guys .. buat yang masih bocah mending menjauh yah... adegan 21 tahun keatas.
sesampainya di mall, Didi dan Dwi langsung menuju pusat perbelanjaan yang menjual segala kebutuhan harian. sebelum masuk tak lupa Didi mengambil troly yang tersedia di sebelah pintu masuk. dengan pelan Didi mendorong troly itu dan mengikuti Dwi yang memilih-milih apa yang akan di beli nya. tak lupa Didi pun ikut mengambil barang yang mungkin menurut nya juga bakal di butuhkan di apartement. setelah mereka selesai memilih kebutuhan harian, Dwi mengajak Didi untuk berjalan menuju tempat kebutuhan dapur.
"kamu mau masak sendiri?" tanya Didi. Dwi hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil melihat kebutuhan dapur. "apa sebaiknya kita beli saja, jadi kamu ngak perlu repot-repot masak kan" ucap Didi. namun kali ini Dwi menanggapi dengan menggelengkan kepala nya. "lebih hemat kita masak sendiri mas, aku juga berencana mau bawa bekal ke kantor, jadi bisa lebih hemat juga mas" ungkap Dwi. " kalau makan di kantor kamu ngak perlu mikir sampai segitu nya dong sayang, kan ada aku, kita bisa makan siang di luar kan" ucap Didi.
"justru kalau makan diluar kita kan ngak tau bahan apa yang di gunakan, kebersihan seperti apa. kalau masak sendiri justru kita tau bagaimana bahan yang kita gunakan dan kebersihannya juga lebih terjamin mas" terang Dwi.
"oke kalau gitu aku kalah debat sama kamu, karena memang dari dulu anak hukum jago menggunakan lidah nya " ucap Didi yang menyerah.
setelah membeli beberapa macam ikan,daging, seafood dan sayuran kini Didi mengajak Dwi untuk memilih perlengkapan dapur yang lain. karena di apartement memang belum tersedia seperti wajan, piring , gelas dan sebagainya. tak lupa juga mereka membeli buah-buahan untuk stok beberapa hari. melihat troly yang sudah penuh Dwi merasa sudah cukup untuk kebutuhan di apartement.
"mas udah yuk kita ke kasir, semuanya udah cukup" ucap Dwi. Didi hanya mengangguk dan tersenyum sambil mendorong troly nya menuju kasir.
belum sampai di meja kasir, tiba-tiba seseorang muncul dari arah berbeda.
"Hay bos, wah belanja bulanan nih" ucap Gita yang melihat Didi sedang mendorong troly. lalu seketika raut wajahnya berubah ketika melihat Dwi yang berada di samping nya. melihat perubahan wajah Gita melihat Dwi, Didi pun meraih tangan Dwi untuk di genggam. "iya saya belanja bulanan sama tunangan saya" ucap Didi menekan. "dia bukannya pegawai baru itu bos, ihhh jadi tunangannya CEO ya, pantes saja bisa gampang masuk di perusahaan" ucap Gita menyindir sambil melirik Dwi yang hanya diam. "Gita, tutup mulut kamu. jangan pernah menjelekkan tunangan saya" ucap Didi yang sarkas. melihat Didi yang emosi , Dwi memeluk lengan Didi dan mengusap pelan agar Didi tidak emosi di tempat umum. "mas sabar, kita di tempat umum mas" ucap Dwi pelan namun dapat di dengar oleh Didi. "iya sayang" ucap Didi yang dapat di dengar oleh Gita. mendengar Didi menyebutkan kata saya ke Dwi,muncul lah ide jahat Gita. "liat saja aku akan kasih perhitungan sama w************n ini" gumam Gita dalam hati sambil menatap tajam Dwi.
"ayo kita ke kasih sayang" ucap Didi menekan untuk membawa Dwi pergi dari hadapan Gita.
setelah selesai di kasih dan kini Didi dan Dwi memutuskan untuk pulang ke apartement. karena Dwi ingin masak sendiri untuk makan malam mereka hati ini. selama di perjalanan Didi hanya fokus mengemudi. karena ia masih kesal dengan Gita yang mengatakan hal buruk tentang Dwi.
"mas. kami mau aku masak kan apa hati ini" ucap Dwi yang sengaja untuk mencairkan suasan. mendengar hal itu, Didi menoleh seketika ke arah Dwi.
"aku suka seafood asam manis, kamu bisa masaknya" ucap Didi.
"oke, malam ini kita makan seafood asam manis yah" ucap Dwi.
***
sampai di apartement Dwi langsung sibuk di dapur dengan barang-barang yang telah di belinya tadi. Didi pergi ke kamar untuk mengganti baju dengan baju rumahan. lalu mengikuti Dwi yang lagi sibuk di dapur. "ada yang bisa aku bantu" ucap Didi. Dwi menggelengkan kepalanya. "mas duduk manis aja, nonton tv atau ngapain kek, aku ngak lama kok masaknya" ucap Dwi.
