EPISODE 9 rahasia di balik senyuman dan misi yg tidak biasa
Pagi hari.
Wendri Abas terbangun lebih awal dari biasanya.
Namun bukan karena pekerjaan.
Melainkan karena notifikasi sistem semalam.
> [PERINGATAN DARURAT]
Dalam 24 jam ke depan, seseorang akan mencoba mendekati Anda menggunakan identitas palsu.
Tujuan: Mendapatkan Kepercayaan Anda.
Wendri mengingat setiap kata dengan jelas.
Selama ini sistem tidak pernah salah.
Artinya...
Hari ini ia harus berhati-hati.
Sangat berhati-hati.
Seperti biasa, Wendri berangkat bekerja.
Motor tuanya melaju membelah jalanan kota.
Tidak ada yang terlihat aneh.
Tidak ada yang mencurigakan.
Sampai menjelang siang.
Saat ia sedang makan di warung dekat kawasan perkantoran.
Seorang wanita tiba-tiba berjalan masuk.
Wanita itu mengenakan kemeja putih dan rok hitam.
Rambut panjangnya diikat rapi.
Wajahnya cantik.
Namun tidak berlebihan.
Ia tampak seperti pegawai kantoran biasa.
Wanita itu memesan makanan.
Lalu tanpa sengaja menjatuhkan dompetnya.
Bruk.
Dompet itu jatuh tepat di dekat kaki Wendri.
Wendri mengambilnya.
"Ini milik Anda."
Wanita itu tampak terkejut.
"Oh!"
"Terima kasih banyak."
Ia menerima dompet tersebut sambil tersenyum.
Senyumnya terlihat alami.
Namun tepat saat itu.
Panel sistem muncul.
> [PERINGATAN]
Target Terdeteksi.
> Nama Asli: Cynthia Armand
Identitas Saat Ini: Palsu.
> Tujuan: Menyelidiki Anda.
Tatapan Wendri sedikit berubah.
Tetapi ekspresinya tetap tenang.
Jadi...
Wanita inilah yang dimaksud sistem.
Cynthia diam-diam memperhatikan Wendri.
Foto pria itu sudah ia pelajari berkali-kali.
Namun melihat langsung jauh berbeda.
Pria ini terlihat biasa.
Terlalu biasa.
Bahkan sangat sulit membayangkan bahwa dia adalah orang yang mampu membaca peluang pasar dengan sangat akurat.
"Nama saya Cinta."
kata Cynthia sambil tersenyum.
Nama palsu.
Wendri sudah mengetahuinya.
Namun ia berpura-pura tidak tahu.
"Saya Wendri."
"Oh."
Wanita itu pura-pura terkejut.
"Nama Anda sama seperti yang pernah saya baca di forum investasi."
Wendri pura-pura heran.
"Forum investasi?"
"Iya."
"Saya dengar ada investor bernama Wendri yang sukses membeli SMT."
Wendri tertawa kecil.
"Kebetulan saja."
Cynthia tersenyum.
Namun di dalam hatinya, ia semakin penasaran.
Karena pria ini terlihat terlalu tenang.
Di balik ketenangannya.
Wendri diam-diam membuka fitur Analisis Karakter.
Panel kecil muncul.
> Nama: Cynthia Armand
Tingkat Kepercayaan: 0%
Risiko Pengkhianatan: Sangat Tinggi
Motivasi Dominan:
Menjalankan Perintah
Rasa Penasaran
Ambisi
Lalu muncul satu informasi tambahan.
> Kondisi Mental
Tidak sepenuhnya setuju dengan tugasnya.
Mata Wendri sedikit menyipit.
Menarik.
Berarti wanita ini tidak sepenuhnya jahat.
Dia hanya sedang menjalankan tugas.
Percakapan mereka berlanjut cukup lama.
Cynthia sengaja mencoba menggali informasi.
Namun Wendri menjawab dengan hati-hati.
Sebaliknya.
Wendri justru diam-diam mempelajari Cynthia.
Cara bicara.
Ekspresi.
Bahasa tubuh.
Semuanya.
Dan semakin lama ia memperhatikan...
Ia mulai merasa wanita ini tidak sesederhana yang terlihat.
Sementara itu.
Di kantor Leonard Pratama.
Seorang bawahan masuk membawa laporan.
"Pak."
"Bagaimana?"
"Nona Cynthia sudah berhasil mendekati Wendri."
