Pada akhir minggu keempat belas, Giana menerima kabar bahwa kantor layanan mengadopsi versi baru formulir persetujuan. Setiap identitas pihak ketiga harus disetujui langsung, staf berhak menolak tugas di luar kapasitas, dan layanan tidak boleh menyebut diri sebagai pengganti tenaga profesional. Farel mengatakan pelaksanaannya akan ditinjau setelah beberapa penugasan.
Giana membaca formulir dan menyetujui redaksi, tetapi meminta namanya tidak dicantumkan sebagai alasan perubahan. Farel berkata mereka dapat menjelaskan bahwa aturan berasal dari evaluasi internal. Aya menambahkan bahwa mereka juga akan melakukan pemeriksaan awal yang lebih jujur kepada calon klien, termasuk bertanya apakah semua pihak yang akan dilibatkan mengetahui peran staf.
Giana tidak menyangka aturan dapat menghapus kejadian yang ia alami. Namun, ia merasa perubahan itu punya makna karena berlaku untuk semua orang, bukan hanya untuk dirinya. Ia setuju membantu meninjau satu kasus baru dan menolak kasus lain yang meminta seorang staf berpura-pura menjadi dokter.
Gama mengirim pesan bahwa ia sudah mendengar hubungan layanan keluarganya dengan kantor Giana telah ditutup. Ia berkata ia akan memastikan perusahaan tidak meminta kantor tersebut menyamarkan identitas siapa pun di masa depan. Giana membalas bahwa tanggung jawab itu milik perusahaannya sendiri, bukan hadiah untuknya. Gama menjawab setuju.
Mereka tidak bertemu selama beberapa hari. Giana memusatkan perhatian pada Rahma dan Gufta. Ia mulai mencari informasi umum tentang pelatihan yang bisa diikuti sambil bekerja, tanpa meminta Gama membayar. Gufta membantu memeriksa jadwal sekolahnya agar mereka tahu kapan rumah cukup tenang untuk belajar.
Petugas hukum mengirim pembaruan singkat tentang perkara Juardi. Pemeriksaan masih berjalan; tanda tangan pada formulir penyelesaian servis belum terverifikasi dan beberapa saksi diminta memberi keterangan. Giana menyimpan surat itu. Ia tahu pengakuan Juardi penting, tetapi perkara belum menjadi vonis dan ia tidak akan menyebarkan kabar seolah semuanya selesai.
Gama dan Giana bertemu sekali lagi atas ajakan Giana, kali ini hanya untuk makan siang. Giana mengatakan ia belum ingin menyebut hubungan mereka sebagai sesuatu yang lebih dari dua orang yang sedang belajar bicara jujur. Gama berkata ia menerima itu. Mereka tidak membuat rencana masa depan.
Di tengah makan, Gama bertanya apakah Giana ingin mendengar kabar tentang Diandra. Giana menjawab belum, tetapi jika ada informasi resmi yang berkaitan langsung dengannya, petugas hukum dapat menyampaikan. Gama menghormatinya dan mengganti topik ke buku yang sedang dibaca Giana.
Sebelum pulang, Giana berkata, "Kalau aku bertemu kamu lagi, itu karena aku memilih datang. Bukan karena kontrak, uang, atau rasa kasihan."
Gama mengangguk. "Aku tidak ingin alasan lain."
Mereka berpisah tanpa sentuhan atau janji. Giana berjalan kembali ke kantor dengan sadar bahwa ia masih berduka, masih marah pada keputusan Juardi, dan belum tahu bagaimana ia akan memandang keluarga Pradipta. Permintaan maaf Gama bukan pembayaran untuk semua itu. Ia hanya satu langkah yang harus diuji oleh waktu.
Giana juga meminta kantor menambahkan prosedur untuk menindaklanjuti penolakan klien. Bila staf diminta melakukan hal yang melanggar batas, penolakan tidak boleh membuat mereka mendapat ulasan buruk tanpa kesempatan menjelaskan. Farel menyarankan mekanisme laporan internal. Aya meminta formulir yang mudah diisi dan tidak meminta staf menuliskan pengalaman pribadi secara rinci jika tidak nyaman.
Mereka menguji draf itu dengan dua contoh kontrak. Pada satu contoh, staf hanya diminta mengatur janji temu, sehingga tugas diterima. Pada contoh lain, klien meminta staf mengaku sebagai tenaga medis agar keluarga percaya. Mereka menolak tugas itu dan menawarkan pendampingan administrasi. Giana merasa keputusan kantor terdengar sederhana, tetapi ia tahu dulu mereka tidak memiliki garis batas sejelas ini.
Farel bertanya apakah Giana ingin mengajukan klaim atas dampak ancaman Gama terhadap pekerjaan. Giana tidak ingin memulai proses itu saat ini, tetapi ia meminta kantor menyimpan catatan ancaman secara akurat. Ia tidak ingin kejadian tersebut dihapus dari arsip hanya karena permintaan maaf telah disampaikan. Farel menyetujuinya dan membatasi akses pada pimpinan.
Gama kemudian memberi kabar bahwa prosedur pengaduan pemasok di perusahaannya telah disetujui untuk diuji coba. Ia mengirimkan ringkasan publik internal tanpa meminta Giana meninjau. Giana membaca dan menjawab bahwa perubahan itu baik sebagai langkah awal, tetapi ia tak bisa memastikan bagaimana pelaksanaannya. Gama setuju bahwa pengawasan hasil perlu dilakukan tanpa menjadikan pujian Giana sebagai ukuran.
Di rumah, Gufta bertanya apakah Giana dan Gama akan menikah. Giana tertawa karena pertanyaan itu muncul tiba-tiba. Ia menjawab mereka hanya berbicara beberapa kali dan belum menjalin hubungan. Gufta berkata ia bertanya karena ingin tahu apakah harus menabung untuk baju bagus. Giana memintanya fokus sekolah dulu.
Rahma mengingatkan Gufta bahwa pilihan Giana bukan urusan yang harus ia kelola. Gufta mengangguk, lalu kembali mengerjakan tugas. Giana merasa nyaman karena keluarganya tidak mendorongnya menerima Gama demi masa depan finansial.
Surat dari petugas hukum datang menjelang akhir minggu. Perkara Juardi masih berjalan; beberapa dokumen telah dikonfirmasi, tetapi tanda tangan formulir servis dan peran staf gudang belum selesai diperiksa. Giana membaca surat itu dan menyimpannya. Ia tidak mengirimkannya kepada Gama, karena ia tahu pihak berwenang akan menghubungi keluarga sesuai prosedur.
Saat bertemu Gama untuk makan siang, Giana menyampaikan bahwa ia belum ingin menjalin hubungan. Gama berkata ia menerima keputusan itu. Ia tidak meminta penjelasan atau menyebut betapa ia berubah. Mereka makan, membahas buku, dan pulang dengan jalur masing-masing.
Bagi Giana, percakapan itu bukan pembayaran atas luka, bukan tanda bahwa ia harus membalas perhatian. Ia memilih hadir hari itu dan bisa memilih untuk tidak hadir lain kali. Pilihan itu tetap miliknya.
Giana mencatat sendiri hal-hal yang ia butuhkan untuk belajar kembali: informasi biaya, jadwal fleksibel, dan waktu untuk berdiskusi dengan Rahma. Ia belum mengirimkannya kepada siapa pun. Ia ingin meninjau beberapa pilihan tanpa mengaitkannya dengan tawaran Gama atau keputusan keluarga Pradipta.
Daftar itu tetap menjadi milik Giana sendiri.