Giana mengetahui alamat rumah lama dari sebuah kuitansi pajak. Petugas hukum mengatakan catatan properti dapat diminta, tetapi mereka mungkin perlu nomor persil atau nama pemilik yang tercantum. Giana tidak mengerti jalur pencarian arsip tersebut dan bertanya apakah ada layanan publik yang bisa membantu.
Ia teringat Gama pernah menyebut bagian administrasi keluarga Pradipta rutin berurusan dengan dokumen properti. Giana menimbang sebelum mengirim pesan. Ia tidak ingin menjadikan Gama jalan pintas, tetapi informasi tentang kantor pencatatan umum dapat membantu.
Ia menulis: "Aku sedang mencari cara meminta catatan properti lama. Kalau kamu tahu kantor atau prosedur publik yang tepat, kirim nama tempatnya saja. Aku tidak meminta perusahaanmu mengurus atau membayar apa pun."
Gama menjawab beberapa jam kemudian dengan nama kantor pencatatan dan daftar dokumen umum yang biasanya diminta. Ia menambahkan bahwa ia belum menghubungi siapa pun atas nama Giana. Ia menawarkan untuk tidak membantu lebih jauh kecuali Giana meminta.
Giana berterima kasih dan membawa daftar itu kepada petugas hukum. Petugas mengonfirmasi alamat dan menyarankan permohonan resmi, karena daftar umum dari Gama belum tentu berlaku untuk catatan lama. Mereka mengisi formulir bersama dan meminta penelusuran berdasarkan nama orang tua Giana.
Rahma mengingat nama lengkap ayahnya sesuai akta, namun tidak tahu apakah ejaan pada dokumen rumah sama. Giana menyertakan beberapa variasi yang mungkin muncul dan memberi tahu petugas bahwa ia tidak yakin. Petugas menerima permintaan dengan catatan bahwa hasil perlu dicocokkan lebih dulu sebelum dianggap milik keluarga.
Sambil menunggu, Giana dan Gufta kembali ke kotak kayu. Mereka menemukan surat perbaikan atap dengan alamat sama dan tanda tangan ayahnya. Gufta bertanya apakah ia boleh mengunjungi rumah itu untuk melihat apakah pohon mangga yang ia ingat masih ada. Giana menjawab belum. Mereka tidak akan mendatangi paman tanpa persiapan dan kesepakatan Rahma.
Gama tidak mengirim pesan lain. Giana menghargai bahwa ia memberikan informasi yang diminta lalu berhenti. Ia tidak merasa perlu membalas dengan pertemuan atau percakapan pribadi. Bantuan itu tidak mencampuri keputusan mereka tentang hubungan.
Di kantor, Aya dan Farel menyelesaikan uji coba formulir klien. Mereka meminta staf menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa yang disetujui klien, bukan hanya meminta tanda tangan. Seorang staf mengusulkan kolom untuk mencatat pihak ketiga yang mengetahui tugas. Aya menambahkannya. Farel meminta dua orang memeriksa setiap kontrak yang mengandung peran sensitif.
Pada akhir hari, Giana mendapat konfirmasi bahwa permintaan catatan rumah telah diterima, tetapi hasil belum tersedia. Ia memasukkan tanda terima ke map. Belum ada sertifikat, belum ada percakapan dengan paman, dan belum ada keputusan pindah. Mereka hanya memperoleh jalur yang jelas untuk mencari dokumen.
Gama menjawab dengan tautan situs dan daftar kantor umum, tanpa menghubungi siapa pun. Ia berkata ia tak yakin semua catatan lama dapat dicari secara daring, jadi sebaiknya petugas hukum memeriksa. Giana meneruskan informasi itu kepada petugas, yang menjelaskan bahwa pencarian harus dibuat berdasarkan alamat dan identitas pemilik, bukan koneksi keluarga.
Dalam perjalanan ke kantor pencatatan, Giana dan Rahma menyusun pertanyaan agar tidak lupa: siapa yang tercatat sebagai pemilik; apakah pernah ada perubahan hak; kapan perubahan terjadi; dan dokumen apa yang dibutuhkan untuk meminta salinan. Mereka tidak menanyakan data paman yang tidak berkaitan.
Petugas loket meminta dokumen pendukung dan memberi tanda terima permohonan. Giana bertanya kapan hasil dapat diambil. Petugas mengatakan mereka akan mendapat pemberitahuan, tanpa tanggal pasti. Giana tidak meminta dipercepat. Ia menyimpan nomor permohonan dan mengambil foto tanda terima untuk salinan pribadi.
Sesampainya di rumah, ia membalas pesan Gama bahwa informasi itu membantu. Ia menegaskan proses berikutnya akan dilakukan bersama Rahma dan petugas hukum. Gama menjawab ia tidak akan mencari atau menanyakan status permohonan atas nama mereka. Ia berkata ia hanya mengirim informasi publik yang diminta.
Giana mengatakan terima kasih. Ia tak merasa perlu menambah percakapan. Hubungan mereka masih baru dibangun kembali dan satu bantuan praktis tidak menciptakan kewajiban untuk membuka urusan pribadi. Gama juga tidak menuntut keterlibatan lebih jauh.
Di kantor layanan, Aya mengumpulkan masukan staf tentang formulir baru. Ia menemukan beberapa orang masih bingung apakah mereka harus menolak klien langsung atau meminta pimpinan menilai tugas. Farel membuat bagan keputusan sederhana: tanyakan siapa yang terlibat, jelaskan batas layanan, minta persetujuan, lalu eskalasi bila ada risiko. Giana mengingatkan bahwa bagan itu panduan internal, bukan jaminan tidak ada kesalahan.
Ketika Giana menerima jawaban Gama, ia meneruskan daftar kantor itu kepada petugas hukum tanpa meminta Gama mengurus permohonan. Petugas mengonfirmasi alamat dan prosedur yang berlaku. Giana kemudian mengirim pesan singkat bahwa informasi tersebut cocok dan mereka akan menindaklanjuti melalui jalur resmi.
Gama menjawab, "Kalau ada hal lain yang kamu butuhkan, kamu bisa menyebutkannya secara spesifik. Aku tidak akan menghubungi siapa pun lebih dulu." Giana membalas bahwa ia akan meminta bila perlu. Ia menghargai kesediaannya, namun tidak merasa harus membuka persoalan lain sebagai balasan.
Di kantor, Aya meminta Giana memeriksa formulir baru dengan sudut pandang staf lapangan. Mereka menguji alur dari konsultasi pertama sampai penghentian tugas. Giana menemukan tidak ada ruang untuk menulis alasan penolakan tanpa mengungkap detail pribadi. Aya menambahkan pilihan jawaban umum dan tempat catatan terbatas yang hanya dapat dibaca pimpinan.
Farel mengingatkan bahwa prosedur itu perlu pelatihan. Mereka menetapkan sesi internal pekan depan dan meminta setiap staf membawa contoh kasus yang pernah membuat mereka ragu. Giana tidak harus menceritakan pengalamannya sendiri; ia bisa memberi masukan pada dokumen tanpa menjadi bahan diskusi.
Farel mengirimkan agenda sesi internal dan menjelaskan bahwa masukan staf dapat diberikan tertulis. Giana memilih menulis catatan tentang kolom persetujuan, sementara Aya bertugas mengumpulkan contoh situasi. Mereka memastikan pertemuan itu membahas perbaikan prosedur, bukan meminta staf membuka kisah pribadi. Giana merasa batas baru itu masih perlu diuji, tetapi kini ia tahu keberatannya dapat disampaikan tanpa takut kehilangan pekerjaan.