Leonard tersenyum tipis.
"Bagus."
"Terus awasi."
Selama bertahun-tahun.
Cynthia selalu berhasil menjalankan tugasnya.
Leonard percaya kali ini juga akan sama.
Namun ia tidak tahu.
Bahwa sejak awal.
Wendri sudah mengetahui identitas asli wanita tersebut.
Malam hari.
Setelah pulang ke rumah.
Wendri membuka sistem.
Dan untuk pertama kalinya.
Sistem memberikan saran yang sangat aneh.
> [Rekomendasi Sistem]
> Jangan menjauh dari Cynthia Armand.
> Pertahankan hubungan.
> Potensi Pengaruh Masa Depan: Tinggi.
Wendri mengernyit.
"Apa?"
Wanita itu jelas-jelas dikirim untuk menyelidikinya.
Lalu kenapa sistem justru menyuruhnya tetap dekat?
Belum sempat ia berpikir lebih jauh.
Tulisan berikutnya muncul.
> Kemungkinan Menjadi Sekutu: 73%
Mata Wendri membelalak.
Sekutu?
Bagaimana mungkin?
Namun sistem tidak pernah asal memberikan penilaian.
Artinya...
Di balik identitas palsunya.
Mungkin Cynthia menyimpan sesuatu yang bahkan belum diketahui Leonard.
Dan tanpa disadari Wendri...
Wanita yang dikirim untuk menjebaknya.
"Apa sebenarnya yang kamu lihat?"
gumam Wendri pada sistem.
Tentu saja tidak ada jawaban.
Sistem tidak pernah menjelaskan alasannya.
Ia hanya memberikan petunjuk.
Dan sejauh ini...
Petunjuk itu selalu benar.
Keesokan paginya.
Wendri kembali bekerja seperti biasa.
Namun kini pikirannya terbagi menjadi dua.
Misi kedua untuk menemukan saham multibagger.
Dan Cynthia Armand.
Sekitar pukul sebelas siang.
Saat sedang mengantar paket ke kawasan bisnis, ponselnya bergetar.
Pesan masuk dari nomor yang belum disimpan.
> Halo Pak Wendri.
Saya Cinta.
Kemarin menyenangkan berbicara dengan Anda.
Kalau tidak sibuk, mau makan siang bersama?
Wendri tersenyum tipis.
Ia tahu.
Wanita itu sedang menjalankan tugasnya.
Namun ia juga ingin mengetahui alasan sistem menganggap Cynthia bisa menjadi sekutu.
> Boleh.
Balas Wendri singkat.
Sementara itu.
Di kantor Leonard Pratama.
Cynthia baru saja mengirim laporan singkat.
> Target mulai terbuka.
Akan saya dekati secara bertahap.
Leonard tersenyum puas.
Baginya, Wendri hanyalah pria muda yang tiba-tiba beruntung.
Cepat atau lambat.
Rahasianya pasti terbongkar.
Satu jam kemudian.
Mereka bertemu di sebuah kafe sederhana.
Hari ini Cynthia mengenakan pakaian kasual.
Jauh lebih santai dibanding kemarin.
Namun senyumnya tetap sama.
Hangat.
Dan sedikit misterius.
"Terima kasih sudah datang."
kata Cynthia.
"Tidak masalah."
Wendri duduk di depannya.
Sambil diam-diam membuka Analisis Karakter.
> Nama: Cynthia Armand
Tingkat Kepercayaan: 2%
Risiko Pengkhianatan: Tinggi
Kondisi Mental:
Bingung
Mulai Penasaran
Sedikit Bersalah
Wendri mengangkat alis.
Sedikit bersalah?
Berarti wanita ini mulai merasa tidak nyaman dengan tugasnya.
Percakapan mereka berlangsung santai.
Cynthia bertanya tentang pekerjaan Wendri.
Tentang keluarganya.
Tentang masa lalunya.
Namun yang mengejutkan...
Ia tidak terlalu banyak bertanya tentang investasi.
Hal itu justru membuat Wendri sedikit heran.
Beberapa kali ia melihat Cynthia tampak melamun.
Seolah ada sesuatu yang sedang dipikirkannya.
Akhirnya Wendri bertanya.
"Kamu baik-baik saja?"
Cynthia sedikit terkejut.
"Hm?"
"Kamu terlihat banyak pikiran."
Untuk beberapa detik.
Wanita itu terdiam.
Lalu tersenyum kecil.
