------------------------
Polisi Swiss mengepung kawasan observatorium dari jarak aman. Bangunan utama berdiri di puncak bersalju, terdiri dari kubah tua dan dinding kaca hitam yang tidak memperlihatkan bagian dalam. Jalur kendaraan tunggal dipasangi sensor tekanan.
Selena menolak datang tanpa rencana evakuasi. Moreau serta Ellison menyusun tim gabungan melalui terowongan pemeliharaan yang ditemukan pada denah tahun 1982. Celeste memberi tahu denah itu sengaja salah, tetapi saluran air di sisi timur tetap terhubung ke ruang pendingin.
Warren akan masuk melalui saluran bersama tim taktis. Selena dan Celeste berjalan di jalur utama dengan pengawasan drone kecil yang menyerupai burung. Ian, Dorothy, Thomas, Isabelle, dan Elias membantu dari pusat komando.
Sebelum berangkat, Selena berbicara kepada Celeste di kendaraan tahanan.
'Kalau kau mencoba melarikan diri, polisi akan menangkapmu.'
'Aku tahu.'
'Kalau sistem meminta kita memilih siapa yang mati, aku tidak akan menurut.'
'Itu juga sudah kutahu. Itulah alasan aku memilihmu.'
Celeste mengakui pesan undangan pertama ke London berasal darinya. Ia membantu The Crown memilih Selena sebagai Raja karena mengira penyintas Pulau Tramonde mudah dipaksa. Setelah Selena menyelamatkan semua pion, Celeste mulai meragukan keyakinannya bahwa kendali hanya dapat direbut melalui permainan.
Mereka tiba di gerbang saat matahari terbit. Sensor menerima suara Celeste dan denyut Selena. Pintu kaca terbuka menuju lorong putih tanpa penjaga.
Di dinding terdapat foto permainan sejak lima puluh tahun lalu. Beberapa menampilkan anak-anak. Selena menahan amarah dan mengingat posisi kamera untuk tim bukti.
Suara sistem menyambut Raja dan Ratu. Mereka diminta menuju ruang takhta. Setiap pintu yang dilewati terkunci di belakang.
Warren serta tim memasuki saluran air. Denah memang salah. Pipa terbagi menjadi tiga dan dua cabang berakhir pada kipas tajam. Warren memakai perubahan suhu untuk memilih cabang menuju server.
Di ruang takhta, Frost menunggu memakai seragam hitam. Di sampingnya terdapat kursi dengan pengikat dan mahkota logam yang terhubung kabel. Frost mengatakan Daftar Nol akan terbuka setelah Selena memakai mahkota dan memberikan satu perintah sebagai Raja.
Perintah yang diminta adalah menghapus Celeste.
Celeste tidak tampak terkejut. Ia mengetahui Ratu gagal selalu dijadikan korban pelantikan. Frost menawarkan kebebasan kepada Selena jika menaati prosedur.
'Kebebasan yang membutuhkan korban bukan kebebasan,' kata Selena.
Frost mengaktifkan pintu. Gas dingin masuk dan suhu turun cepat. Celeste mulai menggigil karena luka tembaknya belum pulih. Selena mencoba panel, tetapi hanya mahkota dapat menghentikan pendingin.
Ia memakai mahkota tanpa duduk di kursi. Jarum kecil mengambil darah dan sistem meminta perintah.
'Buka semua pintu dan hentikan pendingin.'
PERINTAH TIDAK SAH.
Frost menjelaskan Raja pertama harus menghapus satu bidak untuk membuktikan kesetiaan. Selena menyebut nama sistem itu sendiri: The Crown.
Terminal ragu. Elias menyaksikan dari pusat dan menyadari tidak ada aturan yang melarang penghapusan organisasi. Sistem lama dirancang menerima kategori, bukan hanya manusia.
PERINTAH DITERIMA SEBAGIAN.
Pendingin berhenti, tetapi mahkota mengunci di kepala Selena. Daftar Nol mulai terbuka. Alarm terdengar di seluruh benteng.
