Pagi hari datang dengan suasana yang berbeda.
Sejak membuka matanya, Wendri Abas sudah memikirkan notifikasi yang muncul semalam.
> Dalam 24 jam ke depan, keputusan Anda akan menentukan kecepatan perkembangan sistem.
Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.
Selama ini sistem selalu memberinya informasi yang akurat.
Karena itu, Wendri tahu bahwa hari ini kemungkinan besar akan menjadi hari penting.
Sangat penting.
Setelah sarapan bersama ibunya, ia berangkat bekerja seperti biasa.
Namun pikirannya terus tertuju pada pasar saham.
Pukul 09.00.
Pasar resmi dibuka.
Wendri yang sedang menunggu paket di gudang diam-diam membuka aplikasi saham.
SMT langsung bergerak naik.
Tidak terlalu besar.
Namun volume transaksi meningkat drastis.
Jumlah pembeli jauh lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya.
Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi di balik layar.
Saat itulah panel sistem muncul.
> [Informasi Real-Time]
Pengumuman perusahaan akan dilakukan hari ini.
Tetap tenang.
Jangan mengambil keputusan berdasarkan emosi.
Wendri menarik napas panjang.
Ia semakin penasaran.
Apa sebenarnya yang akan diumumkan?
Di gedung Wijaya Group.
Alicia Wijaya sedang memantau layar besar di ruang rapat.
Beberapa analis terlihat sibuk memeriksa data.
"Nona."
Seorang analis berdiri.
"Kami menemukan aktivitas pembelian besar sejak pagi."
"Institusi?"
"Bukan."
"Investor ritel?"
"Sebagian besar, ya."
Alicia mengangguk pelan.
Fenomena seperti ini jarang terjadi.
Biasanya investor ritel tidak bergerak secara bersamaan tanpa alasan yang jelas.
Namun kali ini berbeda.
Seseorang tampaknya telah memicu perhatian pasar.
Dan Alicia semakin yakin bahwa nama itu adalah Wendri Abas.
Di kantor Keyla.
Melani juga sedang memperhatikan layar komputernya.
Sebagai asisten CEO, ia memang terbiasa melihat laporan keuangan dan investasi.
Namun hari ini fokusnya bukan perusahaan.
Melainkan satu saham.
SMT.
"Aneh sekali..."
gumamnya.
Semakin diperhatikan, semakin tidak masuk akal kenaikannya.
Dan yang lebih membuatnya penasaran adalah satu nama.
Wendri Abas.
Pukul 11.30.
Saat Wendri sedang mengantar paket terakhir sebelum makan siang, ponselnya tiba-tiba bergetar keras.
Panel sistem muncul.
Namun kali ini berwarna emas.
> [Peristiwa Penting Telah Dimulai]
Pengumuman akan dilakukan dalam 30 menit.
Wendri langsung berhenti berjalan.
Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.
Tiga puluh menit.
Berarti jawabannya akan segera terungkap.
Tepat pukul 12.00.
Dunia investasi mulai ramai.
PT Surya Mineral mengadakan konferensi pers mendadak.
Berita itu langsung menyebar ke berbagai media.
Para investor mulai memperhatikan.
Para analis mulai bersiap.
Dan beberapa menit kemudian...
Pengumuman resmi keluar.
Perusahaan tersebut berhasil memperoleh hak eksplorasi atas salah satu wilayah tambang terbesar yang baru ditemukan.
Nilai proyeknya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Dalam hitungan detik.
Pasar meledak.
Harga saham SMT melonjak tajam.
Belasan persen.
Lalu puluhan persen.
Forum investasi dipenuhi komentar.
Media mulai memberitakan.
Para investor yang sebelumnya mengabaikan perusahaan itu langsung berebut membeli.
Di gudang logistik.
Wendri menatap layar ponselnya.
Matanya membelalak.
Harga SMT terus naik.
Keuntungan di akunnya bertambah dengan kecepatan yang bahkan sulit dipercaya.
Ia tidak pernah melihat uang bergerak seperti ini.
Tidak pernah.
Dan saat itulah panel sistem kembali muncul.
> [Misi Pertama Selesai]
Selamat.
Anda berhasil mempertahankan posisi hingga peristiwa utama terjadi.
Tulisan berikutnya segera muncul.
> [Hadiah Dibuka]
Fitur Analisis Mendalam Aktif.
Wendri membeku.
Berhasil.
Ia benar-benar berhasil.
Namun sebelum sempat memeriksa fitur baru tersebut, notifikasi lain muncul.
> [Peringatan]
Tingkat perhatian pasar terhadap Anda meningkat.
> Jumlah pihak yang menyelidiki Anda: 7
Senyum di wajah Wendri langsung menghilang.
"Tujuh?"
Kemarin hanya tiga.
Sekarang tujuh.
Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat.
Dan untuk pertama kalinya...
Wendri mulai menyadari satu hal.
Semakin besar kesuksesan yang ia raih.
Semakin banyak mata yang akan memperhatikannya.
Sebagian datang karena kagum.
Sebagian datang karena penasaran.
Dan sebagian lagi...
Mungkin datang dengan niat yang tidak baik.
Sementara itu, jauh di pusat kota, Alicia Wijaya menatap layar grafik SMT yang terus melonjak.
Kemudian ia melihat laporan terakhir tentang Wendri Abas.
