Musim melahirkan anak domba telah tiba dan aku sedang membantu kelahiran anak domba kembar di kandang pertanian Ryoma ketika mendengar seekor domba betina lain yang mengembik tersengal-sengal di sudut gelap. Hewan ini sangat kesakitan dan kelihatannya sedang sekarat usai proses melahirkan yang melelahkan. Dalam upaya memberinya akhir hidup yang tenang, aku memberikan suntikan barbiturat yang aku kira sudah cukup mematikan. Betapa takjubnya aku ketika mendapati bahwa domba itu malah sembuh dengan ajaib setelah tertidur lelap selama dua hari dua malam.
Aku sulit melupakan domba betina Ryoma itu, tapi aku harus berusaha, karena sementara kesibukan di tengah semua domba itu terus berlangsung, begitu pula halnya dengan masalahmasalah lain yang tidak berkurang sedikit pun. Salah satunya berkait