Menjelang akhir minggu keenam belas, kantor pencatatan memberi tahu bahwa mereka menemukan catatan properti atas nama ayah Giana dan Rahma. Mereka belum mengirim salinan lengkap karena perlu verifikasi hubungan keluarga dan satu nomor identitas lama. Giana tidak langsung merasa menang. Ia membawa pemberitahuan itu kepada petugas hukum dan bertanya apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
Petugas mengatakan catatan tersebut memberi dasar untuk meminta salinan resmi dan melihat riwayat perubahan, tetapi belum menjelaskan siapa yang saat ini tercatat atau apakah pernah ada pengalihan. Giana dan Rahma mengajukan dokumen tambahan. Mereka tidak menghubungi paman sebelum menerima catatan yang lengkap.
Gufta membantu menyusun kronologi dari kuitansi. Ia menuliskan tahun, alamat, dan nama yang tertera. Ia tetap mengerjakan tugas sekolah pada malam hari. Ketika Giana melihatnya terlalu lama di meja, ia menyuruhnya berhenti. Gufta mengatakan ia ingin menyelesaikan daftar, tetapi setuju lanjut besok.
Rahma bertanya apakah mereka akan pindah jika rumah itu berhasil dikembalikan. Giana menjawab mereka perlu melihat kondisi bangunan, biaya perbaikan, dan jarak sekolah Gufta. Rumah lama penting, tetapi mereka tidak akan pindah hanya karena nostalgia. Rahma menyetujui bahwa keputusan harus memperhitungkan hidup mereka sekarang.
Pada hari yang sama, Farel memberi kabar bahwa formulir baru layanan mulai dipakai untuk kontrak baru. Staf kini menuliskan batas peran dan memastikan pihak ketiga yang namanya dipakai memberi persetujuan. Aya berkata satu klien mundur setelah mendengar mereka tidak bisa berpura-pura menjadi tenaga profesional, tetapi klien lain menerima pendampingan administratif yang ditawarkan.
Giana mengucapkan selamat atas penerapan aturan itu, tanpa menganggap tugas mereka selesai. Farel mengatakan mereka akan meninjau lagi setelah sebulan. Giana meminta jangan menunggu ada masalah besar untuk memperbaiki formulir.
Gama mengirim pesan singkat bahwa informasi kantor pencatatan yang ia berikan tampaknya berguna. Giana menjawab bahwa permohonan diterima dan ia akan mengurus sisanya bersama Rahma dan petugas hukum. Gama membalas, "Baik. Semoga prosesnya jelas." Ia tidak menawarkan menghubungi pejabat atau membayar biaya.
Malamnya, Giana menyusun tiga map: kecelakaan, properti, dan pekerjaan kantor. Ia menaruhnya di rak terpisah. Setiap persoalan memiliki dokumen dan orang yang berbeda. Ia tak ingin bantuan Gama pada satu perkara membuatnya merasa berutang pada perkara lain.
Rahma berdiri di ambang kamar dan bertanya apakah Giana merasa siap menghadapi pamannya. Giana menjawab ia belum akan mengetuk pintu sebelum menerima catatan lengkap. Mereka akan menyusun surat dulu, lalu memutuskan apakah perlu meminta pertemuan resmi.
Gufta lewat sambil membawa buku. Ia bertanya apakah boleh membantu membaca kronologi besok setelah sekolah. Giana berkata boleh kalau tugasnya selesai. Gufta menjawab ia akan menyelesaikannya lebih cepat, lalu Rahma menyuruhnya jangan menjanjikan hal yang belum tentu sanggup dilakukan.
Giana tertawa. Rumah lama belum kembali, paman belum dihubungi, dan catatan lengkap belum tiba. Namun, mereka kini tahu langkah berikutnya dan dapat memilih waktunya. Untuk sekarang, itu cukup.
Giana dan Rahma menyiapkan dokumen tambahan yang diminta kantor pencatatan. Mereka menemukan akta kematian orang tua, kartu keluarga lama, serta bukti alamat dari sekolah Giana. Petugas hukum menyarankan mereka membawa salinan dan menyimpan dokumen asli. Rahma menaruh semua berkas ke map bening agar tidak ada yang tercecer.
