Wendri Abas menatap tulisan emas yang melayang di depan matanya.
> [Misi Pertama Terbuka]
Dalam 7 hari akan muncul peluang investasi yang dapat mengubah hidup Anda.
Persiapkan diri Anda.
Untuk beberapa saat, ia hanya terdiam.
Sejak mendapatkan sistem, ini adalah pertama kalinya muncul sesuatu yang disebut misi.
Biasanya sistem hanya memberikan informasi atau petunjuk.
Namun kali ini berbeda.
Sistem seolah sedang mempersiapkannya untuk sesuatu yang jauh lebih besar.
"Apa maksudnya peluang yang bisa mengubah hidup?"
gumam Wendri.
Sayangnya, tidak ada jawaban.
Panel emas itu perlahan menghilang.
Menyisakan rasa penasaran yang semakin besar.
Malam itu, Wendri duduk di ruang tamu bersama ibunya.
Marni sedang melipat pakaian sambil sesekali memperhatikan putranya yang terlihat lebih sering menatap ponsel akhir-akhir ini.
"Kamu sedang apa?"
"Belajar sedikit tentang investasi."
Marni terlihat terkejut.
"Investasi?"
"Iya."
Marni tersenyum tipis.
Ia tidak terlalu memahami dunia tersebut.
Namun setidaknya ia senang melihat Wendri mulai memikirkan hal lain selain kegagalan pernikahannya.
"Yang penting jangan terlalu memaksakan diri."
Wendri mengangguk.
"Baik, Bu."
Ia tidak mungkin menceritakan soal sistem.
Karena bahkan dirinya sendiri belum sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi.
Keesokan harinya.
Pasar saham kembali dibuka.
Sejak pagi, banyak investor mulai membicarakan pergerakan SMT di berbagai forum.
Beberapa menganggap itu keberuntungan.
Beberapa lainnya mulai menduga ada informasi besar yang belum diketahui publik.
Sementara itu, Wendri tetap bekerja seperti biasa.
Mengantar paket.
Menandatangani bukti pengiriman.
Berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Jika ada orang yang melihatnya saat itu, tidak ada yang akan menyangka bahwa pria kurir tersebut sedang menghasilkan uang lebih banyak dari sebagian besar pekerja kantoran.
Namun tepat pukul 10.15.
Panel sistem muncul kembali.
> [Informasi Penting]
Jangan menjual SMT hari ini.
Akan ada kejutan dalam 48 jam.
Wendri langsung mengingat pesan serupa yang pernah muncul beberapa hari lalu.
Berarti kejutan itu semakin dekat.
Di tempat lain.
Gedung Wijaya Group.
Alicia Wijaya sedang menatap layar monitor besar yang menampilkan puluhan grafik saham.
Seorang analis senior berdiri di depannya.
"Nona Alicia, kami menemukan sesuatu."
"Apa?"
"Investor bernama Wendri Abas kembali mempertahankan seluruh kepemilikannya di SMT."
Alicia mengangkat alis.
"Tidak menjual sama sekali?"
"Tidak."
"Padahal keuntungan yang dia miliki sudah cukup besar?"
"Benar."
Alicia mulai tertarik.
Karena sebagian besar investor pemula biasanya akan langsung menjual ketika memperoleh keuntungan besar.
Namun Wendri tidak melakukannya.
Artinya ada dua kemungkinan.
Pria itu sangat bodoh.
Atau...
Ia tahu sesuatu.
Dan Alicia tidak percaya Wendri sebodoh itu.
Sore hari.
Saat hendak pulang kerja, Wendri menerima pesan dari Bakara.
> Bro, nongkrong malam ini?
Tak lama kemudian pesan lain masuk.
> Anto traktir.
Melihat itu, Wendri tersenyum tipis.
Sudah lama ia tidak benar-benar menikmati waktu bersama teman-temannya.
> Oke.
Balasnya singkat.
Malam hari.
Warung kopi langganan mereka kembali ramai.
Bakara, Anto, dan Andra sudah duduk di tempat biasa.
"Datang juga si manusia dingin."
Bakara langsung membuka serangan begitu melihat Wendri.
"Kalau tidak mau lihat aku, aku pulang."
"Jangan!"
Bakara tertawa keras.
Suasana menjadi lebih santai dibanding beberapa hari lalu.
Meski Wendri masih belum kembali seperti dulu, setidaknya ia sudah mulai berbicara lebih banyak.
Di tengah obrolan, Anto tiba-tiba bertanya.
"Bro, jujur saja."
"Apa?"
"Kamu benar-benar main saham?"
Wendri mengangguk.
"Sedikit."
"Untung?"
"Masih lumayan."
Bakara langsung mendekat.
"Berapa?"
"Rahasia."
"Pelit."
Mereka kembali tertawa.
Namun tanpa mereka sadari, di meja lain ada seseorang yang diam-diam memperhatikan.
Seorang pria berjas hitam.
Ia sesekali melihat foto di ponselnya.
Lalu melihat ke arah Wendri.
Foto itu adalah foto yang sama yang sedang beredar di meja beberapa investor besar.
Foto seorang kurir bernama Wendri Abas.
Malam semakin larut.
Setelah pertemuan selesai, Wendri pulang ke rumah
Langkah Wendri Abas terhenti di samping motornya.
Malam itu jalanan tidak terlalu ramai.
Lampu-lampu jalan menerangi trotoar yang mulai sepi.
Namun perhatian Wendri sepenuhnya tertuju pada panel merah yang melayang di depan matanya.
> [Peringatan Khusus]
Seseorang mulai menyelidiki Anda.
