sambil melaha makan malam nya, Didi menatap sendu wajah Dwi.
"wi, kamu masih lama lemburnya?" tanya Didi sambil mengunyah makan yang ada di dalam mulutnya.
"hmm... kalau untuk kontrak gak sih mas" jawab Dwi dengan santai
"maksudnya kamu, Siska kasih kamu tugas lain lagi?" tanya Didi serius.
"ngak mas, aku rencana nya nih abis selesaikan kontrak, aku mau lanjut kerjain skripsi aku, kalau aku pulang udh makan waktu di jalan sampai rumah entar aku udah ngantuk, jadi mending sekaian aku kerjain di sini aja. makanya tadi aku sekalian bawa laptop aku juga kesini" terang Dwi.
"oh gitu. ya udah kalau gitu kamu bawa semua tugas dan kerjaan kamu kesini aja. biar aku temenin" ucap Didi.
Dwi melirik cowok tampan yang lengan kemeja nya udh di gulung ke atas siku nya.
"maksud aku, kamu bawa tugas nya kesini, dan kerjainnya disini aja, dari pada kamu sendirian di lantai 8, ntar kalau ada hantu gimana" ucap Didi menjelaskan dan menakuti Dwi.
hanya senyuman manis yang di layangkan Dwi kepada calon suami nya itu.
setelah mereka menyelesaikan makan malam nya, Dwi kembali mengambil tas dan laptop nya ke ruangan milik Didi.
menurut nya Didi ada bebernya juga sih, ngapain ia sendirian di lantai 8.
Dwi yang fokus mengerjakan pekerjaan nya, Didi juga fokus menatap laptopnya yang berisi laporan-laporan yang di kirim ke email nya.
waktu menunjukkan pukul 21.00 wib. Didi yang sudah selesai memeriksa laporan di laptopnya kembali mengangkat kepalanya menatap ke arah Dwi. Dwi masih fokus dengan laptopnya.
merasa di lihat Dwi pun mengangkat kepalanya dan menatap arah meja CEO. tatapan mereka saling beradu walaupun jauh namun tatapan yang tidak biasa itu membangkitkan nafsu Didi untuk memiliki Dwi seutuhnya.
melihat wajah Dwi yang sudah merona merah dan bibir mungil Dwi yang menggoda tidak dapat menahan nya untuk mendekat.
Didi beranjak dari kursi nya menuju sofa dimana Dwi sedang duduk disana.
memilih duduk di sebelah Dwi tanpa memutuskan tatapan nya. mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Dwi, melihat sikap Didi, Dwi pun mengerti ke arah mana lelaki itu akan menyentuhnya. seakan menyetujui Dwi memejamkan matanya, lalu Didi menghembus wajah nya sampai Dwi membuka kembali wajah nya. "tugas kamu udah selesai atau belum" bisik Didi di telinga Dwi. dengan hembusan nafas di telinga nya yang berhasil membuat bulu kuduk Dwi merinding. Dwi mengalihkan pandangannya ke arah lain dan wajahnya tidak bisa di tutupi oleh warna merah di pipinya.
berusaha menutupi kegugupannya, Dwi meraih laptopnya kembali dan mencoba melanjutkan menyertakan tugasnya. namun sikap Dwi itu dapat di lihat oleh Didi yang masih berada di sebelahnya.
"dasar tukang PHP" gumam Dwi dalam hati.
kali ini Didi beneran mengambil laptop Dwi dan meletakkannya di atas meja. tanpa membantah Dwi mengikuti meletakkan laptop di meja, dan tangan Dwi kini keduanya di ambil alih oleh Didi.
Didi menarik tangan Dwi dan membuat Dwi menabrak d**a bidang lelaki itu.
dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Dwi, Dwi juga mendongakkan kepalanya ke atas lalu tanpa memutuskan pandangan nya Dwi menelan Saliva nya dengan susah.
tanpa menunggu lama, Didi mendaratkan bibir nya ke bibir mungil milik Dwi. Dwi yang melototkan matanya kini memejamkan matanya menikmati permainan Didi. Dwi pun membuka mulutnya seakan memberi persetujuan kepada Didi untuk lebih dalam lagi.
mendapatkan persetujuan Didi mulai melumat bibir mungkin Dwi. dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Dwi agar ia dapat mengabsen satu persatu gigi Dwi di dalam dan mengajak lidah Dwi menari bersama dengan lidah Didi. sambil menikmati lumatan demi lumatan nya kini tangan Dwi pun melingkarkan tangan nya ke leher Didi.
hitungan menit Dwi berusaha melepas bibirnya karena hampir ia tidak bisa bernafas, Didi yang menatap Dwi yang masih di selimuti oleh nafsu, kembali Dwi melumat bibir pria tampan itu. kali ini Dwi yang memegang kendali permainan nya. Didi merasakan nafsu Dwi yang saat ini sedang menggebu-gebu. Didi hanya menjadi penikmat permainan Dwi saat ini.
dan kini keduanya sama-sama tidak dapat menahan rasa keingintahuannya.
