Michelle mengetuk-ngetukkan kaki gelisah di bawah meja. Berkatnya, garpu dan pisau di kedua tangannya jadi sibuk bergoyang. Sementara satu bulatan daging besar yang tersaji cantik di atas piring masih tampak utuh tak tersentuh.
Jangan tanya Michelle kenapa. Jelas ia sedang dilanda badai gugup berkat sesuatu yang tengah berputar-putar di kepalanya saat ini. Sebuah niat. Niat yang sepertinya akan menciptakan perang mulut sengit di antara dirinya dan ibunya.
Malam ini Michelle sengaja mengajak Sarah makan malam bersama di restoran bernuansa teduh nan elegan. Supaya jiwa mereka tenang dan santai saat menyantap hidangan sambil berbincang kecil. Terutama Sarah, pikirannya harus dibuat setenang mungkin. Karena sebentar lagi Michelle akan memberi tahunya perihal keputusan gilanya yang ingin meng