"kalau gitu aku di ruang tengah ya. nonton tv" ucap Didi yang meninggalkan Dwi di dapur. melihat Didi asik nonton, Dwi membuatkan segelas teh hangat dan membawakannya ke meja yang ada di depan Didi. "ini teh hangat mas, minum dulu aja dari tadi kamu belum minum kan" ucap Dwi. melihat sikap Dwi , serasa ia sudah menjadi suami Dwi saat ini. karena sudah lama tidak ada yang memperhatikan nya seperti ini.
"makasih sayang" ucap Didi meraih teh di depan nya.
Dwi masih melanjutkan kegiatannya di dapur, dan ngak lama kemudian Dwi pun selesai dengan masakannya. sesuai dengan permintaan Didi, malam ini Dwi masak seafood asam manis dan tumis kangkung sebagai sayurnya.. Dwi segera menyiapkan nasi dan masakannya di meja makan dengan beberapa buah yang buat makanan penutup setelah makan. dilihat sudah cukup tersedia di semuanya meja makan, Dwi pun memanggil Didi untuk makan.
"mas...udah selesai nih, ayok kita makan" teriak Dwi dari meja makan.
Didi pun berjalan menuju meja makan dan melihat masakan Dwi yang tidak sabar ingin di santap nya.
dengan Lincah tangan Dwi meraih piring untuk di isi nasi buat Didi dan memberikan nya ke arah Didi.
"makasih sayang" ucap Didi. kali ini Didi berhasil kembali membuat wajah Dwi merah merona karena ucapan manis Didi. Didi segera mencoba masakan Dwi.
"hmmm....wahhh kamu emang beneran jago masak sayang" puji Didi.
"gimana mas, ada yang kurang atau udah pas" tanya Dwi.
"ini mah udah sempurna sayang" ucap Didi sambil melahap makan malam nya sampai ia tambah nasi sampai 2 kali.
setelah selesai makan dan melahap buah, Dwi juga telah beres membersihkan piring kotor. karena kebiasaan Dwi di rumah setelah makan, ia selalu membersihkan piring kotor sehingga ia bisa tenang sewaktu tidur.
kini Dwi ikut duduk bersama Didi di sofa yang saat ini sedang menonton film Hollywood. Didi yang sadar akan kehadiran Dwi pun segera merentangkan tangannya di atas sofa seakan ingin merangkul Dwi.
" nonton apa sih mas?" tanya Dwi.
"ini film nya bagus banget, udah dari kemarin pengen nonton tapi akunya masih belum sempat" ucap Didi.
Dwi pun ikut menonton film itu dan tanpa mereka sadari film itu menunjukkan adegan ciuman sepasang kekasih. hingga membuat Didi dan Dwi jadi salah tingkah. " kok panas ya mas" ucap Dwi yang merasa badannya panas saat ini.
"hmmmm... aku ke kamar dulu ya mas. mau mandi dulu, gerah banget" ucap Dwi yang segera pergi menuju kamar.
setalah mandi, Dwi keluar menggunakan handuk yang menutupi bagian d**a dan hingga paha nya saja. tanpa sadar ia melihat didi yang tengah duduk di atas ranjang yang bersandar di kepala ranjang.
"mas...kamu kok udah di dalam kamar" ucap Dwi yang gugup. melihat Dwi yang hanya di balut dengan handuk, Didi melihat betapa sexy nya Dwi di hadapannya. Dwi segera mengambil bajunya di lemari sebelah Didi duduk lalu segera masuk kembali ke kamar mandi. namun sebelum kembali ke kamar mandi dengan sigap tangan Didi meraih tangan Dwi dan Manarik nya ke pelukannya hingga akhirnya Dwi jatuh ke pelukan Didi. Dwi berusaha mengontrol laju jantung nya yang mulai tidak normal. Didi menatap Dwi pun dengan susah menelan Saliva nya. "kamu sengaja menggoda mas ya" ucap Didi menggoda.
tanpa ada jawaban dari Dwi, Didi pun meraih wajah Dwi dan segera melumat bibir mungil Dwi saat itu juga. Dwi yang kaget akan sikap Didi, kini ia pun menikmati permainan bibir Didi yang mulai mengabsen isi mulut Dwi satu persatu dan mengalungkan kedua tangan nya ke leher belakang Didi. tanpa ia sadari kini handuk yang Dwi gunakan pun turun dari tubuh indah nya. Didi yang merasakan handunya jatuh segera tangannya patroli ke arah bukit kembar yang sudah menjadi candu nya saat ini. tidak hanya itu tangan Didi pun mengontrol b****g Dwi yang tampak menggemaskan baginya, hingga Dwi meloloskan desahan dari mulutnya karena Didi meremas bokongnya saat itu. melepaskan bibir Didi , Dwi melihat wajah Didi yang sudah tampak penuh dengan rasa b*******h, Dwi paham akan hal itu. ingin sekali tubuh Dwi melerai tubuh Dwi namun hatinya saat ini sangat menginginkan Didi lebih dalam lagi.
