------------------------
Tiga anggota Lingkaran Nol yang lolos bernama Marcus Reed, Helena Weiss, dan Julian Cross. Marcus ahli bahan peledak, Helena pemalsu identitas, sedangkan Julian membangun jaringan komunikasi rahasia. Ketiganya menghilang beberapa jam sebelum Beatrice ditangkap.
Server rumah mencatat pesan terakhir mereka: PULANG KE TEMPAT PERMAINAN DIMULAI.
Elias mengira kalimat itu menunjuk laboratorium Common Ground. Polisi sudah menguasai bangunan tersebut. Hana Petrov memberi tafsir berbeda. Permainan pertama tidak dimulai di laboratorium, melainkan di sebuah perkemahan penelitian bernama Haven, tempat tujuh keluarga pendiri menguji kerja sama anak-anak mereka.
Haven ditutup setelah seorang peserta hilang. Lokasinya berada di pesisir Wales dan kini menjadi pusat retret swasta.
Ellison meminta polisi setempat mengawasi tanpa masuk. Marcus dapat menanam bom jika melihat kendaraan resmi. Ian menelusuri kepemilikan dan menemukan pusat retret dibeli perusahaan Helena lima tahun lalu.
Selena tidak ikut operasi lapangan. Ia, Warren, Dorothy, Thomas, dan Amelia membantu dari Birmingham. Keputusan itu terasa aneh setelah begitu banyak kali mereka masuk ke arena, tetapi Selena menyadari tidak berada di garis depan bukan berarti tidak melakukan apa-apa.
Foto udara Haven memperlihatkan dua belas pondok mengelilingi lapangan. Tidak ada kendaraan, tetapi asap keluar dari cerobong utama. Kamera panas mendeteksi lebih dari tiga tubuh.
Polisi menerima laporan enam remaja dari program beasiswa belum pulang setelah mengikuti retret akhir pekan. Haven menyatakan perjalanan diperpanjang karena cuaca. Orang tua mereka tidak dapat menghubungi siapa pun.
Tiga buronan memiliki sandera.
Hana membuka arsip Common Ground dan menemukan aturan lama. Dua belas pondok mewakili pilihan kepercayaan. Peserta ditempatkan berpasangan, lalu diberi informasi berbeda agar saling menuduh. Julian mungkin sedang membangun ulang percobaan itu.
Amelia meminta polisi menghubungi keluarga tanpa menyebut permainan. Para orang tua memberikan foto, kondisi medis, dan kebiasaan anak. Salah seorang remaja, Leah Morgan, memakai alat bantu dengar. Jika Julian menggunakan frekuensi suara untuk memberi perintah, Leah mungkin dapat mematikannya.
Warren mempelajari peta telepon. Sinyal di Haven dipantulkan melalui menara cuaca. Ia dapat mengirim pesan singkat ke alat bantu dengar Leah melalui pembaruan perangkat, tetapi akses itu berisiko diketahui Julian.
Ellison menyetujui satu pesan: POLISI TAHU KALIAN DI SANA. JANGAN IKUTI PILIHAN YANG MEMBAHAYAKAN.
Konfirmasi penerimaan muncul dua menit kemudian. Leah membalas memakai ketukan mikrofon: ENAM HIDUP. TIGA PENJAGA. BOM DI PONDOK.
Marcus telah memasang bahan peledak di sekitar sandera. Serbuan langsung terlalu berbahaya.
Julian kemudian menghubungi pusat polisi. Ia meminta Daftar Nol ditukar dengan enam remaja. Bukti kehidupan ditampilkan melalui enam kamera. Setiap sandera berada di pondok berbeda dengan rompi yang tampak seperti peledak.
Thomas memperhatikan rompi menggunakan lampu indikator model Tramonde. Marcus mungkin memakai sistem yang sama dengan rompi palsu Margaret, tetapi mereka tidak boleh berasumsi.
Julian memberi waktu enam jam dan meminta Selena membawa daftar sendirian.
Selena menolak melalui sambungan terbuka. 'Daftar berada di beberapa lembaga. Aku tidak dapat membawanya, dan kau tahu itu.'
'Kalau begitu pilih remaja pertama yang mati.'