Sambil menunggu, Giana meminta Gufta mencari kalender sekolah lama yang mungkin menunjukkan kapan mereka pindah. Gufta menemukan buku catatan yang berisi jadwal ujian dan daftar alamat baru, tetapi tidak ada tanggal perpindahan. Ia menuliskan ingatan bahwa mereka tinggal beberapa bulan di rumah kerabat sebelum menyewa tempat sekarang. Giana mengucapkan terima kasih dan tidak meminta ia menyelidiki lebih jauh.
Rahma menimbang apakah mereka harus mengirim surat kepada paman lebih awal. Petugas hukum menyarankan menunggu riwayat resmi agar pertanyaan tidak salah sasaran. Giana setuju. Ia tidak ingin paman mendapat kesan mereka menuduhnya menyembunyikan sertifikat padahal mereka belum tahu catatan kepemilikan terbaru.
Giana bertanya kepada Gama apakah ia mengetahui siapa yang mengurus arsip properti keluarga Pradipta. Ia tidak meminta Gama menghubungi orang itu; ia hanya ingin tahu apakah kantor pencatatan yang sama menangani wilayah tersebut. Gama menjawab ia tidak tahu pasti dan menyarankan bertanya pada petugas, sehingga Giana tidak memakai informasi yang belum terverifikasi.
Di kantor, klien yang sempat meminta staf menyamar sebagai dokter menghubungi kembali. Ia menerima tawaran pendampingan administratif dan meminta bantuan menyusun daftar pertanyaan untuk dokternya. Aya mencatat tugas baru sesuai batas. Farel mengatakan mereka menolak kebohongan, tetapi tetap membantu kebutuhan yang sah.
Giana memuji keputusan itu. Aya berkata aturan akan diuji dari kasus sehari-hari, bukan dari kalimat yang tertulis saja. Mereka mengatur pemeriksaan ulang setelah bulan pertama. Giana mengusulkan agar staf dapat mengirim umpan balik anonim jika merasa ditekan atasan atau klien.
Pemberitahuan kantor pencatatan tiba menjelang malam: catatan ditemukan, tetapi salinan lengkap memerlukan verifikasi tambahan. Giana membacanya kepada Rahma. Mereka belum tahu nama pemilik sekarang atau riwayat pengalihan. Rahma berkata setidaknya ada berkas yang bisa ditelusuri.
Mereka membuat janji untuk menyerahkan dokumen tambahan pekan depan. Giana menulis semua persiapan di kalender, mempertimbangkan jadwal kerja dan sekolah Gufta. Ia belum siap mengetuk pintu pamannya, tetapi kini mereka tahu pintu mana yang perlu diketuk lebih dulu: kantor pencatatan, dengan dokumen yang benar.
Petugas hukum meminta agar permohonan salinan lengkap disertai bukti identitas dan hubungan ahli waris. Rahma menyerahkan salinan dokumen keluarga, sementara Giana mencatat dokumen asli tetap berada di rumah. Mereka meminta daftar berkas yang diterima petugas dan memperoleh tanda terima.
Giana bertanya apakah catatan itu akan menunjukkan siapa yang kini menguasai rumah. Petugas menjawab mungkin, tetapi mereka belum tahu sampai salinan diterbitkan. Jika ada pengalihan, mereka perlu memeriksa dasar dan tanggalnya sebelum menilai langkah selanjutnya. Rahma menyimak dan meminta petugas mengulang bagian tentang dasar pengalihan.
Mereka tidak menandatangani apa pun yang mengubah hak. Giana meminta waktu untuk membaca setiap formulir dan membawa pulang salinan. Petugas menyetujui. Dalam perjalanan pulang, Rahma berkata kini ia merasa dapat mengikuti proses tanpa menyerahkan keputusan kepada orang lain.
Gufta menyelesaikan tugas sekolah malam itu dan kemudian membantu memberi nomor pada halaman salinan. Ia berhenti saat Giana menyuruhnya beristirahat. Keluarga itu tidak memperoleh rumah hari tersebut, tetapi berhasil menyerahkan permohonan dengan dokumen yang benar dan memahami tahap berikutnya.