Frost menyerang Celeste karena ritual gagal. Selena menahan tangannya, dan Celeste menjatuhkan Frost dengan rantai borgol. Pria itu mengeluarkan pisau tersembunyi. Sebelum dapat menusuk, Warren muncul dari panel servis dan menubruknya.
Tim taktis masuk. Frost ditahan hidup-hidup.
Mahkota tetap tidak dapat dilepas. Setiap usaha memotong kabel membuat denyut Selena turun pada layar. Elias mengatakan perangkat itu mengirim kejutan listrik jika tidak menerima perintah kedua.
Daftar Nol terbuka pada server pusat. Ian mulai menyalin data. Waktu yang dibutuhkan sebelas menit, sedangkan baterai mahkota hanya bertahan delapan.
Celeste mengetahui jalan ke generator cadangan. Ia menawarkan menghubungkannya agar mahkota tidak menyetrum Selena. Polisi mengizinkan dengan pengawasan. Mereka bergerak ke ruang bawah, tetapi menemukan Karel Voss menunggu di sana.
Karel telah mengikuti Frost dan membunuh dua penjaga dewan. Ia menembak ke arah Celeste. Warren menariknya ke balik mesin, sementara petugas membalas. Peluru mengenai generator dan menyalakan api.
Karel melarikan diri membawa modul Daftar Nol. Penyalinan berhenti pada tujuh puluh dua persen.
Api menyebar menuju kabel mahkota. Selena masih terhubung pada sistem dan tidak dapat meninggalkan ruang takhta.
Asap mulai memenuhi lorong. Warren menutup pintu tahan api, tetapi kabel mahkota melewati celah dan menahan pintu agar tidak rapat. Ia membungkus kabel dengan selimut tahan panas sambil berbicara kepada Selena agar tetap sadar.
Di pusat komando, Dorothy membaca denyut Selena yang naik. Sistem mungkin menafsirkan kepanikan sebagai penolakan dan mempercepat hukuman. Jeremy menyuruh Selena menyebut fakta yang dapat ia lihat: warna lantai, jumlah pintu, suara kipas. Latihan sederhana itu membantu napasnya melambat.
Celeste mengetahui satu panel manual di balik kursi. Tangannya masih diborgol pada rantai panjang, tetapi petugas mengizinkannya mendekat setelah memeriksa tubuhnya. Panel berisi tujuh sakelar, dan hanya dua harus diturunkan. Salah urutan akan mengunci mahkota permanen.
Elias mengingat rancangan lama memakai urutan pendiri: Rose lebih dahulu, kemudian dirinya. Marianne, yang mengawasi dari ruangan lain, memperingatkan Elias sering mengubah urutan setelah kematian Rose. Hana Petrov belum ditemukan saat itu, sehingga tidak ada orang lain yang dapat memastikan.
Selena menolak menebak. Ia meminta Ian mencari simbol pada data yang sudah tersalin. Ian menemukan catatan revisi bertanggal sehari setelah permainan pertama: urutan pendiri dibalik untuk menghapus hak Rose. Itu berarti sakelar Elias dahulu, lalu Rose.
Celeste menarik keduanya. Kabel mahkota kehilangan daya selama tiga detik, tetapi pengunci belum terbuka. Sistem menuntut perintah kedua sebelum baterai internal habis.
Warren dapat memotong pengunci saat daya padam, namun risiko jarum menembus pembuluh Selena terlalu besar. Ia meletakkan alat dan menerima bahwa jalan tercepat bukan selalu jalan paling aman.
Di luar, Karel memutus jaringan komunikasi satu per satu. Moreau masih mengejarnya, sementara petugas lain menjaga para teknisi tahanan. Tidak seorang pun ditarik dari penyelamatan manusia hanya demi modul data.
Api akhirnya tertahan oleh penyemprot otomatis. Asap berkurang, tetapi penghitung mahkota muncul pada layar: enam puluh detik. Semua informasi yang mereka kumpulkan kini harus diubah menjadi satu perintah yang tidak menjadikan siapa pun korban.
------------------------