Giana berbicara dengan Rahma malam itu. Ia mengatakan ia dan Gama sepakat mencoba hubungan eksklusif, tetapi belum membuat rencana pernikahan. Rahma bertanya apakah ia merasa bebas memilih. Giana menjawab iya dan menegaskan ia tetap akan bekerja, belajar, serta membantu Gufta sesuai kemampuannya.
Rahma tidak melarang atau mendorong. Ia bertanya apa yang Giana perlukan agar hubungan itu sehat. Giana menjawab keterbukaan, batas yang dihormati, dan keputusan yang dibuat bersama. Rahma mengatakan ia akan mendukung selama Giana tidak menghilangkan dirinya demi menjadi pasangan seseorang.
Gufta mengetahui kabar itu setelah Rahma mengingatkan Giana bahwa ia juga boleh bercerita kepada adiknya. Gufta berkata ia senang Giana punya orang untuk diajak makan, tetapi tetap meminta Gama tidak mengganggu jadwal ujian. Giana tertawa dan mengatakan jadwal mereka sudah dibicarakan.
Di rumah lama, keluarga mengadakan makan malam sederhana setelah pekerjaan atap selesai. Paman mengirim kuitansi yang sebelumnya belum ditemukan. Beberapa biaya cocok, satu masih perlu pembahasan. Mereka tidak menutup sengketa secara lisan; petugas hukum akan mencatat hasil akhir setelah seluruh bukti disetujui.
Gama datang atas undangan Giana dan Rahma. Ia tidak membawa hadiah mahal. Ia memperkenalkan diri sebagai Gama, bukan sebagai klien atau anggota keluarga yang berhak. Rahma menyambutnya dengan sopan. Mereka berbicara tentang pekerjaan, kelas Giana, dan rute sekolah Gufta.
Diandra tidak ikut. Giana belum siap bertemu lagi setelah permintaan maaf. Gama menghormati keputusan itu dan tidak menyampaikan pesan dari ibunya. Ia bercerita bahwa Geraldi masih menjalani perawatan dan perkara Juardi belum selesai. Giana mendengarkan tanpa menyusun harapan tentang hasilnya.
Farel dan Aya mengirim pesan kepada Giana setelah rapat layanan. Formulir baru kini digunakan pada semua kontrak, dan staf mulai terbiasa meminta persetujuan langsung. Mereka masih mencatat klien yang menolak batas, serta menyediakan alternatif yang aman. Giana merasa lega melihat perubahan itu menjadi kebiasaan, bukan hanya janji setelah kesalahannya.
Pada minggu terakhir sebelum penutup, Giana menyusun kalender untuk tiga bulan berikutnya. Ia membagi waktu kelas, pekerjaan, keluarga, dan pertemuan dengan Gama. Ia tidak menjadwalkan seluruh hidupnya untuk pasangan baru. Gama menyetujui kalender itu dan membuat jadwalnya sendiri.
Rahma dan Giana membicarakan apakah mereka akan menetap di rumah lama. Rahma ingin tinggal di sana, sementara Giana menunggu hasil pemeriksaan biaya dan dokumen. Mereka sepakat rumah itu kini kembali mereka kuasai dan akan memutuskan detail administrasi melalui catatan resmi.
Giana menatap kunci rumah, buku kelas, dan foto keluarganya di meja. Masa depan belum selesai dirancang, tetapi kali ini ia tidak menyerahkan keputusan kepada kontrak, paman, atau keluarga kaya. Ia dan Gama akan berbicara lagi tentang komitmen dan tanggungan sebelum membuat janji yang lebih besar.
Sebelum makan malam, Giana menjelaskan kepada Rahma bahwa Gama datang sebagai tamu yang diundang, bukan calon menantu yang harus diberi persetujuan. Rahma mengangguk dan berkata ia ingin mengenal Gama, tetapi tidak akan membuat keputusan tentang hubungan mereka. Giana merasa lega karena tidak perlu menjadikan keluarga sebagai dewan penentu.