Didi yang masih enggan melepaskan lumatan bibir mungkin Dwi kini tangan nya berusaha melepaskan blazer milik Dwi dan membuangnya asal. dan meraih kancing kemeja Dwi lalu membukanya satu persatu. tidak ada halangan dari Dwi untuk aksi didi itu. kali ini didi melihat bukit kembar yang masih terbalut bra berwarna hitam itu. kembali Didi menatap Dwi , " bolehkan aku membukanya" tanya Didi yang meminta ijin terlebih dahulu.
Dwi yang masih menahan malu karena belum pernah ada satu orang laki-laki pun yang pernah melihatnya telanjang d**a saat ini. tanpa menjawab Dwi hanya mengangguk pelan. ia berusaha menolak namun badannya menginginkan sentuhan disana.
mendapatkan persetujuan dari Dwi, kini Didi membuka kemeja Dwi dan membuangnya asal. bukit kembar itu yang terlihat dengan bra berwarna hitam, dengan kulit putih dan ada tahi lalat di bukit sebelah kanan. Didi yang sudah tidak bisa menahan ingin melumat bukit kembar itu kali ini ia meraih pengait bra itu dan melepaskan nya.
Didi kembali melumat bibir mungil Dwi dan tangan nya kini meraih bukit kembar itu.
capek dengan posisi miring, Didi pun mengangkat tubuh mungil Dwi ke pangkuannya. berusaha bangkit dari sofa, kini Didi menggendong tubuh Dwi menuju ruang rahasia milik Didi yang ada di Balik lemari buku itu. Dwi tercengang melihat ada kamar yang lumayan besar di sana. lengkap dengan tempat tidur dan kamar kamdi di dalamnya layaknya kamar hotel bintang 5.
tak lama kemudian Didi mendudukan Dwi di tepi ranjang. dan mendorong tubuh Dwi untuk tidur di ranjang empuk itu.
Didi yang kini menindih tubuh Dwi kembali melumat bibir nya. namun tidak lama-lama kini Didi kembali mencuim bagian leher jenjang milik Dwi dan meninggalkan tanda cinta nya disana. setelah puas dengan leher kini Didi turun menuju bukit kembar yang sudah menggoda nya dari tadi. tampak ujung bukit yang berwarna merah muda, bukit nya itu kira-kira berukuran 38, pas dengan tubuh Dwi. tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. seperti anak bayi yang kehausan. kini Didi melumat bukit itu secara bergantian dan gak lupa Didi juga kembali meninggalkan tanda cinta nya di beberapa tempat di bukit kembar itu. Dwi dari tadi berusaha menahan desahan yang akan keluar dari mulutnya itu. "jangan di tahan, keluarkan saja" ucap Didi.
tangan Dwi kini mengacak rambut Didi seakan meminta lebih dalam lagi.
"ahhh mas... " desahan Dwi kini akhirnya lolos dari mulutnya.
cukup lama Didi bermain di bukit kembar itu dan kini Didi melepaskan kemerja nya dan membuangnya asal.
Dwi tambak terkagum melihat d**a bidang Didi dan beberapa roti sobek di perutnya. Didi memang menjaga tubuh atletis nya dengan berolahraga setiap pagi.
mencium perut Dwi yang datar dan mengatakan " tunggu ya, papa akan segera ciptakan kamu disana" ucap Didi dengan memandang pusat Dwi dengan perut rata nya. kali ini Didi gak hanya bermain disana. tangan nya kini berusaha masuk ke arah sumur milik Dwi yang masih di tutupi oleh kain tipis. dan kini Didi membuka resleting rok span milik Dwi dan membuang nya asal. tinggal kain tipis berbentuk segita berwarna hitam senada dengan warna bra milik Dwi.
tanpa meminta ijin kembali, Didi langsung membuka kain tipis itu dan membuangnya asal. lalu membuka paha Dwi dan menekuk kan kaki Dwi agar dapat di lihat oleh Didi.