Jumlah pihak yang melakukan penyelidikan: 3
Status: Tidak Berbahaya Saat Ini.
Wendri mengernyit.
Selama dua puluh lima tahun hidupnya, tidak pernah ada orang yang tertarik menyelidiki dirinya.
Ia hanyalah seorang kurir biasa.
Tidak kaya.
Tidak terkenal.
Tidak memiliki posisi penting.
Lalu kenapa sekarang ada tiga pihak yang menyelidikinya?
Karena saham?
Pikiran itu langsung muncul di kepalanya.
Namun sebelum sempat berpikir lebih jauh, panel tersebut menghilang.
Meninggalkan banyak pertanyaan tanpa jawaban.
Di rumah.
Wendri masih memikirkan peringatan sistem.
Setelah mandi dan makan malam bersama ibunya, ia masuk ke kamar dan membuka aplikasi saham.
SMT masih bertahan di level yang tinggi.
Bahkan menunjukkan tanda-tanda akan naik lagi.
Namun kali ini perhatian Wendri tidak sepenuhnya tertuju pada keuntungan.
Ia lebih penasaran dengan peringatan sistem.
"Tiga pihak..."
gumamnya.
Siapa mereka?
Apa tujuan mereka?
Dan bagaimana sistem bisa mengetahuinya?
Semakin lama ia mengenal sistem, semakin misterius keberadaannya.
Sementara itu.
Di sebuah gedung mewah pusat kota.
Alicia Wijaya sedang membaca laporan terbaru.
Seorang asisten berdiri di depannya.
"Nona, kami telah memeriksa seluruh riwayat keuangan Wendri Abas."
"Ada yang aneh?"
"Justru tidak ada."
Alicia mengangkat alis.
"Tidak ada?"
"Ya. Sebelum membeli SMT, hidupnya sangat biasa."
Alicia menatap foto Wendri.
Semakin biasa seseorang terlihat, semakin menarik ia menjadi.
Terutama jika orang tersebut mampu melakukan sesuatu yang tidak biasa.
"Terus awasi."
"Baik, Nona."
Di tempat lain.
Melani baru saja selesai bekerja.
Namun sebelum pulang, ia mengirim pesan kepada seseorang yang dikenalnya di dunia investasi.
> Jika ada informasi tentang aktivitas investasi Wendri Abas, kabari saya.
Melani sendiri tidak tahu kenapa ia melakukan itu.
Mungkin karena Keyla.
Atau mungkin karena rasa penasaran.
Bagaimanapun juga, pria yang pernah hampir menjadi suami atasannya itu tampaknya sedang mengalami perubahan besar.
Dan pihak ketiga...
Berbeda dengan dua pihak sebelumnya.
Mereka tidak memiliki niat baik.
Di sebuah ruangan gelap, seorang pria paruh baya sedang memandangi layar komputer.
Namanya Leonard Pratama.
Seorang investor senior yang dikenal agresif di pasar.
Di layar monitor terlihat daftar transaksi SMT.
Tatapannya berhenti pada satu nama.
Wendri Abas.
"Kurir?"
Ia tertawa kecil.
Namun tawa itu tidak mengandung humor.
"Menarik."
Instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak biasa.
Dan selama bertahun-tahun berada di dunia investasi, instingnya jarang salah.
"Selidiki orang ini."
Perintahnya singkat.
Namun cukup membuat beberapa orang segera bergerak.
Keesokan paginya.
Wendri kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Mengantar paket.
Menerima tanda tangan pelanggan.
Berkeliling kota dengan motor tuanya.
Dari luar, hidupnya tampak sama seperti minggu lalu.
Namun kenyataannya sudah sangat berbeda.
Saat sedang mengantar paket ke kawasan industri, ponselnya bergetar.
Panel sistem muncul.
> [Informasi Penting]
PT Surya Mineral akan mengumumkan informasi besar dalam 24 jam.
Potensi Kenaikan Tinggi.
Jantung Wendri langsung berdetak lebih cepat.
"Jadi ini yang dimaksud kejutan?"
Ia segera membuka berita finansial.
Namun tidak ada informasi apa pun.
Tidak ada rumor.
Tidak ada bocoran.
Tidak ada tanda-tanda.
Seolah hanya sistem yang mengetahui hal tersebut.
Sore hari.
Pasar saham ditutup.
Namun forum-forum investasi mulai ramai.
Beberapa investor mulai memperhatikan pergerakan aneh SMT.
Volume transaksi terus meningkat.
Minat pasar semakin besar.
Meski tidak ada yang tahu alasannya.
Di tengah semua itu, Wendri pulang dengan pikiran yang bercampur aduk.
Harapan.
Kegembiraan.
Dan sedikit kecemasan.
Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa sedang berdiri di ambang sesuatu yang besar.
Sangat besar.
Malam itu, sebelum tidur, ia kembali membuka panel sistem.
Dan tepat saat itulah muncul notifikasi baru.
> [Misi Pertama Diperbarui]
Dalam 24 jam ke depan, keputusan Anda akan menentukan kecepatan perkembangan sistem.
Hadiah Potensial: Fitur Analisis Mendalam.
Mata Wendri langsung membelalak.
Ini pertama kalinya sistem menyebut hadiah secara langsung.
Dan untuk pertama kalinya juga...
Ia mulai menyadari bahwa sistem ini dapat berkembang.
Sama seperti dirinya.
Di luar jendela, malam terus berjalan.
Namun tanpa disadari Wendri, besok akan menjadi hari yang mengubah statusnya dari investor pemula menjadi seseorang yang mulai diperhitungkan oleh dunia finansial.