"Kamu cukup peka."
Wendri tidak menjawab.
Namun sistem tiba-tiba aktif.
> [Informasi Tambahan]
> Cynthia Armand.
> Usia: 24 Tahun.
> Yatim piatu.
> Dibantu Leonard Pratama sejak usia 19 tahun.
> Loyalitas saat ini: Tinggi.
> Konflik batin: Meningkat.
Mata Wendri sedikit membesar.
Jadi begitu.
Cynthia bukan bawahan biasa.
Leonard pernah membantunya.
Tidak heran wanita itu setia.
Namun sekarang...
Kesetiaan itu mulai terganggu.
Di tengah obrolan.
Cynthia tiba-tiba bertanya.
"Wendri."
"Hm?"
"Menurutmu..."
Ia ragu-ragu.
"Kalau seseorang berutang budi kepada orang lain..."
"Apakah dia harus selalu mengikuti semua perintah orang itu?"
Pertanyaan itu terdengar biasa.
Namun Wendri tahu.
Pertanyaan itu bukan tentang orang lain.
Melainkan tentang dirinya sendiri.
Wendri berpikir sejenak.
Lalu menjawab.
"Berterima kasih itu penting."
"Tapi bukan berarti kita harus kehilangan diri sendiri."
Cynthia terdiam.
Tatapannya sedikit bergetar.
Entah kenapa...
Jawaban sederhana itu terasa menusuk hatinya.
Malam hari.
Setelah pulang.
Cynthia duduk sendirian di apartemennya.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.
Ia merasa bingung.
Karena pria yang seharusnya ia selidiki...
Justru memperlakukannya dengan tulus.
Tanpa curiga.
Tanpa memanfaatkan.
Tanpa merendahkan.
Ia membuka foto Wendri di ponselnya.
Lalu menghela napas.
"Aku ini sebenarnya sedang melakukan apa..."
gumamnya pelan.
Di rumah.
Wendri juga sedang memikirkan hal yang sama.
Namun yang ia pikirkan bukan perasaannya.
Melainkan sistem.
Karena tepat sebelum tidur.
Sistem tiba-tiba mengeluarkan notifikasi baru.
> [Misi Tersembunyi Ditemukan]
> Selamatkan Cynthia Armand dari masa lalunya.
> Hadiah:
Tingkat Kepercayaan Maksimal
Sekutu Permanen
Bonus Sistem Khusus
Mata Wendri langsung membelalak.
"Apa?!"
Ini pertama kalinya sistem memberikan misi yang tidak berhubungan dengan uang.
Tidak berhubungan dengan saham.
Tetapi...
Menyelamatkan seseorang.
Dan lebih mengejutkan lagi.
Sistem menyebut Cynthia bisa menjadi Sekutu Permanen.
Wendri menghela napas panjang.
Sejak mendapatkan sistem, ia sudah menjalani berbagai misi.
Mencari saham.
Meningkatkan aset.
Menghindari jebakan.
Namun ini pertama kalinya sistem menyuruhnya menyelamatkan seseorang.
Dan bukan sembarang orang.
Melainkan wanita yang awalnya datang untuk menyelidikinya.
"Apa sebenarnya yang disembunyikan Leonard?"
gumam Wendri.
Sayangnya, sistem tidak memberikan jawaban.
Keesokan paginya.
Pasar saham kembali ramai.
Namun perhatian Wendri tidak sepenuhnya berada di sana.
Pikirannya masih memikirkan Cynthia.
Dan misi tersembunyi itu.
Saat sedang mengantar paket, ponselnya bergetar.
Pesan dari Cynthia.
> Apa kamu sibuk malam ini?
Wendri membaca pesan itu.
Lalu membalas.
> Tidak terlalu.
Tak lama kemudian balasan datang.
> Aku ingin bicara sesuatu.
Kali ini tidak ada emoji.
Tidak ada candaan.
Hanya kalimat singkat.
Dan entah kenapa...
Wendri merasa pembicaraan malam ini akan sangat penting.
---
Malam hari.
Mereka bertemu di taman kota.
Suasana cukup sepi.
Lampu-lampu taman menyala lembut.
Cynthia duduk di bangku sambil memandangi kolam kecil di depan mereka.
Hari ini ia terlihat berbeda.
Biasanya ia selalu tersenyum.
Namun malam ini wajahnya tampak lelah.
"Kamu ingin bicara apa?"
tanya Wendri.
