang ayah sambil mengusap pucuk kepala anaknya tersebut
“yah, abi gak libur libur sih. Kita kan mau main sama abi” gentian sekarang sang putra yang merengek
“Maafin abi yah sayang. abi janji, kalau abiu dah beres, nanti langsung pulang deh” ucap sang ayah seraya menenangkan anaknya tersebut
Akhirnya drama sebelum berangkatpun usai karena fahri dan mamahnya berhasil membujuk si kembar agar mengerti dan tak merengek lagi.
Dan sang ayahpun berangkat menuju kampus dengan menggunakan motor kesayangannya.
*
Di tempat lain. Seperti biasa, Rizal dan Nayla berangkat bareng dengan Nayla yang dibonceng oleh Rizal. Mereka memang berteman sejak kecil, bahkan semenjak TK pun selalu bersekolah di tempat yang sama, entah mengapa. Sepertinya bukan suatu kebetulan mereka bisa selalu bersekolah di tempat yang sama.
Namun entah mengapa, Rizal melihat Nayla pagi ini seperti berbeda dan tampak ceria sekali.
“Lo kenapa Nay, kayaknya hari ini ceria banget, keliatan lagi Bahagia ?” tanya Rizal yang penasaran dengan tingkah nayla yang tidak biasa
“Ih elo Zal, emangnya gak boleh yah kalau gua Bahagia. Harusnya sebagai temen lo ikut seneng temennya Bahagia” Jawab Nayla
“Ya gua seneng dong, cuman heran aja. Biasanya lo murung terus gak biasanya ceria kayak gini. Tapi syukur deh kalo emang lo udah gak murung lagi. Tapi gua penasaran, apa sih yang buat lo Bahagia kayak gini?” tanya Rizal penasaran
“Ya ada deh, mau tau aja lo” jawab nayla sambil menjulurkan lidahnya pada Rizal dan hal itu sontak membuat sentilan Rizal mendarat di kening mulus Nayla
“ih, apaan sih Zal. Sakit tau” Gerutu Nayla sambil memanyunkan bibirnya
“habisnya lo ngeselin” Cibir Rizal
“Ayo ah berangkat, tar keburu siang lagi” ujar nayla yang mengakhiri perdebatannya dengan rizal
Kemudian mereka berduapun melaju dengan motor menuju kampus.
Fahri sudah lebih dulu sampai di kampus langsung menuju ke tempat parker untuk memarkirkan motornya di area parker kampus. Namun tak sengaja fahri berpapasan dengan seorang Wanita cantik berhijab baru turun dari mobilnya tersebut. Ketika mata keduanya saling bertemu, sontak membuat keduanya saling melempar senyum satu sama lain
“Assalamu’alaikum. Pagi Bu Maira” sapa Fahri terlebih dahulu sambil tetap memasang senyum manisnya
“Waalaikumsalam, pagi juga Fahri. Gimana kabarnya sehat ?” Balas Bu Maira yang tak kalah memberikan senyum manisnya. Dan hal itu sontak membuat fahri terpukau untuk beberapa detik
“Masyaallah, ternyata benar. Bu Maira itu cantik sekali. Apalagi kalau sedang tersenyum” Gumam fahri dalam hati
“Fahri ?” panggil Bu Maira yang tak mendapat jawaban dari pertanyaannya dan hal itu sontak membuat fahri tersadar dari lamunannya
“Eh iya Bu maaf, alhamdulillah Baik. Ibu sendiri sehat ?” tanya fahri balik bertanya
“Alhamdulillah saya sehat. Yasudah, saya duluan ya. Mari” ujar Maira sambil berlalu pergi meninggalkan fahri yang masih terpaku memandangi punggung maira
“hmm, ternyata ini yah definisi bidadari surga yang turun dari kayangan itu. Ternyata ada, Wanita secant itu. Masyaallah. Eh, astagfirulloh kok aku jadi malah mengagumi sosok Bu Maira sang bidadari kampus sih. Tapi ya gak apa apa sih. Itu tandanya normal kan” gumam Fahri dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala.
Namun secara tidak langsung, hal itu sontak membuat kedua orang yang baru datang merasa heran dengan tingkah fahri yang senyum senyum sendiri. Kemudian dua orang tersebut menghampiri fahri.
“Woi, lu kenapa Ri senyum senyum sendiri” Tanya rizal sambil menepuk punggung Fahri yang sontak membuat fahri terkejut
“Astagfirullahaladzim, rizal ngagetin aja” Ujar fahri sambil memegangi dadanya
“Lagian lo pagi – pagi udah senyam senyum sendiri. Masa kesambet setan pagi pagi sih” celetuk rizal sambil geleng geleng kepala
“Assalamu’alaikum Fahri” kini giliran Nayla yang menyapa Fahri, pasalnya gadis tersebut sangat Bahagia melihat fahri di pagi hari ini
“Waalaikumsalam Nayla gimana kabar kamu sama ibu kamu sehat ?” tanya fahri pada Nayla
“Alhamdulillah, aku sama ibu juga sehat. Makasih yah yang kemarin” Ucap Nayla sambil matanya tak sedikitpun berpaling dari sosok pria Mempesona yang ada di depannya tersebut
“Alhamdulillah kalo sehat, sama – sama Nayla” jawab fahri dengan nada yang lembut
Entah mengapa, tiap kali Fahri bertutur kata itu selalu lembut dan terdengar indah di telinga Nayla. Dan tentu saja hal itu disadari oleh Rizal dan tidak bisa dipungkiri hal itu menyebabkan ada rasa sakit yang tertoreh di hari Rizal, karena Rizal sangat peka kalau sudah berurusan dengan perasaan seseorang.
Namun tak ingin terlalu larut dalam fikirannya, rizal membuyarkan lamunannya. Dan berganti menjadi rasa penasaran kenapa Fahri bisa menanyakan kabar ibunya Nayla dan kenapa Nayla berterimakasih ke Fahri.
“Eh bentar, ko lo tau Ri tentang ibunya Nayla. Emang lo udah kenal ?” tanya rizal yang penasaran
“oh, enggak kok. Saya gak kenal. Cumin kemarin itu…..” ujar fahri yang kemudian menceritakan kronologis kejadian kemarin yang dimana tanpa sengaja dia bertemu dengan nayla di depan kafe dan Nayla sedang berada di depan Apotek
“Oh jadi gitu ceritanya, kirain udah kenal. Yaudah, masuk kelas yuk takut telat” Ajak Rizal yang kemudian mereka bertiga langsung menuju ke kelas.
****