Suatu malam, Kalina dan Akhtar makan di restoran kecil setelah pekerjaan. Kalina terlihat lebih serius dari biasanya. Akhtar bertanya apakah ada hal yang ingin ia bicarakan.
'Aku ingin memastikan kita punya batas yang jelas sebelum hubungan ini semakin dekat,' katanya.
Akhtar meletakkan sendok dan mendengarkan.
Kalina menjelaskan bahwa ia tidak ingin rahasia. Ia tidak meminta Akhtar melaporkan setiap hal, tetapi jika ada urusan dengan Giana yang berdampak pada hubungan mereka, ia ingin Akhtar jujur. Ia juga tidak ingin menjadi alasan Akhtar mengurangi waktu dengan Aruna.
'Aku tidak akan meminta kamu memilih antara anakmu dan aku,' katanya.
Akhtar mengangguk. 'Aruna adalah tanggung jawab saya. Kamu tidak akan diminta bersaing dengannya.'
Kalina berkata ia juga belum siap bertemu Giana dalam konteks pribadi. Ia tidak ingin dipaksa menjadi teman atau meminta restu. Jika suatu saat mereka bertemu, ia berharap itu terjadi secara wajar dan dengan batas yang jelas.
Akhtar menyetujui. Ia berkata ia tidak akan mengatur pertemuan tanpa persetujuan Kalina. Ia juga tidak akan membawa Kalina ke rumah Giana atau meminta Giana menerima hubungan mereka.
'Aku ingin tahu apakah kamu menyesal pernah mencintaiku,' kata Kalina pelan.
Akhtar terdiam cukup lama. 'Saya menyesal cara saya mengungkapkannya saat masih menikah. Saya tidak menyesal mengenalmu atau menghargai dirimu. Tapi saya seharusnya menyelesaikan perkawinan saya dahulu.'
Kalina menerima jawaban itu. Ia tidak ingin masa lalu dihapus, tetapi ingin Akhtar memahami dampaknya.
'Aku juga menyesal membalas perasaanmu sebelum semuanya selesai.'
Akhtar berkata mereka sama-sama bertanggung jawab atas bagian masing-masing. Ia tidak akan meminta Kalina melupakan perasaan bersalah dalam semalam. Mereka dapat membangun sesuatu baru hanya jika tidak lagi menyembunyikan hal-hal penting.
Kalina tersenyum kecil. 'Aku senang kita bisa membicarakan ini.'
Mereka melanjutkan makan. Akhtar bercerita tentang Aruna yang mulai duduk sendiri. Ia menunjukkan video singkat, dan Kalina tersenyum melihat bayi itu tertawa. Ia tidak merasa harus bertemu Aruna saat itu juga.
'Dia tampak bahagia,' kata Kalina.
'Saya senang melihatnya tumbuh.'
Akhtar menceritakan bahwa ia dan Giana berbicara baik-baik tentang jadwal. Giana sudah mulai bekerja paruh waktu dari rumah dan ingin mempertahankan rutinitasnya. Akhtar mendukung. Ia berkata Giana telah menjadi ibu yang penuh perhatian.
Kalina menghargai bahwa Akhtar berbicara tentang Giana dengan hormat. Ia tidak ingin hubungan baru mereka dibangun dengan menghina mantan pasangan.
Setelah makan, mereka berjalan sebentar. Akhtar bertanya apakah Kalina ingin ia menggenggam tangannya. Kalina menatapnya, terkejut ia bertanya. Ia mengangguk. Akhtar menggenggam tangannya dengan lembut.
Momen itu sederhana, namun berbeda dari pelukan mereka dahulu. Tidak ada rasa panik atau rahasia. Kalina merasa ia memilih sendiri untuk mendekat.
Akhtar mengantar Kalina kembali ke apartemen. Sebelum tidur, Kalina menelepon Bunda yang memperhatikan senyum putrinya dari layar. Ibunya tidak bertanya macam-macam. Kalina berkata ia akan bercerita jika hubungan itu berkembang.
Kayra masih mengingatkan Kalina untuk tidak terburu-buru. Kalina setuju. Ia ingin memberi waktu kepada dirinya sendiri, Akhtar, dan Aruna untuk menyesuaikan diri.
