Warung bakso yang dikunjungi Aisyah itu baru buka. Jadilah dia menjadi pembeli pertama. Sedari pagi memang Aisyah belum sarapan. Perutnya sudah bertabuh minta diisi karena itu Aisyah memilih memakan makanan berat, sudah lapar sekali dia.
Sembari menunggu sang penjual menata dagangannya, Aisyah memainkan ponsel sekadar pelepas rasa bosan menunggu. Namun, baru saja menekuri ponselnya, Aisyah teringat akan ... Samuel.
Rasa-rasanya tadi dia mengikuti dari belakang, lalu ke mana dia? Seharusnya, kan sudah sampai, begitu pikir Aisyah.
Ketika hendak beranjak dari duduknya hendak mencari keberadaan sang suami, telepon Aisyah berdering.
"Abang, ke mana, sih? Kok, nggak ke sini?"
"Salah alamat, Ai."
"Salah alamat gimana?"
"Ya ... ta--tadi itu Abang kira kamu yang masuk ke warung penjual