'Tidak. Kau yang menanam bom. Pilihan itu milikmu.'
Julian mematikan sambungan. Salah satu penghitung rompi mulai bergerak dari tiga puluh menit.
Leah mengirim ketukan baru: KABEL ROMPI MENUJU LANTAI. Thomas menyimpulkan rompi terhubung ke pondok, bukan pemicu mandiri. Jika sandera keluar, alarm menyala. Bom utama mungkin berada di bawah bangunan.
Warren menemukan saluran drainase lama yang menghubungkan semua pondok. Tim bom dapat memasuki bawah tanah dan memutus rangkaian satu per satu. Namun terowongan hanya cukup untuk satu orang merangkak dan sebagian telah runtuh.
Kapten Nia Morgan dari polisi Wales memimpin masuk. Ia tidak memiliki hubungan dengan Leah meski nama belakang sama. Ia membawa kamera serat optik dan penanda arah.
Pada persimpangan pertama, tim menemukan empat kabel menuju pondok dan satu kabel besar menuju lapangan. Denah lama menunjukkan seharusnya ada enam cabang.
Dua pondok tidak terhubung pada sistem yang sama.
Di kamera, Helena masuk ke pondok Leah dengan pistol. Ia telah mengetahui pesan rahasia.
Leah menatap kamera dan mencabut alat bantu dengarnya sebelum Helena dapat mengambilnya.
Penghitung rompi turun menjadi lima menit.
Ellison menolak membiarkan angka itu mengendalikan seluruh operasi. Ia meminta tim menganggap lima menit sebagai informasi teknis, bukan perintah moral. Prioritasnya tetap mengenali sumber pemicu, melindungi sandera, dan mencegah penyerang berpindah.
Orang tua Leah mengirim rekaman singkat mengenai kebiasaan putrinya mengetuk meja saat berhitung. Pada kamera terakhir, jari Leah membentuk pola dua, satu, dua. Hana membandingkannya dengan denah Haven dan menyimpulkan Helena membawa Leah ke pondok nomor dua belas, bangunan yang memiliki pintu servis langsung ke ruang makan.
Nia mengirim petugas melalui dapur. Mereka menemukan tali, obat penenang, serta enam surat pengakuan palsu yang disiapkan untuk para remaja. Julian hendak membuat kematian mereka tampak seperti perkelahian antarpeserta. Setiap surat menuduh sandera lain mencuri makanan atau mengkhianati kelompok.
Selena meminta surat itu difoto sebelum disentuh. Bukti tersebut menunjukkan permainan tidak mengungkap watak manusia; panitia menulis konflik lebih dahulu, lalu memaksa peserta memainkan peran.
Dorothy mengenali kamera Haven sebagai model yang dapat menyimpan rekaman lokal. Jika sambungan Julian diputus, bukti tidak akan hilang. Warren membuat jalur cadangan untuk menyalin rekaman tanpa mengaktifkan alarm.
Thomas memeriksa lampu rompi. Kedipannya tidak selaras dengan penghitung pada layar, tanda bahwa waktu lima menit mungkin palsu. Akan tetapi, Marcus memiliki pemicu manual sehingga tim tidak mengendurkan kewaspadaan.
Di pusat keluarga, Amelia menjelaskan setiap perkembangan tanpa menampilkan gambar rompi. Salah seorang ayah ingin berlari sendiri ke Haven. Petugas tidak menertawakannya atau menyebutnya mengganggu. Mereka memberi tugas konkret: menyiapkan riwayat kesehatan anak dan menghubungi anggota keluarga lain. Tindakan kecil itu mencegah kepanikan berubah menjadi bahaya baru.
Leah lalu muncul sesaat di jendela pondok dua belas. Ia mengangkat tiga jari, menunjuk lantai, kemudian menutup tirai. Tiga penjaga. Pemicu berada di bawah. Pesan itu cocok dengan analisis tim.
Ketika Helena mengangkat pistol, Leah tidak mencoba menjadi pahlawan. Ia mundur dari jendela dan menjaga jarak, mengikuti pesan pertama polisi. Keberanian baginya bukan menyerang penculik, melainkan tetap hidup cukup lama agar bantuan tiba.
------------------------