Beberapa bulan kemudian, Kalina merasa siap bertemu Aruna. Ia membicarakannya lebih dulu dengan Akhtar. Mereka sepakat pertemuan berlangsung singkat di taman, dengan Giana mengetahui dan menyetujui.
Akhtar menyampaikan rencana itu kepada Giana. Ia menjelaskan bahwa Kalina adalah seseorang yang sedang ia kenal kembali, tetapi mereka belum membuat komitmen besar. Giana mendengarkan tanpa banyak reaksi.
'Aku tidak ingin Aruna bingung,' katanya.
'Saya juga. Kita bisa menunggu kalau kamu tidak nyaman.'
Giana berpikir sejenak. Ia berkata ia tidak ingin mengatur kehidupan pribadi Akhtar, tetapi ingin pertemuan tidak dilakukan di rumah dan tidak disebut sebagai perkenalan keluarga. Mereka bisa bertemu di taman sebentar. Akhtar menyetujui.
Kalina merasa gugup pada hari pertemuan. Ia memilih pakaian sederhana dan membawa mainan kecil yang tidak berisik. Akhtar menjemputnya, lalu menjelaskan bahwa Giana sudah tahu dan akan mengantar Aruna ke taman bersama Amalia.
'Kalau kamu berubah pikiran, kita bisa batal,' katanya.
'Aku siap. Tapi kalau aku canggung, jangan tertawa.'
'Saya tidak akan.'
Di taman, Giana datang bersama Amalia dan Aruna. Ia menyapa Kalina dengan sopan. Kalina membalas dan berkata ia berterima kasih karena Giana bersedia bertemu. Giana menjawab ia melakukannya demi menjaga semuanya tetap jelas.
Akhtar menggendong Aruna dan memperkenalkan Kalina dengan sederhana sebagai teman ayahnya. Kalina tersenyum pada bayi itu dan tidak mencoba langsung menggendongnya. Aruna menatapnya dengan mata besar, lalu meraih mainan yang dibawa Kalina.
'Dia suka warna cerah,' kata Giana.
Kalina menyerahkan mainan itu kepada Akhtar agar ia yang memberikannya. Aruna menggenggamnya dan menggoyangkannya. Mereka tertawa kecil melihat reaksinya.
Pertemuan berlangsung sekitar dua puluh menit. Giana menjaga jarak, tetapi tidak bersikap kasar. Kalina tidak berusaha membahas masa lalu atau meminta maaf lagi. Mereka hanya berbicara tentang Aruna dan cuaca.
Sebelum pergi, Giana berkata kepada Akhtar jadwal berikutnya tetap sama. Akhtar berterima kasih. Giana lalu berpamitan kepada Kalina. Kalina membalas dengan sopan.
Setelah Giana dan Amalia pergi, Kalina menghela napas lega. 'Aku senang bisa bertemu dengannya, tapi aku tidak ingin memaksakan apa pun.'
'Saya juga tidak akan memaksamu.'
Kalina berkata ia ingin hubungan mereka tetap berkembang pelan. Akhtar menjawab ia setuju. Ia tidak ingin setiap pertemuan dengan Aruna menjadi ujian bagi Kalina atau Giana.
Di mobil, Kalina berkata ia menghormati Giana sebagai ibu Aruna. Ia tidak harus menjadi sahabat Giana, tetapi ia tidak ingin menciptakan permusuhan.
Akhtar berkata ia menghargai itu. Ia juga berjanji menjaga hubungan pengasuhan tetap langsung antara dirinya dan Giana, tidak menjadikan Kalina perantara.
Kalina merasa pertemuan itu berjalan lebih baik dari yang dibayangkan. Ia tidak merasa terancam oleh Aruna atau Giana. Ia memahami bahwa kehidupan Akhtar memiliki bagian-bagian yang tidak akan hilang, dan ia dapat memilih apakah nyaman berada di dekatnya.
Kayra bertanya bagaimana pertemuannya. Kalina bercerita bahwa Aruna lucu dan Giana bersikap sopan. Kayra berkata ia senang Kalina merasa aman. Ia masih ingin Akhtar membuktikan dirinya dari waktu ke waktu.
Kalina setuju. Ia tidak mengharapkan semua orang langsung menyukai hubungan itu. Ia hanya ingin semua pihak saling menghormati.