Dwi kini gak yang mencoba melihat apa yang di lakukan Didi di bawah sana dengan mengankat tubuhnya dengan menompang dengan kedua sikunya.
kini Didi yang pegang kendali dan tangan nya kini mencoba menerobos sumur Dwi yang kini tampak di tumbuhi tanaman liar berwarna hitam di sekitar sumur nya.
setelah dengan 1 jari nya, kini Didi mencoba dengan 2 jari untuk menerobos nya dan memasukkan dan mengeluarkan jarinya disana dengan terus mengulang nya. Dwi yang tak tahan dengan permainan Didi di bawah sana. Dwi terus mendesah keras dan suaranya memenuhi ruangan itu.
"ahhhh...mas...ahhhh..." desah Dwi.
puas dengan jari, kini Didi mencoba bermain dengan lidah nya. Didi menjilat pintu sumur itu dan lalu mencoba memasukkan lidahnya ke lobang sumur itu. dan tangan nya kini kembali meraih bukit kembar di atas sana.
"ahhh ....mas...aku udah gak kuat ...ahhhh" ucap Dwi yang merasa pelepasan nya yang pertama akan keluar.
masih bermain di bawah dengan lidahnya, kini Didi pun melihat cairan yang keluar dari lubang sumur itu dan menjilati cairan itu.
kini Didi membuka celana nya yang sudah sempit menahan junior nya yang kini sudah menegang.
dan kini keduanya sama-sama terlihat tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya.
Dwi melihat kejantanan milik Didi yang sangat besar. dan ada ketakutan dari Dwi.
"mas, apakah akan sakit?" tanya Dwi.
"kamu belum pernah merasakan nya?" tanya Didi.
Dwi hanya menggelengkan kepalanya. namun Didi tak melihat.
tanpa menunggu jawaban dari Dwi. Didi kini mencoba memasukkan junior ke arah sumur itu.
"sempit banget" ucap Didi.
mencoba memasukkan lagi lebih dalam hingga mentok di dasar sumur.
lalu mencoba menggoyangkan pinggulnya.
"kamu sempit sekali sayang" ucap Didi kembali. "apa ini pertama bagimu" tanya Didi kembali. dan kali ini Didi melihat Dwi yang mengagumkan kepala nya.
seketika Didi mengentikan gerakan pinggulnya. ia gak nyangka merusak calon istri nya sebelum ia menghalalkan nya. namun kini Dwi sudah dilanda nafsu yang besar. "kenapa berhenti mas?" tanya Dwi dengan menatap Didi.
"maafin aku wi, aku gak tau ini pertama bagimu" ucap Didi.
"mas aku udah gak tahan mas, aku mohon mas segera tuntaskan" ucap Dwi yang berusaha menahan rasa sakitnya.
Didi segera menuntaskan nafsu mereka, dan tampak terlihat ada darah yang mengalir disana. setelah mendekati pelepasan nya didi menggoyangkan pinggulnya lebih cepat lagi.
"ahhh....mas ..."
tak lama kemudian Didi menanamkan benihnya didalam sumur itu. lalu menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Dwi.
menit kemudian Didi bangun dari ranjang itu dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. dan keluar dengan handuk yang terlilit di pinggang. Didi pun menatap ke arah tempat tidur melihat Dwi yang sudah terlelap dengan tubuh yang belum menggunakan sehelai kain. hanya tertutup oleh selimut. Didi menarik selimut agar lebih menutupi tubuhnya hingga ke leher.
melihat jam sudah jam 23.00 Didi memutuskan untuk bermalam dikantir bersama calon istrinya.
tak lupa ia mengambil pakaian Dwi dan tas Dwi kedalam kamar. takut besok ada OB yang masuk untuk bersih-bersih ke dalam ruangannya. karena kamar itu hanya ia dan mika yang tau. kamar itu di buat untuk Didi beristirahat tanpa di ganggu oleh siapapun.
kini Dwi juga mengetahui kamar rahasia itu.
***
pagi hari nya. Dwi yang tampak menggeliatkan tubuhnya tampak terkejut melihat kini tidur dalam pelukan Didi. dan menatap kaget melihat tubuh mereka yang masih belum menggunakan baju. merasa ada pergerakan Didi pun membuka mata nya melihat Dwi yang sedang bingung mencari baju nya.