Gama datang tepat waktu dan membawa buah yang harganya wajar. Ia bertanya apakah boleh menaruhnya di dapur. Rahma menerima dan berterima kasih. Ia tidak membawa uang atau tawaran renovasi. Mereka berbicara tentang kelas Giana dan kehidupan Geraldi, namun Gama tidak meminta Giana datang menjenguk ayahnya.
Gufta bertanya kepada Gama apakah ia akan mengganggu kakaknya saat ujian. Gama menjawab ia akan bertanya sebelum mengajak bertemu dan menerima jawaban tidak. Gufta berkata bagus, lalu kembali makan. Giana tertawa karena adiknya menganggapnya sebagai wawancara resmi.
Setelah makan, Rahma dan Giana membicarakan pilihan rumah. Mereka ingin menetap di rumah lama, tetapi akan menunggu dokumen dan biaya selesai. Rumah sewaan masih tersedia sampai akhir bulan, memberi mereka waktu untuk menyelesaikan perpindahan. Mereka memutuskan tidak membuang barang lama sebelum inventaris selesai.
Petugas hukum mengirim catatan bahwa pemeriksaan biaya dan sertifikat masih berlangsung. Giana menambahkan pengingat untuk menindaklanjuti, tetapi tidak membiarkan perkara itu menghabiskan waktu kelasnya. Ia menyelesaikan satu modul dan mengirim tugas sebelum batas waktu.
Gama mengabari bahwa prosedur perusahaan untuk keluhan pemasok sudah diuji, dan dua pengaduan ditangani tanpa ancaman pemutusan kontrak. Ia tidak meminta pujian. Giana menjawab bahwa ia senang staf punya jalur yang lebih jelas, tetapi perubahan perlu terus diperiksa.
Mereka menetapkan satu malam per minggu untuk bertemu jika jadwal memungkinkan. Giana menolak menetapkan hari yang sama setiap minggu karena kelas dan keluarga kadang berubah. Gama menerima bahwa jadwal tetap fleksibel dan tidak menganggap pertemuan sebagai kewajiban.
Pada akhir malam, Giana mencatat tugas kelas, pekerjaan, dan jadwal pindah. Ia berbicara dengan Rahma tentang masa depan di rumah yang kini mereka kuasai kembali. Mereka belum tahu semua jawabannya, tetapi sudah dapat membuat pilihan tanpa menunggu Gama menyelesaikannya.
Gama mengucapkan terima kasih kepada Rahma karena menerima dirinya untuk makan malam. Rahma menjawab ia menerima tamu, bukan menyetujui semua keputusan masa depan. Gama tertawa kecil dan berkata ia memahami. Saat Gama pulang, ia tidak mengirim pesan kepada Rahma untuk meminta penilaian. Ia hanya memberi tahu Giana bahwa ia sudah sampai rumah. Giana membalas singkat dan kembali mengerjakan latihan kelas. Ia memeriksa jadwal minggu depan agar kelas, pemeriksaan rumah, kerja, dan satu pertemuan yang mungkin dengan Gama tidak bertabrakan.
Gufta bertanya apakah Gama akan ikut membantu memindahkan buku. Gama menjawab hanya jika keluarga meminta. Giana tertawa dan berkata buku tidak memerlukan pengawalan khusus. Mereka menyepakati pindah dilakukan bersama keluarga pada akhir pekan, tanpa menyewa jasa perusahaan Pradipta.
Rahma setuju, lalu mengingatkan bahwa keluarga harus memeriksa semua biaya sebelum meninggalkan rumah sewaan. Giana menambahkan catatan di kalender agar mereka meninjau anggaran bersama.
Giana merasa cukup untuk malam itu dan menutup buku kelasnya.
Mereka menyimpan rencana itu untuk dibicarakan kembali setelah ujian.
Malam itu, rumah lama terasa semakin mereka miliki.