Cynthia tidak langsung menjawab.
Ia tetap memandang air di depannya.
Lalu berkata pelan.
"Wendri."
"Hm?"
"Kalau suatu hari nanti..."
"Aku ternyata bukan orang yang kamu kira..."
"Apa kamu akan membenciku?"
Wendri menatapnya.
Pertanyaan itu terasa berat.
Sangat berat.
Namun Wendri menjawab dengan tenang.
"Aku tidak pernah benar-benar mengenalmu."
"Jadi aku tidak punya alasan untuk membencimu."
Cynthia tersenyum kecil.
Namun matanya mulai memerah.
Untuk beberapa saat.
Mereka kembali diam.
Lalu Cynthia akhirnya berkata.
"Aku berbohong padamu."
Wendri tidak terlihat terkejut.
Namun di dalam hatinya, ia sedikit terkejut.
Karena ia tidak menyangka Cynthia akan mengaku secepat ini.
"Namaku bukan Cinta."
"Aku Cynthia Armand."
"Aku dikirim seseorang untuk mendekatimu."
Setelah mengatakan itu.
Cynthia menggigit bibir bawahnya.
Ia sudah membayangkan berbagai kemungkinan.
Marah.
Kecewa.
Atau bahkan langsung pergi.
Namun...
Yang ia lihat justru wajah Wendri yang tetap tenang.
"Aku tahu."
Cynthia langsung menoleh.
"Apa?"
"Aku sudah tahu."
"Kamu..."
Mata Cynthia membelalak.
"Kamu tahu sejak awal?!"
Wendri mengangguk.
Kini justru Cynthia yang terdiam.
Selama ini ia merasa sedang menyelidiki Wendri.
Padahal...
Pria itu sudah mengetahui semuanya.
"Kamu marah?"
tanya Cynthia pelan.
"Tidak."
"Kenapa?"
Wendri tersenyum kecil.
"Karena aku tahu kamu bukan orang jahat."
Kalimat itu membuat hati Cynthia bergetar.
Selama bertahun-tahun bekerja untuk Leonard...
Ia sering berbohong.
Sering memanipulasi orang.
Dan tidak pernah ada yang benar-benar mempercayainya.
Namun malam ini.
Pria yang seharusnya paling membencinya justru berkata bahwa dirinya bukan orang jahat.
Tanpa sadar.
Air mata mulai jatuh dari sudut matanya.
"Aku..."
Suaranya bergetar.
"Aku sebenarnya lelah."
"Aku berutang budi pada Pak Leonard."
"Beliau menyelamatkanku."
"Membiayai kuliahku."
"Memberiku pekerjaan."
"Tapi..."
Cynthia menunduk.
"Aku tidak selalu setuju dengan caranya."
Saat itu juga.
Panel sistem muncul.
> [Misi Tersembunyi]
Progres: 40%
> Cynthia mulai membuka hatinya.
> Tetap dengarkan.
Wendri diam.
Membiarkan Cynthia berbicara.
Menceritakan semua tekanan yang selama ini ia pendam.
Tentang rasa bersalah.
Tentang kebingungan.
Dan tentang ketakutannya jika suatu hari harus melawan Leonard.
Malam semakin larut.
Namun perasaan Cynthia justru terasa lebih ringan.
Untuk pertama kalinya.
Ia bisa jujur kepada seseorang.
Saat hendak pulang.
Ia menatap Wendri.
"Lain kali..."
"Apa kita masih bisa bertemu?"
Wendri tersenyum tipis.
"Tentu."
Cynthia ikut tersenyum.
Namun tepat saat itu.
Ponselnya bergetar.
Pesan dari Leonard Pratama.
> Besok pagi datang ke kantor saya.
Jantung Cynthia langsung berdegup kencang.
Karena ia tahu.
Leonard bukan orang yang suka menunggu.
Dan entah bagaimana...
Ia merasa pria itu mulai mencurigainya.
Sementara di sisi lain.
Panel sistem muncul di depan Wendri.
Warnanya merah.
> [Peringatan Darurat]
> Leonard Pratama mulai menyadari perubahan Cynthia.
> Konflik Besar Akan Terjadi.
> Estimasi: 7 Hari.
Wajah Wendri perlahan menjadi serius.
Karena kali ini...
Yang dipertaruhkan bukan hanya uang.
Tetapi seseorang yang mulai ia anggap sebagai teman.