Didi pun menggendong tubuh polos Dwi. dan meletakkannya di atas rajang. dengan menompang tangan di sisi kepala Dwi, Didi mencium puncak kepala Dwi dan berbisik ke telinga Dwi " bolehkan aku lalukan saat juga" ucap Didi seakan meminta ijin untuk lebih memiliki Dwi seutuhnya.
dengan tatapn mereka yang saling beradu kini Dwi mengalungkan tangannya ke leher belakang Didi, dan mengangguk perlahan. mendapat respon dan ijin dari Dwi , Didi pun tak mau kehilangan waktu nya, segera ia kembali melumat bibir mungil Dwi dan melanjutkan bermain di leher jenjang Dwi. dan meninggalkan bukti cinta nya disana. lalu setelah puas di leher kini Didi turun di kedua bukit kembar yang sudah menjadi candu Didi saat ini. sebelah tangannya meremas bukit kembar itu dan sebelah lagi Didi melumat dan bermain bukit kembar itu secara bergantian. tubuh Dwi kembali menggeliat karena permainan panas didi, hingga saat ini Didi berada di dekat hutan Pinus untuk mencari sumur yang pernah ia bor sebelumnya. dengan membuka kedua paha Dwi , akhirnya Didi menemukan sumur yang sudah pernah ia bor sebelumnya. melihat sumur berwarna pink muda itu , Didi segera bermain dengan lidah nya disana, tubuh Dwi semakin menggelinjang dan meloloskan desahan yang tak bisa ia tahan lagi. hingga akhirnya Dwi melepaskan cairan yang sudah mengalir di sumurnya itu. Didi yang masih bermain disana dan membersihkan cairan yang keluar dari sumur itu. lalu memainkan nya dengan jarinya. "kamu udah basah sayang" ucap Didi menatap Dwi. "ahhh mas..." desah Dwi. dan kini Dwi pun meremas rambut Didi yang masih bermain di sumurnya. dan sebelah tangan lagi Dwi meremaskan salah satu bukit kembar nya. seakan memberitahu Didi bahwa bukit kembarnya ingin diajak main juga dengan tangan Didi. seketika tangan Didi pun meraih satu bukit kembarnya dan meremas nya dengan gemas. setelah selesai dengan permainan nya. kini Dwi bangun dari rajang dan menolak tubuh Didi yang saat ini masih berpakaian lengkap kaos dan boxer.
entah setan apa yang merasuki Dwi saat ini, kini ia mengambil alih permainan panas itu. Dwi melucuti pakaian Didi satu persatu hingga Didi tidak menggunakan sehelai benang pun seperti tubuhnha saat ini. Didi yang duduk di tepi ranjang hanya membiarkan Dwi untuk melakukan apapun yang akan dilakukannya. Dwi berjongkok di depan Didi dan meraih junior Didi yang sudah tegang dan mengeras. dengan cepat Dwi membelai junior Didi dan memasukkannya ke mulut nya dan memainkan di dalam mulut nya. melihay aksi panas Dwi saat ini, Didi merasa ada kemajuan dari Dwi yang sudah mulai paham keinginan nya saat ini. setelah selesai bermain di junior Didi. kini Dwi menindih tubuh Didi dari atas dan segera ia meraih junior Didi dengan satu lengannya dan memasukkan ke arah sumur yang sudah menantinya sejak tadi. kini Dwi benar-benar di penuhi rasa gairah yang luar biasa. dan Didi hanya mengikuti permainan panas Dwi.
Dwi pun memainkan menaikkan dan menurunkan pinggulnya dengan tangan bertumpu di d**a bidang Didi saat ini.
"ahhh....mas....ahhhh" desah Dwi berkali-kali. Didi yang melihat bukit kembar itu bergoyang segera menangkap dengan mulutnya dan melumatnya lebih dalam. hingga Dwi akhirnya tidak sanggup lagi berada di atas didi. lalu menjatuhkan tubuhnya keranjang. didi yang belum menuntaskan pelepasannya segera ia ambil alih kemudi nya saat ini. kali ini Didi di atas tubuh Dwi. lalu segera membor kembali sumur itu secara cepat.
"ahhh mas Didi" ucap Dwi.
"Dwi aku menginginkan mu..." ucap Didi yang makin mempercepat menggoyangkan pinggulnya.
hingga akhirnya Didi kembali menanamkan benihnya disana. Dwi pun merasakan hangat di dalam tubuhnya.
lalu menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Dwi beberapa saat dan belum melepas bor yang masih nancam di sumur itu.
"Wi, jangan pernah tinggalkan aku, aku ngak mau kamu jauh-jauh dari ku" ucap Didi yang menatap Dwi dengan menompang badannya dengan kedua siku nya.
Dwi tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar hal itu, entah kenapa dia masih bingung sama perasaan yang di rasakan saat ini, karena ia selalu menginginkan perlakuan manis dari Didi setiap hari.
lanjut adegan panas nya nih yuk guys... tapi di episode berikutnya yah.