Untuk pertama kalinya, senyum tipis muncul di wajahnya.
"Menarik."
Sangat menarik.
Karena seorang kurir biasa baru saja membuat keputusan yang bahkan gagal diprediksi oleh banyak investor profesional.
Dan Alicia ingin tahu satu hal.
Siapa sebenarnya Wendri Abas?
Wendri Abas masih berdiri di sudut gudang logistik.
Suara para pekerja di sekitarnya terdengar samar.
Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada panel sistem yang melayang di depan matanya.
> [Hadiah Dibuka]
Fitur Analisis Mendalam Aktif
Beberapa detik kemudian, tampilan sistem berubah.
Panel hitam yang biasanya sederhana kini memiliki menu baru.
> [Analisis Mendalam]
Kondisi Keuangan Perusahaan
Risiko Tersembunyi
Potensi Pertumbuhan
Aktivitas Dana Besar
Indikasi Manipulasi Pasar
Mata Wendri membelalak.
Jika fitur sebelumnya hanya memberikan petunjuk, fitur baru ini tampak jauh lebih canggih.
Ia langsung mencoba membuka data SMT.
Dalam sekejap, puluhan informasi muncul.
> PT Surya Mineral
Kondisi Keuangan: Sehat
Potensi Pertumbuhan: Tinggi
Risiko Tersembunyi: Rendah
Aktivitas Dana Besar: Masuk
Probabilitas Tren Positif 30 Hari: 88%
Wendri menelan ludah.
Informasi seperti ini bahkan mungkin sulit diperoleh analis profesional.
Namun sekarang semuanya tersaji di depan matanya.
Sepulang kerja.
Wendri duduk di kamarnya sambil terus mempelajari fitur baru tersebut.
Semakin dipelajari, semakin terkejut dirinya.
Sistem tidak hanya menganalisis saham.
Tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan yang bahkan tidak dibahas media.
Namun di tengah rasa kagumnya, sebuah notifikasi muncul.
> [Misi Baru Akan Dibuka Dalam 48 Jam]
Wendri menghela napas.
Sistem benar-benar tidak pernah membiarkannya santai terlalu lama.
Di sisi lain kota.
Gedung Wijaya Group.
Alicia Wijaya sedang membaca laporan terbaru.
Asistennya berdiri di samping meja.
"Nona, jumlah pihak yang mulai memperhatikan SMT meningkat tajam."
"Itu sudah bisa diduga."
Alicia menutup berkas.
"Bagaimana dengan Wendri Abas?"
"Kami masih mengumpulkan informasi."
"Ada sesuatu yang menarik?"
Asisten itu membuka tablet.
"Beberapa hari terakhir dia tetap bekerja sebagai kurir."
Alicia mengernyit.
"Masih bekerja?"
"Ya."
Untuk pertama kalinya Alicia terlihat benar-benar heran.
Jika dirinya berada di posisi Wendri dan baru memperoleh keuntungan sebesar itu, kemungkinan besar ia akan fokus pada investasi.
Namun pria itu tetap menjalani hidupnya seperti biasa.
Hal itu justru membuat Alicia semakin penasaran.
Sementara itu.
Di kantor Keyla.
Melani masuk membawa secangkir kopi.
"Bu Keyla."
"Hm?"
"Saya baru melihat berita tentang SMT."
Keyla mengangkat kepala.
"Ada apa?"
"Saham itu melonjak lagi."
Keyla terdiam.
Entah kenapa ia langsung teringat pada Wendri.
Beberapa hari lalu pria itu menginvestasikan uangnya ke pasar saham.
Dan sekarang saham yang ramai dibicarakan adalah SMT.
Hatinya mulai tidak tenang.
Bukan karena uang.
Melainkan karena ia merasa Wendri sedang berubah dengan sangat cepat.
Perubahan yang bahkan tidak bisa ia ikuti.
Malam hari.
Wendri menerima telepon dari Bakara.
"Bro!"
"Apa?"
"Kamu lihat berita SMT?"
Wendri tersenyum tipis.
"Sedikit."
"Sedikit katanya."
Bakara tertawa.
"Lagi-lagi aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan."
"Perasaanmu memang terlalu tajam."
"Minggu depan nongkrong lagi."
"Oke."
Setelah panggilan berakhir, Wendri melihat langit malam dari jendela kamarnya.
Untuk pertama kalinya sejak kegagalan pertunangannya, ia merasa hidupnya mulai bergerak ke arah baru.
Namun jauh di dalam hatinya, luka itu belum benar-benar hilang.
Masih ada.
Masih terasa.
Hanya saja kini ia tidak lagi membiarkan luka tersebut mengendalikan hidupnya.
Tepat saat ia hendak tidur, panel sistem kembali muncul.
Namun kali ini berbeda.
Tulisan yang muncul berwarna merah tua.
> [Peringatan Tingkat Menengah]
Seorang investor besar mulai menganggap Anda sebagai ancaman potensial.
Tatapan Wendri langsung berubah serius.
> Identitas: Belum Dapat Ditampilkan
Tingkat Bahaya: Sedang
Keheningan memenuhi kamar.
Untuk pertama kalinya sejak mendapatkan sistem...
Wendri menyadari bahwa keberhasilannya tidak hanya membawa peluang.
Tetapi juga musuh.
Dan di dunia finansial...
Musuh sering kali jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat di permukaan.