"kamu udah bangun" ucap Didi.
"mas kenapa aku gak di bangunin mas tadi malam" ucap Dwi. " kalau orang-orang kantor tau kita disini gimana" ucap Dwi yang gugup.
"kamu tenang aja, gak ada yang berani masuk ke dalam sini. ini ruang rahasia aku, cuma mika yang tau. dan cuma mika ruangan ini karena dia adalah sahabat aku dari SMA jadi dia orang kepercayaan aku disini" ucap Didi.
Dwi pun bernafas lega mendengarnya.
"tapi ini udah siang mas. aku harus beres2 aku gak bawa baju ganti" ucap Dwi.
"kamu mandi aja disini sana. pakaian kamu entar lagi mika yang bawakan" ucap Didi. karena tadi malam Didi sudah chat mika dan untuk membelikan beberapa pakaian kantor untuk Dwi serta dalemannya.
flashback.
"ka, besok tolong Lo belikan beberapa baju kantor buat Dwi ya, terus baju tidur dan dalemannya sekalian, oh iya tas dan sepatu buat dia juga. biar bisa di simpan di kamar gue di sini juga" send to mika.
klunting...
"kagak pulang Lo berdua ya jam segini Lo nyuruh gue shoping" send to Didi
klunting....
"kan Lo bisa pesan secara online, yang pasti gue mau besok pagi udah ada semuanya ya. gue transfer sekarang. Lo beli semua kebutuhan Dwi pake uang yang gue transfer. abiskan aja" Send to mika
klunting..
SMS Banking
transferan dari Didi sebesar 20.000.000
"okey. uang nya udah masuk 20jt besok pagi paket tiba di ruangan Lo" send to Didi.
flashback off
mendengar hal itu Dwi menuruti Didi untuk beranjak ke kamar mandi. namun tak menemukan pakaiannya kini ia memutuskan untuk berlari ke arah kamar mandi tanpa sehelai pakaian yang ia pakai.
tangan Didi kembali meraih tangan Dwi dengan cepat. "mau kemana?" tanya Didi.
"mau mandi mas udah jam berapa ini mas kita bisa telat" ucap Dwi.
"gimana kalau mandi bareng aja jadi biar cepat mandi nya" ucap Didi menggoda
"ihhh yang ada kalau mandi bareng gak Bakalan bisa cepat mandi nya" ucap Dwi sambil melerai tangan Didi.
ngak mau kalah cepat kali ini Didi berlaku juga di belakang Dwi dan sampai mereka di dalam kamar mandi itu. ada bethup panjang disana. kali ini Didi mengisi bethup itu dengan air dan sabun dengan aroma mint. didi dan Dwi memang sudah tidak memakain baju dari sejak masuk. lalu Didi menarik tangan Dwi untuk ikut duduk di dalam bethup itu. Dwi duduk di depan Didi dengan memunggungi Didi.
Didi membantu Dwi untuk mengusap tubuh bagian belakang nya dengan sabun. lalu tangannya Setega patroli ke semua arah tubuh milik Dwi. sehingga permainan panas pun harus kembali terjadi. sehingga mereka harus memakan waktu 1jam dalam kamar mandi. stelah keluar dari dalam kamar mandi tampak di tempat tidur ada pakain kerja buat Dwi yang sudah ada disana. dan beberapa paperbag di sana.
Dwi menatap heran. "ini apa mas?" ucap Dwi. Didi menatap senyum karena ia sudah menduga kalu mika tadi masuk ke dalam untuk membawakan semua bingkisan itu. "ini kebutuhan kamu, kami bisa simpan juga di lemari itu. kalau kamu lembur bisa ganti pakaian juga disini" ucap Didi. "tapi ini kan kamar mas Didi" tanya Dwi.
Didi menangkup wajah Dwi. "kamu calon istri aku, jadi nanti nya juga ini jadi kamar kamu" ucap Didi.
tanpa membantah lagi, Dwi langsung menggunakan pakaiannya lalu meraih paperbag yang isi nya satu set make-up dan membawanya ke meja rias yang ada di sana. lalu meletakkan make-up tersebut di sebelah parfum dan crem rambut milik Didi disana.
stelah selesai menggunakan pakaiannya Didi menatap kearah kaca melihat keindahan wajah canti Dwi dari balik kaca.